Wednesday, December 16, 2009

Keadilan Rasulullah saw. diantara isteri-isterinya


Adapun sikap adil beliau terhadap isteri-isterinya,gambarannya seperti yang telah saya paparkan sebelumnya mengenai keadilannya dalam hal cinta, keramahan, senda gurau, dan hal menepati janji, keadilan beliau muncul karena rasa tanggung jawab, dan dari fitrahnya terhadap kebenaran dan keadilan yang Allah Swt telah berikan kepadanya, dan beliau di utus dengan kedua hal tersebut.

1. Aisyah ra. Berkata: “wahai anak saudariku, Rasullah saw. tidak pernah melebihkan sebagian di antara kami dengan yang lain dalam hal pembagian di mana beliau akan tidur pada malam harinya, beliau senantiasa membagi waktunya untuk kami semua, beliau mendekati setiap isterinya tanpa ada sifat politisir, sehingga jatah hari untuk si dia (isterinya) telah sampai maka beliau saw. bermalam di tempatnya, Saudah binti Zam’ah ra. ketika telah berusia lanjut dan berniat untuk pisah (ranjang) dengan Rasulullah saw. dia berkata Wahai Rasulullah saw. berikanlah jatah hariku untuk Aisyah ra. Kemudian Rasulullah saw. menerima hal tersebut darinya…

(perawi: Aisyah ra., derajat hadits : sakata ‘anhu (Abu Daud tidak memberikan komentar) – beliau telah menjelaskan di dalam suratnya kepada orang-orang Mekkah bahwa hadits yang beliau tidak berikan komentar adalah hadits shoolih, al Muhaddits: Abu Daud, Sumber: Sunan Abu Daud, hal/no: 2135).

2. Keadilan Rasulullah saw. terhadap isteri-isterinya tidak pernah berubah dalam keadaan apapun baik ketika beliau dalam kondisi menetap atau sedang dalam perjalanan, bahkan keadilan beliau ketika sedang dalam perjalanan sama ketika beliau tidak melakukan perjalanan, sebagaimana yang telah di kisahkan Aisyah ra. Dia berkata: “ bahwasanya Rasulullah saw. ketika hendak melakukan perjalanan beliau mengundi nama isteri-isterinya, siapa di antara mereka yang keluar namanya maka dia yang akan menemani Rasulullah saw., beliau membagi untuk para isterinya waktunya, kecuali Sauda’ binti Zam’ah ra. dia memberikan jatah harinya kepada Aisyah ra. (Isteri Rasulullah saw). beliau melakukan hal tersebut demi untuk meraih ridho Rasulullah saw.

(perawi: Aisyah, hadits sahih, muhaddits: Imam Bukhary, sumber: al jaami’ Sshahih, hal/no: 2593).

Sauda’ binti zam’a melakukan hal tersebut ketika sudah tua, dan tidak ada hasrat lagi dengan laki-laki.

3. Diantara keadilan beliau terhadap isteri-isterinya yaitu ketika beliau menikahi seorang janda maka beliau tinggal bersamanya selama tiga hari untuk menyenangkannya, kemudian Rasulullah saw. membagi harinya untuk isteri tersebut seperti bagian jatah hari isteri-isteri yang lain, sebagaimana yang di riwayatkan oleh Ummu Salamah ra. “ bahwasanya Rasulullah saw. tinggal bersamanya selama tiga hari, kemudianRasulullah saw. berkata kepadanya: “ jika kamu mau saya akan tinggal bersamamu selama tujuh hari, dan juga saya akan tinggal bersama mereka selama tujuh hari, dan jika kamu ingin saya akan tinggal bersamamu selama tiga hari, kemudian dia mengatakan: tiga hari”.

(perawi: Abu Bakar bin Abdurrahman, hadits sahih, muhaddits: Bukhary, sumber; Tarikh kabier, hal/no: 1/47).

4. Keadilan Rasulullah saw. terhadap isteri-isterinya sangat besar sehingga tidak ada yang tersia-siakan walaupun ketika beliau dalam keadaan sakit , beliau masih mengunjungi isteri-isterinya di rumah-rumah mereka sesuai dengan waktunya masing-masing, Ummul mukminin Aisyah ra. Berkata: “ ketika Rasulullah saw. sakit keras, beliau minta izin kepada para isterinya untuk di rawat di rumahku, lalu beliau di izinkan, lalu beliau keluar di antara dua laki-laki melangkahkan kedua kakinya di tanah, yaitu antara Abbas dan seorang laki-laki lain, lalu Ubaidillah ra. Mengatakan: aku mengatakan kepada Ibn Abbas ra. Apa yang telah di katakan Aisyah ra., kemudian dia mengatakan kepada saya : apakah kamu tahu siapa laki-laki yang tidak di sebutkan Aisyah ra. Tersebut? Aku menjawab: tidak, dia mengatakan : dia itu Ali bin Abi Thalib ra.

(perawi: Aisyah ra.,derajat hadits: hadits Sahih, muhaddits: Bukhary, Sumber: al Jaami’ shahih, hal/no: 2588).

5. Dalam satu riwayat, Aisyah ra. mengatakan: “bahwasanya Rasulullah saw. bertanya ketika beliau sedang sakit keras, beliau saw. mengatakan: di mana saya besok, di mana saya besok? Beliau menginginkan harinya Aisyah ra.(agar di rawat dirumahnya), kemudian para isterinya mengizinkan beliau untuk dirawat di manapun beliau kehendaki, maka beliau berada di rumahnya Aisyah ra. Sampai beliau wafat di sisinya…

(perawi : Aisyah ra., derajat hadits: sahih, Muhaddits: Bukhary, sumber: al Jaami’ Sahih, hal/no: 4450).

6. Bagaimanapun usaha keras Rasulullah saw. untuk selalu adil dengan seadil-adilnya dengan sesuai kemampuannya (dengan apa yang beliau miliki) terhadap isteri-isteri beliau, namun beliau tetap meminta ampunan kepada Allah Swt. Terhadap apa yang beliau tidak sanggupi, yang di luar dari kemampuan beliau, sebagaimana yang di katakan oleh Aisyah ra. : “Rasulullah saw. membagi waktunya dan adil, lalu beliau saw. berdo’a:” ya Allah inilah pembagianku yang sesuai yang aku miliki maka janganlah Engkau mencelaku terhadap apa yang Engkau miliki dan aku tidak memilikinya”.

(Perawi: Aisyah ra., derajat hadits: di riwayatkan oleh Hammad bin Zaid dari Abi Ayyub dari Qilaabah dengan Mursal, sumber: ilal kabier, hal/no: 156).

Yang di maksud dalam hadits tersebut adalah masalah hati sebagaiamana yang telah di tafsirkan oleh Abi Daud.

Ada yang mengatakan bahwa hal tersebut adalah: cinta dan kasih sayang sebagaimana yang telah di tafsirkan oleh Imam Tirmidzi, artinya: bahwasanya pembagian secara kongkrit dan nyata telah di lakukan oleh Rasulullah saw. dengan sesempurna mungkin karena hal ini sesuai dengan kesanggupan beliau, akan tetapi hati berada di tangan Allah Swt., sehingga cintanya terhadap Aisyah ra. lebih besar di bandingkan kepada yang lain, dan hal ini di luar dari keinginan dan kemampuan beliau saw.

