Tuesday, May 18, 2010

Tips Meredakan Kemarahan Suami

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/keluarga-sakinah-bahagia.jpg&h=235&w=355&zc=1

TAK ada rumah tangga yang sepi dari masalah. Tidak ada suami yang tidak pernah marah dan emosi. Meski demikian, seorang istri yang cerdas tahu bagaimana meredam kemarahan suaminya dengan tenang dan penuh kecintaan. Dengan adanya kemarahan, jangan pernah berpikir bahwa ‘sumber’ cinta di antara keduanya telah mengering dan ‘daun-daun’nya telah rontok berguguran.

Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu, siapa pun pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman.

Kemarahan suami bukanlah akhir dunia. It’s not the end of the world, but it’s true that is definitely hurt. Menjaga keberlangsungan cinta tergantung pada seberapa besar saling pengertian di antara pasangan suami-istri (pasutri), kepandaian dan kecerdasan sang istri. Kegagalan untuk mengenal dan memahami kemarahan suami berpotensi menggiring Anda ke berbagai problem rumah tangga.

Berikut ini adalah berbagai momen ketika suami marah, dan tips bagaimana seharusnya Anda sebagai istri bertindak:

1. Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya; jangan Anda sambut kemarahannya dengan keluhan mengenai anak-anak atau keruwetan dan keprihatinan rumah tangga. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan kecuali jika dia mengutarakannya. Ingatlah sabda Rasulullah SAW, “Siapa saja istri yang meninggal dunia dalam keadaan suaminya meridhainya, maka dia masuk surga.” (HR. Ibnu Majah).

Setiap kali Anda mengingat hadits tersebut, menyelami dan mempraktikkannya dengan senang dan yakin, Anda akan melihat manfaat yang bakal kembali kepada diri Anda. Pada saat itu Anda akan menikmati rumah tangga bahagia yang jauh dari problematika dan konflik.

…Jika Anda melihat suami Anda marah dan kesal, berusahalah mereda kemarahannya. Jangan membantah dengan pertanyaan tentang hal yang tidak mengenakkan…

2. Ketika Anda melakukan kesalahan dalam suatu pekerjaan, semisal terlambat melaksanakan beberapa tugas domestik karena sibuk berbicara di telepon, dan pada saat itu suami sedang bersama Anda, maka panggillah dia dengan nama yang paling disukainya. Lalu ajukan permintaan maaf dan utarakan alasan keterlambatan Anda menjalankan tugas, sehingga dia merasa bahwa Anda menyadari bahwa tindakan tersebut adalah salah. Bersabarlah dengan ungkapan yang mungkin dilontarkannya kepada Anda. Jika Anda bersabar dan tidak merespons atau mengkritik balik, maka hal demikian telah membuang sebagian kemarahannya. Meminta maaf dapat mendatangkan tawa suami.

Tengoklah bagaimana para istri-istri Rasulullah meminta maaf kepada beliau, meski mereka yang berada dalam posisi marah. Dari Umar bin Khatthab, dia mengatakan, “Kami kaum Quraisy sangat berkuasa terhadap kaum perempuan (istri-istri). Dan ketika kami datang ke tempat orang-orang Anshar, (kami terkejut) karena mereka adalah kaum yang dikalahkan (toleran) oleh istri-istri mereka, maka mulailah istri-istri kami mengambil (meniru) etika perempuan-perempuan Anshar. Kemudian aku bertengkar dengan istriku kemudian dia kembali (meminta maaf) kepadaku, namun aku tidak ingin dia kembali (minta maaf), maka dia bertanya, “Kenapa engkau tidak senang aku kembali kepada engkau? Demi Allah! Sesungguhnya istri-istri Rasulullah SAW kembali (meminta maaf) kepada beliau sekalipun salah seorang di antara mereka marah terhadap Rasulullah dari siang sampai malam hari.” (HR. Al-Bukhari)

3. Jika suami yang marah sedang berbicara, maka jangan sekali-kali Anda menyela. Redakanlah dengan kata-kata lunak dan santun, misalnya, “Aku tahu kamu lelah sekali, maaf sayang aku merepotkan diri,” atau lain sebagainya. Kata-kata seperti ini akan meluluhkan hatinya. Dia akan merasa bahwa Anda memerhatikan diri dan kecemasannya. Dan jangan pula membantah apa yang dikatakan atau diinstruksikannya –jika memang itu baik.

…Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik…

4. Jika suami yang marah sedang berdiri, maka ajaklah dia untuk duduk dan berbicaralah kepadanya dengan baik. Dalam Islam kita diajarkan trik-trik mengatasi kemarahan di antaranya adalah jika sedang marah dalam keadaan berdiri maka hendaknya duduk, dan jika sedang duduk hendaknya berbaring, bisa juga dengan mengambil air wudhu agar mendinginkan emosi kita yang sedang bergolak. Atau ajaklah suami untuk bersujud, maksudnya melakukan shalat sunnah. Dalam sebuah hadits dikatakan,

Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah dia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud).” (HR. At-Tirmidzi)

5. Berusahalah menenangkannya dan menahan emosi Anda, jika Anda ada di pihak yang benar. Berbicaralah kepadanya dengan cara bijak.

6. Ketika dia marah, Anda jangan menyinggung perasaannya dengan berbagai hal. Anda jangan pernah melakukan segala sesuatu yang dia anggap melecehkan dirinya.

7. Ketika suami marah, jangan sampai dia Anda tinggal tidur sendirian. Setelah Anda pastikan bahwa dia sudah lebih tenang, berinisiatiflah melakoni hal-hal yang bisa mendatangkan keridhaannya. Inisiatif dilakukan oleh pihak yang lebih baik pemahaman agama dan akalnya di antara kedua pihak bertikai, atau siapa yang paling memungkinkan dalam masalah marah dan ridha dari keduanya. Seperti yang dikatakan Abu Ad-Darda` kepada Ummu Ad-Darda`, istrinya, “Apabila aku marah, maka redakanlah kemarahanku. Dan jika engkau marah, aku pun akan meredakan kemarahanmu. Jika kita tidak melakukannya, maka bagaimana kita dapat hidup rukun?”

8. Coba sisipkan humor karena terbukti efektif meredakan kemarahan.

9. Ingatlah bahwa rumah yang dipenuhi oleh cinta, kenyamanan, sikap saling menghargai, saling menghormati, dan kesederhanaan dalam segala hal, lebih baik dari rumah yang dipenuhi makanan lezat serta perabotan mewah namun penuh dengan kekesalan hati dan permusuhan.

10. Jangan mudah cemberut. Upayakan agar Anda selalu tersenyum ceria dan berwajah riang. Dengan demikian Anda bisa memberikan kebahagiaan kepada suami dan menikmati hidup bahagia penuh kedamaian serta kesenangan.

…marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya…

Demikianlah, marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Sa’id Al-Khudri, Rasulullah bersabda, “Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridhai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridhai.” (HR. Ahmad).

Semoga tips-tips di atas bisa membantu Anda untuk meredam pasangan hidup Anda, agar dia menjadi orang yang kuat, seperti disinyalir dalam hadits berbunyi, “Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah.”

Bertaubatlah Kepada Allah SWT Pasti Kamu Akan Berjaya

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs550.snc3/30125_389234522538_285926792538_4050280_2414483_n.jpg

31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Sunday, May 16, 2010

Sabar Dan Bersyukur

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs371.snc3/23820_109299749082287_100000067879255_244648_800583_n.jpg

قال -تعالى-: ﴿اعْمَلُوا آلَ دَاوُدَ شُكْراً وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ [سبأ:13]

13. Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tungku). Bekerjalah wahai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.

Manisnya Bertaubat Kepada Allah SWT

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs637.snc3/31965_120004154690459_100000426251662_202234_1786557_n.jpg

Manisnya
Taubat....

Wahai sahabatku sekalian, ayuh, bersangka baiklah
dengan Allah. Sebagaimana kita gembira bertemu dengan kekasih hati, malah Allah
lebih gembira daripada itu. Sebagaimana kita menyayangi kekasih hati
sepenuh jiwa, namun sayangnya Allah lebih daripada itu, betapa luasnya nikmat
pemberian Allah, tapi sayang hanya kita sahaja yang tidak tahu untuk menghargai
pemberiannnya.Banggalah menjadi hamba Allah, tanamkanlah rasa cinta pada
Allah dalam diri kita, kerana cinta Allah pada hambaNya sangat tidak ternilai.