Bersamaan dengan hal tersebut beliau tetap memohon kepada Allah Swt. Agar beliau tidak di cela oleh Allah Swt. Terhadap apa yang beliau tidak miliki, sementara urusan hati tidak di haruskan untuk berlaku adil di dalamnya, akan tetapi yang di wajibkan untuk berlaku adil di dalamnya ialah dalam hal pembagian jatah malam dan nafkah, Allah Swt. Berfirman:

” Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka ”. (QS. Al Mu’minuun, ayat: 60).

Diantara dalil yang menjelaskan bahwasanya hal adil terhadap isteri-isteri adalah suatu hal yang sangat besar dan penting, Rasulullah saw. menjelaskan dalam hadits yang lain beliau bersabda:

“ Barang siapa yang mempunyai dua orang isteri sementara dia lebih memperhatikan salah satunya saja, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan badan yang miring”.

(perawi: Abu hurairah ra. Kesimpulan derajat hadits: mustaqim, Muhaddits: Ibn ‘Addy, sumber: al kaamil fi ddhua’afa, hal/no: 8/446).

Mengenai pergaulan Rasulullah saw. (terhadap isteri-isterinya) hal ini adalah suatu teladan bagi seluruh mukmin, dan mereka wajib untuk mengetahuinya dan meneladaninya, Allah Swt. Berfirman:

“ Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah saw. itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. (QS. Al Ahzaab, ayat: 21).

Sebab perbuatan Rasulullah saw. sama halnya dengan perkataan dan pengakuan beliau, sebagai bentuk syari’at dan petunjuk bagi mereka, dan suatu keharusan bagi umat islam untuk mengikuti beliau saw. selama perbuatan tersebut tidak di khususkan buat diri beliau saw. saja.

Sunday, December 13, 2009

Penghinaan Terhadap Islam-Kasut Dipenuhi Dengan Ayat-Ayat Suci Al-Quran

نظروا ما فعله الأمريكان بكتاب الله... ويعني بأن القاعدة قد انتجت حذاء جديد للأرهاب

مكتوب على واجهة الحذاء بالكامل

Wahai Umat Islam... Lihatlah Penghinaan Terhadap Ayat-Ayat Suci Al-Quran yang kita sanjungi.. Hanya Allah yang amat mengetahui kesedihan saya ketika melihat gambar ini... Ya Allah bantulah hamba-hamba Mu yang beriman..

ايات قرآنية ((دققوا في ذلك))

وايضاَ لعبة نارية دعوها بنظام التشغيل
ونجمة الله (بتفكيرهم)

وهذا الحذاء مخصص لتفجير الطائرات
إالى هذه الدرجه وصل بهؤلاء الكفره الاستهزاء بديننا وبكتاب الله عز وجل 000

Saturday, December 12, 2009

16 Golongan Yang Tidak Akan Dapat Melihat Wajah Allah SWT

Salah satu nikmat yang paling besar yang dikecapi oleh penduduk syurga ialah mereka dapat melihat dan menatap wajah Allah Azza Wajalla. Allah berfirman dalam Surah al Qiamah ayat 22-25

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَّاضِرَةٌ إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ تَظُنُّ أَن يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ

Pada hari akhirat kelak, muka (orang-orang yang beriman kelihatan) berseri-seri; justeru mereka dapat menatap wajah Tuhannya. Sebaliknya muka (orang-orng kafir) serba muram dan pucat hodoh justeru mereka yakin akan menghadapi seksaan yang berat dan dahsyat.

Namun bagi orang yang bernasib malang mereka tidak akan dapat masuk syurga dan menatap wajah Allah . Golongan yang tidak akan dapat menatap wajah Allah yang mulia ialah :

  1. Orang yang menjual janji setianya dengan Allah dengan harga yang tidak seberapa daripada habuan duniawi yang fana ini.(Orang bersumpah palsu) Allah berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَناً قَلِيلاً أُوْلَـئِكَ لاَ خَلاَقَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ اللّهُ وَلاَ يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ)[ آل عمران : 77

Sesungguhnya orang-orang yang mengutamakan keuntungan dunia yang sedikit dengan menolak janji Allah dan mencabuli sumpah mereka, mereka tidak akan mendapat bahagian yang baik pada hari akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan memandang kepada mereka pada hari Kiamat, dan tidak akan membersihkan mereka (dari dosa), dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya

  1. Pemerintah yang menjauhkan diri dari suka duka rakyat, tidak peduli kepada penderitaan mereka dan tidak kesihan terhadap kemiskinan dan keperitan hidup yang dihadapi oleh mereka.

عن أبي مريم الأزدي رضي الله عنه قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (من ولي من أمور المسلمين شيئاً ،فاحتجب دون خلّتهم ،وحاجتهم ،وفقرهم، وفاقتهم، احتجب الله عنه يوم القيامة، دون خلّته ، وحاجته ، وفاقته، وفقره ) صحيح رواه أبو داود وصححه الألباني

Abu Mariam al Azadi R.A. meriwayatkan bahawa Rasulullah pernah bersabda :

“ Siapa yang memikul apa-apa jawatan atau tugas menguruskan orag Islam namun dia gagal memenuhi tanggongjawab dan dia mengelak daripada menyelesaikan keperluan mendesak, kepentingan, kemiskinan dan kepapaan umat Islam nescaya Allah akan mengelak (menjauhkan diri) daripadanya pada hari kiamat kelak daripada menyelesaikan keperluannya yang mendesak, kepentingan, kemiskinan dan kepapaannya pada hari tersebut.”

Hadith Sahih riwayat Abu Daud dan dianggap berstatus sahih oleh al Albani.

  1. Orang Tua yang Berzina

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ( ( ثلاثة لايكلمهم الله يوم القيامة ، ولا ينظر إليهم ، ولا يزكيهم ، ولهم عذاب أليم: شيخ زانٍ ، وملك كذّاب ، وعائل مستكبر ) أخرجه مسلم

Abu Hurairah R.A. meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W. pernah bersabda:

“Tiga orang Allah enggan bercakap-cakap dengan mereka pada hari kiamat kelak. Allah tidak sudi memandang muka mereka, Allah tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda) . Untuk mereka disiapkan seksa yang sangat pedih. (Mereka ialah ): Orang tua yang berzina, pemerintah yang suka berdusta dan fakir miskin yang takabbur.”

Hadith ditakhrijkan oleh Muslim.

  1. Pemerintah Atau Kerajaan Yang Suka Berbohong (Dusta)
  2. Orang miskin yang takabbur
  3. Orang yang tak sudi menolong walau dengan mengajukan seteguk air.

في حديث ابي هريرة (……. ورجل منع فضل ماء ، فيقول الله : اليوم أمنعك فضلي ، كما منعت فضل مالم تعمل يداك

Dalam Hadith riwayat Abu Hurairah ada disebutkan prasa berikut: .. orang yang enggan memberi lebihan air minum (yang dia miliki kepada orang yang keputusan air minum). Sehingga Allah bersabda : Pada hari ini Aku akan menghalangmu daripada mendapat lebihan kurniaKu, persis sepertimana kamu menghalang orang lain daripada mendapat kurniaan yang bukan tangan kamu yang menciptanya.

  1. Pembai’ah dan pengundi pemimpin kerana kebendaan

وعن أبي هريرة - رضي الله تعالى عنه - قال: قال رسول الله -صلى الله عليه وسلم-: ( ‏ ثلاثة لا يكلمهم الله يوم القيامة، ولا ينظر إليهم، ولا يزكيهم، ولهم عذاب أليم: رجل على ‏ ‏فضل ‏ ‏ماء ‏ ‏بالفلاة، ‏ ‏يمنعه من ‏ ‏ابن السبيل، ‏‏ ورجل بايع رجلا بسلعة بعد العصر، فحلف له بالله لأخذها بكذا وكذا فصدقه، وهو على غير ذلك، ورجل بايع إماما لا يبايعه إلا للدنيا، فإن أعطاه منها وفى، وإن لم يعطه منها لم يف ) متفق عليه.

Dalam hadith riwayat Abu Hurairah bahawa Rasulullah pernah bersabda

”Tiga orang Allah tidak akan bercakap cakap dengannya pada hari kiamat kelak. Malah Allah tidak akan menoleh (memandang) kepadanya, Allah tidak akan menyucikan dirinya (daripada dosa) . Sebaliknya disediakan untuknya seksa yang sangat pedih. Pertama; orang yang mempunyai bekalan air yang banyak di suatu kawasan lapang atau sahara tapi ia enggan untuk memberi minum ”Ibnu al Sabil” para musafir (yang kehabisan bekalan minuman ). Kedua; orang yang menawar untuk membeli barangan selepas asar dengan bersumpah atas nama Allah; bahawa dia akan membeli atau mengambil barang itu dengan harga tertentu.Janjinya itu dipercayai benar oleh penjual. Pada hal dia sebenarnya langsung tidak berniat untuk membelinya . Ketiga; orang membai’ah pemimpin (mengundi dan memilih atau melantik pemimpin) semata-mata kerana perhitungan keduniaan (kebendaan). Kalau orang yang dipilihnya itu memberikan janji habuannya maka barulah dia akan menunaikan kewajibannya. Kalau tidak ia akan bersikap enggan (atau ingkar).” (Hadith Muttafaqun ’alaihi)

  1. Penderhaka Ibu Bapa

Rasulullah bersabda:

عن عبدالله بن عمر رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( ثلاثة لاينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة :العاق لوالديه ، والمرأة المترجلة المتشبهة بالرجال والديوث) صحيح أخرجه أحمد والنسائي

Abdullah Bin Omar R.A. meriawayatkan bahawa Rasulullah pernah bersabda:

“Tiga orang Allah tidak akan sudi memandang wajah mereka pada hari kiamat kelak: Penderhaka kepada dua ibu bapanya, wanita yang berlagak lelaki yang meniru kaum jantan dan golongan orang Daiyuth. Hadith sahih ditakhrijkan oleh Ahmad dan Nasaii

  1. Wanita yang berlagak seperti lelaki (Tomboy)

عن عبدالله بن عمر رضي الله عنه قال :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( ثلاثة لاينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة :العاق لوالديه ، والمرأة المترجلة المتشبهة بالرجال والديوث ) صحيح أخرجه أحمد والنسائي
10. Orang Lelaki yang Dayyuth
Suami atau bapa yang tidak lagi mempunyai rasa cemburu dan maruah diri sehingga membiarkan isteri berjahat dengan orang lain tanpa rasa cemburu dan marah

Apabila perasaan cemburu yang positif ini sudah tidak ada lagi dalam diri seseorang ; maka tidak ada usaha untuk menentang kemungkaran terhadap maruah keluarga atau diri sendiri. Dengan itu kejahatan akan bermerajalela.

11.Pengamal Budaya Kaum Luth

عن ابن عباس رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : (لاينظر الله - تعالى- إلى رجل أتى رجلاً ، أو امرأة في الدّبر ) صحيح اخرجه الترمذي

Ibnu Abbas meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W. bersabda : Allah tidak akan sudi memandang wajah orang yang menyetubuhi lelaki atau mendatangi isterinya di duburnya. Hadith sahih ditakhrijkan oleh al Turmuzi

12. Pengamal Seks Abnormal

Golongan ini termasuk kalangan yang bernafsu terhadap binatang dan tergamak melakukan hubungan jenis dengan binatang .

13.. ”Al-Mannan” atau pemberi yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya; baik lelaki mahupun perempuan.

عن ابي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاثة : ( لايكلمهم الله يوم القيامة ، ولايزكيهم ، ولهم عذاب أليم ) فقالها رسول الله صلى الله عليه وسلم ثلاث مرار ، فقلت : خابوا وخسروا من هم يارسول الله قال: المنان والمنفق سلعته بالحلف والمسبل ازاره ) اخرجه مسلم
Abu Zar meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda: “ Tiga orang Allah tidak akan bercakap-cakap dengan mereka. Allah tidak akan membersihkan mereka daripada dosa (dan noda) malah disiapkan untuk mereka seksa yang sangat pedih. Baginda mengulang prasa itu tiga kali. Lalu (kata Abu Zar) aku pun menambah, malang , kecewa dan rugilah mereka ; siapakah mereka itu wahai Rasulullah?. Beginda menjawab al Mannan atau orang yang suka mengungkit-ungkit pemberiannya, orang yang melariskan barang jualannya dengan sumpah (palsu) dan orang suka melabuhkan pakaiannya ( kerana-menunjuk-nunjukan kekayaan ).

Hadith di takhrijkan oleh Muslim


14. Orang suka menunjuk-nunjuk kekayaan dengan pakaian labuh menyapu tanah dan berjalan di muka bumi dengan angkuh atau

المسبل إزاره المختال في مشيته

“Orang melabuh-labuhkan pakaian (menunjuk-nunjuk kekayaan dengan sikap boros) yang berjalan dengan cara bermegah-megah dengan diri sendiri.”

15. Penjual yang melariskan barang jualannya dengan cara berdusta dan membohong

عن ابي ذر رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ( ثلاثة لايكلمهم الله يوم القيامة ، ولا يزكيهم ، ولهم عذاب أليم : المسبل إزاره ، والمنان ، والمنفق سلعته بالحلف الكاذب ) أخرجه مسلم في كتاب الإيمان

Abu Zar meriwayatkan bahawa Rasulullah bersabda :

Tiga orang Allah tidak akan bertutur kata dengan mereka. Allah tidak akan membersihkan mereka dan untuk mereka disediakan azab yang sangat dahsyat… penjual yang melariskan barang jualannya dengan sumpah palsu.