Demi cinta Allah pada hambaNya, Allah telah berfirman,

" dan
Dialah Tuhan yang menerima taubat daripada hamba-hambaNya yang bertaubat, serta
memaafkan kejahatan-kejahatan yang telah mereka lakukan dan Dia mengetahui apa
yang kamu kerjakan", surah an-nisa (4:16)...

Sungguh, Allah telah membukakan pintu rahmatNya di siang hari untuk menerima
taubat hamba-hambaNya di waktu siang, dan membukakan pintu rahmat pada malam
hari hari, untuk menerima taubat hamba-hambaNya pada malam hari.

Tapi,
melihat keadaan kita pada hari ini, yang masih lagi dengan ego dan sombong yang
menebal pada diri..cita-cita tinggi dijulang, mengimpi syurga Allah, namun tanpa
sedar, amalan- amalan yang kita lakukan itu semakin membuatkan kita jauh dari
syurgaNya, jauh dari rahmatNya..

Amatlah rugi bagi mereka yang telah
diberi peringatan, tapi masih bermegah-megah dengan diri sendri, tanpa sedar apa
yang kita miliki ini semuanya adalah milik Allah. Alangkah sedihnya Allah,
seakan tiada siapa lagi yang memerlukanNya, seakan tiada siapa yang mahukan
taubatnya diterima, seakan tiada siapa yang mahu dosanya diampunkan, dan..seakan
tiada siapa yang berlumba-lumba untuk meraih cintaNya Yang Maha Pengasih, lagi
Pemurah itu..

Suber Rujukan :

Faradiana Fiffy

Saturday, May 15, 2010

Hikmah Pengharaman Zina Dalam Islam

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs379.snc3/24224_116640935023489_100000327503999_188677_8351297_n.jpg

Hikmah larangan berzina sudah dimaklumi umum. Akibat buruknya juga terbukti hari ini, kes pembuangan bayi serta pembunuhan pasangan kekasih adalah bertitik tolak daripada perlanggaran perintah Allah.

Walaupun Islam sudah menggariskan cara hidup yang sempurna merangkumi semua aspek, ada segelintir pihak mahu melanggarnya. Maka timbullah pelbagai kejadian tidak diingini dan tidak dapat diterima fitrah manusia. Zina adalah perbuatan keji yang boleh mengaibkan pemilik maruah diri, keluarga dan agama. Zina juga membawa kerosakan pada bumi. dan dapat dilihat dalam perkembangan sosial sekarang, hubungan intim tidak lagi menjadi asing dalam budaya hidup moden.
Akibatnya, janin digugurkan dan anak yang tidak sah taraf lahir, dibuang merata malah dibiarkan mati. Perbuatan ini boleh disamakan dengan pembunuhan yang balasannya juga adalah nyawa, mengikut hukum Tuhan.
Firman Allah: “Dan janganlah kamu membunuh diri seseorang manusia yang diharamkan oleh Allah membunuhnya kecuali dengan alasan yang benar.” (Surah al-Israa’: 33)

Berzina sehingga melahirkan anak tidak sah taraf juga meninggalkan implikasi lain yang bersifat jangka panjang terhadap anak terbabit seperti rosaknya nasab. Allah berfirman maksudnya: “Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat yang membawa kerosakan.” (Surah Al-Israa’: 32)

Buruknya zina dapat dinilai melalui amaran Allah dalam ayat itu supaya hamba-Nya tidak menghampiri sebarang perbuatan yang mendorong kepada zina.

Kebanyakan pengamal zina hari ini tahu dan faham akan larangan itu tetapi tidak berusaha menjauhinya. Apa lagi yang mampu mengelakkan golongan ini menjauhi zina melainkan kesedaran beragama dan pemantauan orang di sekeliling?
Memang benar, sekiranya empunya badan tidak berusaha kembali ke pangkal jalan, sudah tentulah tidak ada apa yang boleh merubah keadaan. Di negara yang taraf pendidikan rakyatnya tinggi, kedangkalan ilmu tidak menjadi sebab perbuatan jahiliyah ini semakin berleluasa. Apatah lagi ilmu agama hari ini mudah diperoleh dan disampaikan kepada setiap golongan masyarakat secara langsung atau tidak langsung. Mungkin juga tarbiyah hati yang kurang mencukupi menyebabkan nafsu tidak terhalang daripada terus membuat kerosakan di bumi dan akal pula tidak boleh menjadi pedoman meskipun mampu berfikir.

Walau apa pun alasannya, mencari ruang kesalahan tidak cukup untuk membetulkan keadaan. Sebaliknya, setiap ahli masyarakat perlu memainkan peranan yang sepatutnya untuk tidak membenarkan perbuatan zina berlaku di mana-mana, baik di rumah sendiri, bilik hotel, dalam semak atau di rumah tumpangan. Mengharapkan sehingga setiap individu mempunyai kesedaran tentulah tidak merancakkan langkah pencegahan, walaupun itulah yang terbaik untuk mengatasinya.

Firman Allah bermaksud: “Dan hendaklah ada di antara kamu puak yang menyeru berdakwah kepada kebajikan mengembangkan Islam dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik serta melarang daripada segala yang salah, buruk dan keji, dan mereka yang bersifat demikian ialah orang-orang yang berjaya.” (Surah Ali ‘Imran: 104)

Individu Islam tidak boleh menolak daripada berpegang teguh kepada ajaran al-Quran dan as-Sunnah. Dengan berpegang ajaran inilah manusia tidak akan terpesong daripada kebenaran atau sesat akidahnya, sama ada melalui perkataan atau perbuatan, seperti sabda Rasulullah: “Dari Ibni Abbas r.a ia berkata: Sabda Rasulullah – Sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kamu dua perkara yang kamu tidak akan sama sekali sesat selama mana kamu berpegang kepada keduanya, kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.” (Hadis riwayat Al-Imam Al-Hakim)

Oleh Nik Salida Suhaila Nik Salleh

Friday, May 14, 2010

Doa Agar Dikurniakan Yang Anak Soleh

http://www.arrahmah.com/images/stories/photonews/Festival-Abna-Syuhada/abna-syuhada-1.jpg

Kehadiran anak pasti sangat dinantikan oleh pasangan suami istri. Terlebih bagi mereka yang usia pernikahannya sudah berlalu beberapa tahun. Untuk mendapatkan keturunan, apapun akan diusahakan.

Usaha memang harus diupayakan, namun berdoa juga tidak boleh ditinggalkan. Bahkan orang yang hanya mengedepankan usaha tanpa berdoa terkategori orang sombong. Seolah-olah usahanya lah yang bisa merealisasikan kemauannya tanpa peran Allah Subhanahu Wa Ta'ala sebagai pencipta.

Usaha memang harus diupayakan, namun berdoa juga tidak boleh ditinggalkan.

Dalam Al-Qur'an ada beberapa doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba Allah yang shalih agar dikaruniakan dzurriyah tayyibah yang menjadi qurrata a'yun. Dari doa mereka tersebut, Allah berkenan mengabulkan dan mengaruniakan keturunan yang shalih. Apalah artinya seorang anak, jika akhirnya ia menjadi musuh Allah. Memang di masa kecilnya ia menjadi permata, namun ketika sudah besar ia menjadi bencana.

1. Doa Nabi Ibrahim 'alaihis salam

"Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shaleh," (QS. Ash-Shafat: 100).

Anak shalih yang dimohon Ibrahim dalam doanya adalah anak yang taat kepada Allah sebagai ganti dari kaumnya yang dia tinggalkan karena sudah tak bisa lagi diharapkan akan beriman. Kemudian Allah karuniakan seorang ghulaam haliim (seorang anak yang amat sabar), yaitu Ismail 'alaihis salam. Dialah anak pertama Nabi Ibrahim berdasarkan kesepakan kaum muslimin, bahkan disepakati juga oleh Ahlul kitab.

Anak shalih yang dimohon Ibrahim dalam doanya adalah anak yang taat kepada Allah sebagai ganti dari kaumnya yang dia tinggalkan karena sudah tak bisa lagi diharapkan akan beriman.