16.Isteri yang tidak berterima kasih terhadap suami

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ( لاينظر الله إلى امرأة لاتشكر لزوجها وهي لاتستغني عنه ) صحيح أخرجه النسائي وصححه الالباني

Abdullah Bin Omar R.A. meriwayatkan bahawa Rasulullah S.A.W. pernah bersabda: “Bahwa Allah tidak akan memandang muka isteri yang tidak berterima kasih (kufur nikmat) kepada suaminya. Pada hal dia sendiri tidak boleh tidak memerlukan kepada suaminya itu.”

Hadith sahih ditakhrijkan oleh al Nasasii dan di anggap sahih oleh al Albani.

Friday, December 11, 2009

Jadikan Diri Anda Pendengar Setia Kepada Luahan Isi Hati Isteri

DALAM mengharungi kehidupan rumah tangga pasti akan melalui saat-saat getir yang kadang-kala boleh menggunncang bahtera yang dibina itu. ada sebuah ungkapan ‘sedangkan lidah lagikan tergigit, inikan pula suami isteri’. Kita tidak dapat menafikan sebagai manusia, suami atau isteri mempunyai kelemahan masing-masing. Cara terbaik untuk mengatasinya dengan bersabar dan tidak membesar-besarkan kelemahan itu.

Firman Allah:
“Dan bergaullah kamu dengan mereka (isteri kamu) dengan cara yang patut (baik). Kemudian jika kamu (berasa) benci kepada mereka (kerana tingkah lakunya, janganlah kamu terburu-buru menceraikannya) karena boleh jadi kamu bencikan sesuatu, sedangkan Allah hendak menjadikan pada apa yang kamu benci itu kebaikan yang banyak untuk kamu.” (Surah an-Nisa, ayat 19).

Rasulullah SAW pernah bersabda,
“Mana-mana lelaki yang bersabar di atas keburukan perangai isterinya, Allah akan berikannya pahala seperti yang diberikan kepada Ayyub kerana bersabar di atas bala yang menimpanya. Dan mana-mana isteri yang bersabar di atas keburukan perangai suaminya, Allah akan berikannya pahala seperti yang diberikan kepada Asiah binti Muzahim, isteri Firaun.”

Berakhlaklah dalam mendidik isteri, sebuah rumahtangga bahagia ialah rumahtangga yang dikendalikan mengikut nilai-nilai yang dikehendaki oleh Allah SWT. Tidak boleh dikatakan rumahtangga sekiranya sesebuah rumahtangga itu tidak dapat diatur dan disusun mengikut apa yang dikehendaki Allah SWT walaupun keadaan rumahtangga itu nampaknya tenang dan aman. Dalam hal ini, kebijaksanaan suami dalam mengendalikan rumahtangga menjadi faktor penting untuk mencapai tujuan itu.

Masalah utama yang patut dilakukan oleh suami ialah

Penjara Bertaraf lima Bintang Di Sweden.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته



اخواني الاحبة هذه صور لسجن خمسة نجوم والذي يقع في النمسا
اترككم مع الصور












































Lihatlah Ciptaan Allah Yang Maha Kaya Dan Maha Berkuasa

رجل... معجزه .. سبحان الله

سبحان الله رجل بدون ارجل ،ولا يدين وعايش أحسن عيشة (ناجح)

أخى الكريم الحمد لله على النعم الكثيرة وأنظر الى هذا الرجل الذى

لايملك أطراف ...ومتفوق فى دراستة

ان الله عز وجل عوضة بأسلوب علمى ومتفوق يجذب الناس اليه ويرشدهم

ويعلمهم فى جميع أنحاء العالم



سبحان الله

Thursday, December 10, 2009

KASIH IBU TIDAK BERBELAH BAGI

انظروا الى حنان الام بطفلها فاين انت ايها الانسان العاصي
حنان لا يدركه العقل
ولا يحتويه القلب
ولا تكفيه رسالة أو برامج أو تأليف كتب
حنان الأم باختصار عظيم
سبحان الله في ذلك
:: اضغط هنا لمشاهدة الصورة بحجمها الطبيعي ::




:: اضغط هنا لمشاهدة الصورة بحجمها الطبيعي ::




:: اضغط هنا لمشاهدة الصورة بحجمها الطبيعي ::




:: اضغط هنا لمشاهدة الصورة بحجمها الطبيعي ::

Kunci Kemurahan Rezeki

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:”Berilah (belanjalah) dan jangan kamu selalu menutupi kepunyaanmu, kerana dengan itu nanti Allah akan menutupi rezekimu.”

Huraian
Pengajaran Hadis:

i) Allah yang mewujudkan sifat semulajadi dalam diri manusia iaitu sifat belas kasihan yang menggerakkan seseorang itu untuk bersedekah. Firman Allah S.W.T yang maksudnya "Bandingan (perbelanjaan/derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai: tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji benih. Dan (ingatlah) Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendaki-Nya dan Allah amat luas (rahmat) kurnian-Nya, lagi meliputi ilmu pengetahuan-Nya.”(al-Baqarah:26)
ii) Syarat bersedekah adalah keikhlasan. Tidak kira wang ringgit atau sebagainya asalkan ia dapat memberi kesenangan terhadap orang yang memerlukannya kerana kesenangan (kekayaan) yang diberi oleh Allah kepada hamba-Nya merupakan satu perkongsian dan tanggungjawab terhadap sesama manusia di muka bumi ini.
iii) Sifat suka bersedekah lawannya adalah bakhil. Sifat bakhil dicetuskan oleh Allah kepada hamba-Nya yang lupa akan kewajipannya dan sangat cinta kepada harta kekayaannya.
iv) Oleh itu demi mencari keredhaan Allah kita hendaklah menggunakan waktu yang ada dengan beringat-ingat kepada yang susah dan memberi sedikit bantuan mengikut kemampuan. Sebenarnya di sebalik amalan bersedekah akan dapat mewujudkan perasaan kasih sayang sesama manusia dan sesungguhnya amalan yang baik akan dibalas baik oleh Allah S.W.T.

Tujuh Golongan Insan Contoh

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya:” Sebilangan manusia yang dinaungi Allah di bawah naungan-Nya pada hari kiamat iaitu hari yang tidak ada sebarang naungan padanya selain daripada naungan Allah; di antaranya ialah: Pemerintah yang adil, pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada tuhannya, orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah, orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata:” Aku takut kepada Allah!”, orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya, dan orang yang menyebut atau mengingat Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah.”