2. Doa Nabi Zakaria 'alaihis salam

"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa," (QS. Ali Imran: 38).

Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Zakaria setelah melihat kondisi Maryam yang mengabdikan dirinya di Mihrab hanya untuk Ibadah kepada Allah. "Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: 'Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?' Maryam menjawab: 'Makanan itu dari sisi Allah'. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab." (QS. Ali Imran: 37)

Setelah Nabi Zakaria melihat karunia Allah atas Maryam berupa makanan dan buah-buahan musim dingin pada musim panas dan buah-buahan musim panas pada musim dingin tanpa usaha dan bekerja, maka dia pun berharap, bermunajat, dan berdoa kepada Allah agar dikaruniakan anak, walaupun usianya sudah tua sementara istrinya sudah tua dan mandul. Namun demikian dia tidak berputus asa dan berdoa dengan doa di atas.

Dzurriyah Thayyibah maknanya adalah anak yang shalih, berakhlak, dan beradab agar sempurna nikmat dien dan dunianya.

Kemudian Allah mengabulkan doanya dengan kelahiran Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang shaleh.

3. Doa 'ibadur rahman (hamba-hamba Allah yang shalih)

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa," (QS. Al-Furqan: 74).

Istri dan keturunan yang menjadi qurrata a'yun (penyenang hati), adalah yang senantiasa taat kepada Allah dan beribadah kepada-Nya semata, Dzat yang tiada sekutu bagi-Nya.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah memaknakan "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)," adalah yang taat kepada Allah, karena tiada sesuatu yang lebih membuat senang pandangan seorang mukmin dari pada melihat orang yang dicintainya dalam ketaatan.

Thursday, May 13, 2010

Rahmat Allah SWT Yang Maha Luas

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs543.snc3/29747_1440905951077_1485907360_1115474_2176436_n.jpg

53. Katakanlah: "Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[1314]. Dalam hubungan ini lihat surat An Nisa ayat 48.

Tuesday, May 11, 2010

Enam Cara untuk Meningkatkan Energi

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/hadits-shadaqah.jpg&h=235&w=355&zc=1

Oleh: dr. Marfuatus S.

Anda seorang yang mempunyai aktivitas yang luar biasa sibuknya? Anda seorang Pengusaha, PNS, Karyawan, Dosen, Wartawan atau Ibu rumah tangga yang sering merasakan kelelahan atau lebih cepat merasakan capek setelah melakukan aktifitas rutin?

Berikut adalah strategi jitu yang Kami sarankan untuk melawan kelelahan dan kecapekan yang anda rasakan. Iya benar! ketika Anda sudah dalam keadaan lelah dan capek maka Anda merasa seperti mobil yang kehabisan bensin. Di lain pihak hari kerja resmi Anda dapat segera berakhir, hari Anda yang tidak mungkin akan bisa kembali.

...Iya benar! ketika Anda sudah dalam keadaan lelah dan capek maka Anda merasa seperti mobil yang kehabisan bensin. Di lain pihak hari kerja resmi Anda dapat segera berakhir, hari Anda yang tidak mungkin akan bisa kembali...

Apalagi jika Anda adalah seorang wanita karir, mungkin Anda akan melakukan daftar yang mungkin masih mencakup beberapa atau semua tugas-tugas berikut yang akan membuat super capek dan lelah, selain dengan aktivitas rutin anda di kantor di antaranya: menjemput anak-anak, memasak sarapan atau makan malam, berolahraga, mengawasi pekerjaan rumah, merawat orangtua yang semakin menua, berjalan dan memberi makan hewan kesukaan anda atau memberi makan kucing, mengejar tagihan listrik dan telpon atau mengurus pekerjaan rumah tangga.

Bagaimana?? Wow.. mungkin dengan membaca daftar saja dapat membuat Anda merasa lelah dan capek kan??. Selain itu kemalasan dalam bekerja juga terjadi ketika Anda memulai hari kerja baru, setelah Anda berlibur panjang maka kebiasaan yang muncul adalah kemalasan untuk kembali mengisi rutinitas kerja Anda. Anda merasa energi Anda sudah habis untuk liburan sehingga perasaan kecapekan menghantui Anda untuk kembali bekerja.