Huraian
Pengajaran hadis:
i) Terdapat tujuh golongan yang bakal mendapat naungan di hari akhirat kelak iaitu :
a) Pemerintah yang adil- Ini kerana tanggungjawab yang dipikul oleh pemerintah dalam melaksanakan keadilan itu adalah perkara yang amat berat dan bukanlah mudah bagi seorang pemimpin untuk melaksanakan keadilan terhadap semua rakyatnya. Sekiranya keadilan ini berjaya ditunaikan, ganjarannya adalah amat besar sekali. Namun jika gagal, dia menjadi pemerintah yang zalim dan azab menanti di akhirat kelak.
b) Pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada tuhannya – Ini kerana sebaik-baik masa dan semahal-mahal harganya di dalam hidup seseorang manusia adalah ketika di alam remaja kerana di usia muda seseorang itu mendapat peluang yang banyak untuk menghadapi masa hadapannya, badannya sentiasa sihat, tenaganya kuat, pendengaran dan penglihatannya tajam dan sempurna. Bahkan di masa muda juga berbagai-bagai ujian dan godaan terpaksa ditempuhi. Maka beruntunglah pemuda yang berjaya melepasi rintangan-rintangan ini bahkan usia mudanya itu diisi dengan amal ibadat serta memberikan khidmat cemerlang kepada agama, masyarakat dan negara.
c) Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid
- Sesungguhnya terdapat hadis yang menyebutkan bahawa dua hayunan kaki yang melangkah ke masjid ganjarannya amat besar di sisi Allah S.W.T dan diketegorikan sebagai suatu sedekah. Maka apatah lagi bagi orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid dan sentiasa mengunjunginya untuk beribadah, ganjarannya tentulah lebih besar lagi.
d) Dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah
- Hubungan yang terjalin di atas dasar yang bercanggah dengan syariat sehingga melanggar batas-batas agama, adab kesopanan dan sebagainya adalah hubungan yang menjurus ke arah dosa dan maksiat. Seharusnya ikatan kasih sayang yang dijalinkan sesama manusia mestilah ikhlas kerana Allah agar perhubungan tersebut mendapat pahala, restu dan keberkatan daripada-Nya.
e) Orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu (berzina) dengannya lalu ia menolak dengan berkata:” Aku takut kepada Allah!”
- Ini menunjukkan tentang keimanan dan ketaqwaan yang sebenar telah berjaya menangkis segala bentuk godaan yang datang. Hal ini bukanlah mudah kerana tanpa kekuatan iman seseorang itu pasti akan mudah terpengaruh dengan bisikan nafsu dan akhirnya terjebak dalam perbuatan zina tanpa takut tentang dosanya.
f) Orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya
-Ia menggambarkan mengenai keikhlasan hati orang yang bersedekah. Sesungguhnya tidak ramai orang yang dapat menyembunyikan kebaikan yang dilakukannya melainkan akan terdapat jua perasaan riya’ dan ingin menunjuk-nunjuk supaya mendapatkan pujian atau sanjungan dari orang ramai atau sekurang-kurangnya ada orang yang mengetahui kebaikan yang dilakuknnya itu.
g) Orang yang menyebut atau mengingati Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal Allah
- Inilah sifat muslim mukmin sejati yang mempunyai perasaan cintakan Allah dengan sepenuh hatinya. Dia sentiasa memikirkan dan menghayati tentang kejadian dan keagungan ciptaan Allah serta sifat-sifat-Nya yang Maha Agung. Oleh yang demikian hati, fikiran dan jiwanya terhindar daripada perkara-perkara yang melalaikan.

Mengukur Tahap Kecintaan Terhadap Rasulullah

Diriwayatkan daripada Umar bin al-Khattab r.a bahawa beliau telah berkata kepada Rasulullah s.a.w: “Wahai Rasulullah! Engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu melainkan nyawa yang ada di dalam diriku. Lalu Rasulullah s.a.w berkata:” Tidak sempurna iman seseorang sehinggalah aku lebih dicintai daripada dirinya sendiri. Umar pun berkata:” Demi Tuhan yang telah menurunkan al-Kitab kepada engkau, sesungguhnya engkau lebih aku kasihi daripada diri aku. Baginda berkata kepada Umar:”Sekarang iman engkau telah sempurna wahai Umar!”


Huraian
1. Rasulullah s.a.w adalah orang yang paling berhak dicintai daripada sekelian makhluk di dunia ini.
2. Mencintai baginda tidak mencukupi hanya dengan menyatakan dengan lisan tetapi hendaklah dibuktikan dengan perbuatan dan amal seperti mempraktikkan sunnahnya dan melaksanakan segala ajarannya.
3. Orang yang sentiasa menjaga akhlaknya dan mencontohi peribadi Rasulullah s.a.w di hari akhirat kelak akan mendapat ganjaran syafaat daripada baginda.
4. Kita hendaklah berusaha untuk sentiasa menyuburkan iman di jiwa dan mempastikan bahawa setiap perbuatan yang dilakukan tidak bercanggah dengan syariat yang dibawa oleh baginda.

Batas-batas Dalam Berhias

Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:”Allah mengutuk wanita yang bertatu atau minta ditatu, wanita yang mencukur alis dan mereka yang meminta dicukur alis mereka, wanita yang membentuk giginya agar kelihatan cantik dan mereka yang mengubah ciptaan Allah.”

Huraian
i) Maksud mengubah ciptaan Allah s.w.t. ialah membuat perubahan pada ciptaan Allah S.W.T yang telah sempurna secara pandangan umum dan adat atas dasar tidak berpuas hati dengan anugerah itu, bukan kerana memperbaiki atau memulihkan kecacatan.
ii) Mencabut bulu kening yang merupakan anugerah dan ciptaan Allah S.W.T. yang sempurna dan membuat atau melukis bulu kening yang baharu selepas itu agar menepati cita rasa sendiri supaya kelihatan lebih cantik, menawan dan bergaya adalah perbuatan yang haram di sisi Islam.
iii) Jika perbuatan mencabut bulu kening itu disebabkan ia tumbuh berselerak dan tidak kemas yang amat teruk, maka hal ini tidaklah termasuk dalam erti kata mengubah ciptaan Allah S.W.T. Lagipun jika yang dicabut itu hanyalah yang berselerak dan bukan termasuk bulu yang dipanggil kening serta tidak membuat lukisan semula terhadapnya. Ini dilakukan atas dasar menjaga kekemasan diri bukan kerana tidak puas hati dengan ciptaan Allah S.W.T kerana Allah S.W.T itu cantik dan sukakan kecantikan.
iv) Hanya rawatan ke atas penyakit yang tidak boleh sembuh dengan sendirinya sahaja yang diharuskan seperti memasang gigi palsu di tempat gigi yang rongak (bukan mematahkan gigi dan menggantikannya dengan yang lain), mengatur susunan gigi yang tidak tersusun (tapi bukan mengasah atau mengikir), memakai ubat supaya rambut tumbuh di tempat yang botak (bukan memakai rambut palsu), memakai ubat untuk membuang jeragat pada kulit (bukan membuat pembedahan plastik atau memakai bahan kimia untuk menukar warna kulit), memakai inai, syampu atau gel pada rambut atau janggut supaya lebih segar dan terurus (bukan mewarnakannya dengan cat atau spray) dan sebagainya sebagai perbezaan antara merawat/menjaga keaslian ciptaan Allah S.W.T dengan mengubah ciptaan-Nya di mana merawat/menjaga itu adalah HARUS manakala mengubahnya adalah HARAM.
v) Diri manusia dan segala makhluk di alam ini adalah hak mutlak Allah S.W.T, Oleh itu kita hendaklah mematuhi segala hukum dan kehendak agama dengan baik. Janganlah tertipu dan terpengaruh dengan tabiat orang yang suka menurut hawa nafsunya disebabkan sikap tidak bersyukur dan tidak berpuas hati dengan ciptaan dan anugerah Allah di mana sikap ini sebenarnya merupakan sikap yang diwarisi daripada syaitan.

Golongan Yang Tidak Dipandang Allah s.w.t

Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Tiga Golongan manusia yang Allah tidak akan bercakap dengan mereka di hari kiamat, tidak menganggap mereka sebagai orang yang bersih, tidak melihat kepada mereka, dan mereka akan dimasukkan ke dalam neraka dengan azab yang sangat pedih. Mereka ialah orang tua yang berzina, raja atau pemimpin yang suka berbohong dan orang miskin yang sombong”.

Huraian
1. Allah S.W.T. amat benci kepada tiga golongan manusia, iaitu orang tua yang masih tidak meninggalkan perbuatan zina, pemimpin yang bercakap bohong dan orang miskin yang sombong.
2. Segala perbuatan yang dilarang oleh agama hendaklah dijauhi dan seandainya seseorang itu terjerumus ke lembah dosa dan noda maka hendaklah dia segera bertaubat agar dosanya diampunkan oleh Allah.
3. Siksaan di akhirat adalah amat pedih. Oleh itu selagi hayat dikandung badan, pergunakanlah masa sepenuhnya untuk membanyakkan amal ibadat agar kehidupan di dunia dan akhirat mendapat keredhaan daripada Allah S.W.T.

Isteri Derhaka

Dari Ibnu Abbas r.a katanya Rasulullah SAW bersabda:”Diperlihatkan (Allah) kepadaku akan neraka.. Ketika itu kulihat kebanyakan isinya terdiri daripada perempuan-perempuan kafir.” Baginda ditanya oleh seseorang:”Apakah mereka kafir kepada Allah?” Jawab Rasulullah, “Mereka kafir kepada karib (suami) dan (tidak tahu berterima kasih) atas kebaikan (yang diterimanya). Biarpun engkau telah berbuat baik kepadanya sepanjang masa, kemudian dilihatnya daripadamu sedikit kesalahan sahaja, lantas ia berkata:”Saya tidak pernah melihat kebaikan darimu sedikit pun!”

Huraian

1. Seorang suami tidak boleh membenci isterinya sampai menceraikannya hanya kerana satu kelakuan isterinya yang tidak menyenangkan. Tetapi hendaklah dipertimbangkan dengan perilaku lain yang menyenangkan dari isterinya. Begitu jua keadaannya bagi seorang isteri terhadap suaminya.
2. Tugas seorang isteri di samping harus taat kepada Allah SWT hendaklah taat kepada suaminya. Sekiranya kedua-dua tugas ia dapat dilaksanakan dengan baik, maka syurgalah baginya. Sabda Rasulullah: "Jika seorang perempuan telah sembahyang lima waktu, menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya pasti ia masuk syurga dari berbagai pintu yang dikehendakinya." (Riwayat Ibnu Hibban)
3. Sebagai perempuan atau wanita yang bergelar isteri, kita mempunyai satu kewajipan yang besar dan penting terhadap suami. Sebelum kewajipan lain dilaksanakan, kewajipan terhadap suami harus didahulukan. Manakala bagi lelaki mereka pula mempunyai kewajipan yang amat besar terhadap ibunya. Sejauh kemampuannya, ia perlu memenuhi setiap kewajipan terhadap ibunya, kerana itu kewajipan yang mesti dilaksanakan.
4. Rasulullah bersabda: "Wanita yang taat terhadap suaminya, diminta ampun oleh burung di angkasa, ikan-ikan di dalam air, malaikat di langit, matahari dan bulan, selama wanita itu ada dalam kerelaan suaminya. Dan setiap wanita yang derhaka kepada suaminya, maka kepadanyalah laknat Allah, malaikat dan manusia semuanya. Dan setiap wanita yang bermuka masam pada suaminya, ia adalah dalam kemurkaan Allah Ta'ala sampai ia (wanita/isteri) bersenda gurau dengan suaminya dan ia meminta kerelaanya. Dan setiap wanita yang keluar dari rumahnya tanpa izin suaminya, malaikat melaknatnya hingga ia pulang." (Riwayat Al Bazzar).

Monday, December 7, 2009

KERANA CINTA

Atas nama cinta. Dengan cara apapun, usaha agar dalam hidup kita hanya ada satu kata cinta iaitu “Cintailah Allah!” Jika kita menyintai Allah, maka Dia akan mencintai kita, dan memerintahkan seluruh makhlukNya untuk mencintai kita.

Bayangkan sejenak! Alangkah baik, indah dan nyamannya jika seluruh makhluk, baik makhluk yang nampak mahupun makhluk ghaib yang tidak kelihatan, semuanya menyintai diri kita. Semuanya akan menyintai kita jika berhak dimuliakan disebabkan kita menyintai Allah SWT, Tuhan kita dan Tuhan seluruh makhluk ini.

Dasyatnya cinta suci ini dan dibenarkan Rasulullah SAW:

“Ketika Allah menyintai seorang hamba, Allah menyeru kepada malaikat Jibril, “wahai Jibril, sesungguh Allah menyintai si Fulan, maka cintailah dia olehmu!” Jibril pun menyintainya. Kemudian Ia menyeru kepada seluruh penduduk langit, “Sungguh Allah menyintai si Fulan, maka cintailah dia oleh sekalian!” Dia pun dicintai oleh penduduk langit. Setelah itu, dia diterima di muka bumi. Ketika Allah membenci seorang hamba, Allah menyeru kepada malaikat Jibril, “wahai Jibril, sesungguhnya Allah membenci si Fulan, maka bencilah dia olehmu!” Jibril pun membencinya. Kemudian Ia menyeru kepada seluruh penduduk langit, “Sungguh Allah membenci si Fulan, maka bencilah dia oleh sekalian!” Ia pun dibenci oleh penduduk langit. Setelah itu, kebencian diletakkan baginya di muka bumi” (HR Muslim dari Abu Hurairah RA).

Atas nama cinta. Cintailah Allah SWT dengan sepenuh jiwa, agar Ia memerintahkan seluruh makhlukNya untuk mencintai diri kita. Agar dalam hidup kita penuh kemudahan, penuh dengan keindahan, kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan...

Cinta kepada Allah adalah nilai yang teramat mahal, tidak mudah dicapai. Untuk mewujudkan perkara ini perlu usaha dan tindakan yang sungguh-sungguh takwa kepada Allah SWT dalam keadaan apapun, menyintai Rasulullah SAW berikut seluruh keluarganya, mencintai orang-orang solih, menunaikan seluruh kewajiban, memperbanyak ibadah, rela berkurban untu kebaikan dan jihad fi sabilillah, menegakkan syariat Islam dan sebagainya.

Untuk meraih cinta Ilahi, jangan lupakan faktor doa! Memperbanyak doa dapat mempercepatkan untuk mencapai cinta Allah. Berdoa dengan penuh harapan dan sikap merendah diri (tadharruk) akan memudahkan jalan bagi tercapainya cinta Ilahi. Renungkanlah, Nabi Daud sahaja sentiasa berdoa memohon cinta kepada Allah:

“Di antara doa Nabi Daud A.S. adalah, : “Ya Allah, sesungguh hamba memohon cintaMu dan cinta orang yang mencintaiMu dan amalan yang dapat menghantarkan hamba untuk mencintaiMu. Ya Allah, jadikanlah cintaMu lebih dari hamba cintakan daripada cinta hamba kepada diri hamba sendiri, keluarga dan air dingin sekalipun.” (HR Tirmidzi dari Abu Darda, hadits hasan).

Seorang Muslim yang telah mengikrarkan dua kalimat syahadah, maka dia harus memperjuangkan cintanya kepada Allah, kemudian cinta kepada Rasulullah dan jihad fi sabilillah.

Menyintai isteri, anak, keluarga, keturunan, harta, pangkat, takhta dan lain sebagainya (yang halal dicintai), tentu dibolehkan sepanjang masa, cinta tersebut di bawah cinta paling utama kepada Allah:


“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tuhan-tuhan selain Allah; mereka menyintainya sebagaimana mereka menyintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman akan melebihkan cintanya kepada Allah ” (Qs Al-Baqarah 165).

“Katakanlah: “Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khauatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNya dan dari berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya." Dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik” (Qs At-Taubah 24).

Di samping cinta, seorang yang telah berikrar dua kalimat syahadah harus memiliki sikap redha (ar-ridha) dalam dirinya. Kita harus redha kepada Allah dan RasulNya dengan mentaati seluruh keputusan Allah dan RasulNya.

Redha kepada Allah mesti dilakukan dengan sepenuh keredhaan, lahir-batin tanpa ada sedikit pun rasa ketidakpuasan kepada ketetapanNya. Kerana dalam Al-Quran, Allah Azza wa Jalla menafikan iman seseorang sebelum dia redha berhukumkan kepada Rasulullah SAW (Islam) dan menerima keputusan Baginda dengan sepenuh hati, tanpa ada sedikitpun rasa haraj (penolakan dalam hati). Bahkan penolakan (nafi) itu didahului dengan sumpah Allah dengan diriNya sendiri:

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima dengan sepenuhnya” (Qs An-Nisa’ 5).

Atas nama cinta. Cintailah Allah dengan sepenuh jiwa, agar Dia memerintahkan seluruh makhlukNya untuk menyintai diri kita. Agar dalam hidup kita penuh kemudahan, keindahan, kebahagiaan, kebaikan dan keselamatan.

Sunday, December 6, 2009

NIKAH MEMBENTUK KEHIDUPAN LEBIH BERMAKNA

Untuk menyemarakkan kehidupan alam semesta, Allah Azza wa Jalla menetapkan pernikahan sebagai sunnah Ilahi dan sebagai tanda-tanda kekuasaanNya. Dengan pernikahan, kehidupan terasa lebih sempurna dan lebih bahagia.

Allah SWT berfirman:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir” (Qs Ar-Rum 21).

Oleh kerana na itu, pernikahan merupakan keharusan bagi setiap individu Muslim yang sudah memiliki kemampuan untuk melangsungkan pernikahan agar tidak terjerumus ke dalam lembah perbuatan dosa. Siapa sahaja yang memiliki kemampuan untuk bernikah, segeralah melangsungkan pernikahan. Jangan ditunda, supaya selamat dari godaan dosa dan maksiat.

Rasulullah bersabda:

“Wahai para pemuda! Barangsiapa yang mampu di antara kalian untuk menikah, maka menikahlah. Kerana pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Jika tidak mampu menikah, hendaklah ia berpuasa kerana puasa itu merupakan benteng penghalang nafsu baginya” (hadits shahih, riwayat Al-Jama’ah).

Langsungkanlah pernikahan dengan penuh bermotivasi untuk memelihara kehormatan, supaya dalam hidup kita sentiasa penuh dengan pertolongan Allah. Dengan pernikahan, hidup terasa lebih selesa dan tenteram...

Jangan biarkan syaitan meniupkan keragu-raguan ke dalam ruang hati untuk memporakperandakan kemampuan melangsungkan pernikahan . Kerana dalam keadaan zaman sekarang yang semakin lama semakin rosak, godaan syahwat makin hebat dan peluang berzina makin terbuka lebar di mana-mana.

Langsungkanlah pernikahan dengan penuh semangat untuk memelihara kehormatan jiwa dan raga kita, supaya dalam hidup kita sentiasa penuh dengan pertolongan Allah Azza wa Jalla.

Rasulullah SAW bersabda:

“Ada tiga golongan yang telah menjadi ketetapan Allah untuk menolong mereka, iaitu:

(pertama) Remaja yang sedang berusaha menebus pembayaran untuk memerdekakan dirinya,

(kedua) seseorang yang bernikah demi memelihara kehormatan dirinya,

(ketiga) mujahid fi sabilillah”

(hadis sohih dari Abu Hurairah RA, diriwayatkan oleh An-Nasa’i, Tirmidzi, Ibu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban).

Solat Istikharah

Jika telah bertekad bulat untuk bernikah, maka hendaklah melakukan solat istikharah, agar Allah memberikan petunjuk dan pilihan yang terbaik. Sebaiknya, solat istikharah dilakukan pada waktu akhir malam, kerana pada waktu tersebut doa terlalu mustajab, keadaan jiwa dalaman dalam keadaan bersih dan jauh dari perkara-perkara yang mengganggu solat.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi berkata bahawa pada rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Kafirun dan pada rakaat kedua membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Ikhlas. Namun jika tidak mampu untuk melakukan solat dua rakaat, cukuplah dengan membaca doa istrikharah.

Kemudian, tidak menjadi satu kesalahan jika bermusyawarah dengan sesama kita secara berhati-hati dalam menetapkan keputusan:

“…dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya” (Qs Ali Imran 159).

Friday, December 4, 2009

Berzikir, Berdoa Secara Perlahan Adalah Shahih Daripada Nabi SAW


SUDAH menjadi kebiasaan, imam dan makmum berwirid beramai-ramai dengan suara yang lantang dan kuat. Seolah-olah ia merupakan satu perkara yang wajib ataupun kesempurnaan solat.

Jika tidak dilakukan demikian dianggap sebagai satu perkara aib, terutama bagi imam itu sendiri yang seolah-olah tidak tahu hendak berdoa.

Oleh yang demikian masjid dan surau sudah menjadi seperti majlis nasyid. Ada di antaranya menjadi bising sehingga mengganggu jemaah yang sedang sembahyang, sedang masbuk dan di antaranya baru hendak bersembahyang.

Seolah-olah mereka tidak menghirau orang masbuk yang sedang bersolat atau orang baru datang untuk bersolat.

Kadang-kadang kita melihat imam dan makmum terus juga berwirid dengan suara lantang sehinggalah tamat. Inilah satu-satunya perbuatan yang sangat tercela dan perlu dihentikan.

Nabi Muhammad dan para sahabatnya tidak membaca wirid itu secara beramai-ramai dengan suara keras dan terus-menerus pada setiap lepas solat, tidak pula membaca doa dengan suara yang keras dan diaminkan oleh makmum pada tiap-tiap selepas bersolat.

Nabi dan para sahabat hanya membaca wirid dengan suara kuat dan lantang sewaktu mengajar makmum. Kita sekarang, para makmum sudah menjangkau usia lebih daripada 60 tahun takkanlah, tak tahu membaca doa dan berwirid?

Ada baiknya semuanya ini dibuat sendirian. Allah lebih suka kalau hamba-Nya meminta doa sendiri terus kepada-Nya tanpa menerusi sesiapa pun.

Asy-Syaikh Ali Mahfuz berkata: Di antara bidaah-bidaah yang makruh ialah menamatkan solat dengan cara mengangkat suara beramai-ramai di dalam masjid terus-menerus, sehingga orang awam beriktikad bahawa itu adalah sebahagian daripada kesempurnaan solat dan dia adalah sunah yang mesti dilakukan, padahal ia sunat dilakukan sendiri dan secara senyap-senyap.

Cara seperti ini adalah bidaah yang tidak dikenal pada zaman Rasulullah dan pada masa sahabat. Cara ini telah dijadikan satu syair yang dilakukan selepas solat jemaah.

Makruh

Kebanyakan para ulama telah menegaskan tentang makruhnya mengada-adakan syair dalam agama. Pada hal Allah sudah berfirman dalam surah al-A'raf ayat 55 yang maksudnya:

"Berdoalah kepada Tuhan kamu dengan cara merendahkan diri dan dengan suara perlahan, sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampau batas".

Dan doa dengan cara begini (dengan suara lantang) bukanlah daripada perbuatan Rasulullah, bukan perkataannya dan bukan pula perakuannya. Hal ini telah dinukilkan daripada kitab al-Ibada.

Ibnu Hajar al-Haitimi di dalam kitab al-Fatwanya berkata: "Berkata az-Zarkasyi: "Menurut sunah ialah memperlahankan suara pada semua zikir kecuali Talbiah".

Dan al-Auzi berkata asy-Syafie mengagungkan hadis-hadis yang menyatakan dengan suara keras itu ialah terhadap orang-orang yang mengajar.

Disebutkan dalam kitab al-Abad: Dan disunatkan berzikir dan berdoa secara perlahan dan dikeraskan suara dengan bacaan zikir dan doa selepas salam. Imam mengajar orang-orang mukmin dan apabila mereka telah belajar maka hendaklah diperlahankan.

Ada hadis yang menyebutkan tentang mengeraskan suara dengan zikir iaitu hadis riwayat Ibnu Abbas:

"Bahawasanya mengangkat suara dengan zikir sewaktu orang ramai selesai solat fardu adalah dilakukan pada zaman Rasulullah. Berkata Ibnu Abbas lagi: "Aku mengetahuinya setelah mereka selesai solat fardu itu apabila aku mendengarnya." Hadis riwayat Bokhari.

Hadis ini ditujukan kepada keperluan mengajar zikir yakni nabi dan para sahabat pernah mengeraskan suara membaca zikir buat sementara waktu sahaja, bukan terus-menerus secara tetap.

Mereka lakukan demikian itu untuk maksud mengajar zikir kepada para hadirin.

Demikian ditegaskan oleh asy-Syafie seperti yang dinukilkan oleh Imam an-Nawawi di dalam kitab al-Majmuk.

Al-Imam Ibnul Qayyim pula berkata: "Imam berdoa sesudah salam dari solat sambil menghadap kiblat atau menghadap makmum tidak pernah dikerjakan oleh nabi yang bertindak sebagai imam dan tidak ada pula sesuatu riwayat yang menyuruh kita mengerjakan demikian." Masalah ini telah dinukil dari kitab Zadul-Ma’ad"

Pendek kata, tidak ada ulama muktabar yang membolehkan kita terus menerus membaca zikir dan doa bersama-sama secara lantang selepas tiap-tiap solat jemaah kerana jelas bertentangan dengan sunah.

Yang berlaku di depan mata kepala kita, semua masjid dan surau, imam-imam yang mengimamkan solat jemaah, akan membaca doa dan berzikir kuat-kuat sehingga dua kilometer kita dapat mendengar menerusi pembesar suara.

Ummu Haram Syahidah Di Lautan

Jum'at, 14 Aug 2009

Siapakah Ummu Haram binti Mulhan ?

Beliau adalah wanita dari kalangan kaum Al-Ansar dari Kabilah Najar al-Madani.

Memohon doa kepada Rasulullah saw agar menjadi syahidah.

Disebutkan didalam Al-Ishabah(4/441), Rasulullah saw telah bersabda ketika beliau berada dirumah Ummu Haram binti Mulhan. Ketika bangun dari tidurnya ( sebelum waktu zohor/ qailulah ) beliau tertawa kemudian bersabda’” Ada sekelompok manusi dari umatku yang diajak berperang dijalan Allah SWT mengarungi lautan seperti seorang raja yang memimpin keluarganya”.

Ummu Haram binti Mulhan secara spontan berkata,” Wahai Rasulullah SAW , berdoalah kepada Allah SWT agar saya menjadi sebagian dari mereka.

Maka Baginda berdoa dan kemudian kembali beristirahat meletakkan kepalanya di pembaringan. Kemudian beliau bangun dan tertawa.

Ummu Haram kembali bertanya,” Apa yang menyebankanmu tertawa, wahai Rasulullah SAW.?”.

Beliau menjawab,” Ada sekelompok manusia dari umatku yang diajak berperang dijalan Allah mengarungi lautan seperti seorang raja yang memimpin keluarganya.”

Ummu Haram binti Mulhan pun berkata,” Wahai Rasulullah berdoalah kepada Allah agar saya menjadi sebahagian dari mereka.”

Rasulullah saw bersabda,” Engkau adalah golongan pertama.”

Subhanallah …. Perhatikan dan hayatilah… betapa ia merindukan syahidah dijalan Allah. Betapa besar keinginannya menjadi salah seorang pasukan yang berperang fisabilillah.

Ummu Haram binti Mulhan berangkat jihad

Ummu Haram dinikahi oleh Ubadah ibnush-Shamit yang kemudian mengajaknya berlayar. Ummu Haram pun berangkat berlayar mengarungi samudera untuk berjihad. Takdir telah terjadi, ketika berada dilautan selepas perahu terbalik dan ummu Haram meninggal dunia. Semoga Allah SWT meredhainya.

Ibnu Atsir berkata,” Peristiwa itu terjadi ketika pasukan kaum muslimin menakluki Qubrus. Jasad Ummu Haram dikebumikan dikota Qubrus. Panglima masa tersebut adalah Muawiyah bin Abu Sufian pada tahun 27 Hijriah. Masa Khalifah Osman bin Affan.

Demikianlah Jasad Ummu Haram, semoga kita dapat mengambil pengajaran darinya. Betapa keinginan yang mulia ini membawanya ke puncak ketinggian Dalam Islam . Memang banyak wanita yang ingin miliki pencapaian tersebut pada zaman Rasulullah SAW.