Nah, dari sini Kami menawarkan enam strategi jitu yang sudah terbukti bisa digunakan untuk melawan kelelahan dan kecapekan yang Anda Rasakan. Beberapa strategi jitu ini menawarkan Anda melalui peningkatan energi instan dan strategi yang lain adalah pengobatan jangka panjang. Anda akan memerlukan sedikit atau lebih banyak kesabaran, tetapi hal itu akan dibayar lebih besar dalam waktu yang relatif jangka panjang. Setelah Anda menguasai energi ini maka energi ini akan mendorong strategi Anda, salah satu dari strategi ini dapat membuat Anda merasa seperti habis tune-up tubuh Anda.

1. Raihlah energi instan dari makanan-makanan sehat

Anda mungkin berpikir "Permen!" adalah salah satu cara untuk meningkatkan kadar glukosa dalam tubuh anda, tetapi perlu Anda ketahui bahwa meningkatkan gula hanya akan membuat Anda tertinggal lagi dalam satu jam.

"Kami menyarankan untuk meningkatkan energi instan melalui makan makanan kecil yang sehat yang mengandung protein dan karbohidrat komplek", begitu saran dr. Christine Gerbstadt, MPH, RD, juru bicara American Dietetic Association dan peneliti di Drexel University di Philadelphia.

Gerbstadt menambahkan "Salah satu makanan atau asupan untuk mencari karbohidrat kompleks adalah terdapat dalam produk roti gandum. Cobalah biskuit gandum dengan keju rendah lemak, atau sandwich selai kacang pada roti gandum." kata Gerbstadt.

"Dalam beberapa makanan tadi terdapat kombinasi protein dan karbohidrat kompleks (karbohidrat kompleks dapat dicerna lebih lambat dari karbohidrat sederhana) dan akan meningkatkan glukosa darah secara berkesinambungan," kata Gerbstadt. "Dan ini dapat meningkatkan energi lebih lama daripada jika Anda makan permen jelly, misalnya."

2. Makan makanan berkarbohidrat dan berserat

Untuk peningkatan energu jangka pendek dan jangka panjang, Kami menyarankan Anda untuk membuat kebiasaan makan makanan berserat tinggi, sarapan yang kaya karbohidrat, begitu kata Jaimie Davis, PhD, RD, Peneliti di Institut Penelitian dan Pencegahan di University of Southern California, Los Angeles.

Sebagai bukti keberhasilannya, Davis menunjukan sebuah riset yang membandingkan efek dari dua sarapan yang kaya karbohidrat (makanan satu berserat tinggi dan yang satu berserat rendah) dengan dua sarapan berlemak tinggi. Tinggi serat, makanan berkarbohidrat tinggi dikaitkan dengan tingkat tertinggi kewaspadaan antara sarapan dan makan siang. Studi ini dipublikasikan dalam International Journal of Food Sciences and Nutrition.

Untuk meningkatkan serat dan karbohidrat dalam sarapan Anda, maka pilihlah jenis makanan seperti roti gandum atau sereal berserat tinggi. Setengah cangkir sereal berserat tinggi dapat berisi sebanyak 14 gram serat, dan beberapa roti berserat tinggi memiliki 6 gram per slicenya. Tujuan pengkonsumsian ini untuk memenuhi kebutuhan serat selama sehari yaitu 25 sampai 30 gram total serat/hari. Namun Davis mencatat bahwa kebanyakan orang Amerika mungkin hanya bisa 10-15 gram. Bagaimana dengan Indonesia?

3. Istirahatlah secukupnya

Berbagai jadwal kegiatan rutin harian dipandang sebagai suatu pola atau cara untuk mendapatkan banyak hal yang dilakukan dengan cepat. Tetapi dengan mengambil istirahat sejenak dan melakukan apa pun secara rileks selama beberapa menit dapat membantu Anda mengatasi kelelahan dan benar-benar mendapatkan lebih banyak hal untuk dilakukan dalam satu hari, kata Jon Gordon, konsultan yang berbasis di Florida yang telah terbiasa memberikan nasihat pada perusahaan-perusahaan dan atlet tentang bagaimana cara untuk tetap bersemangat kerja.

Salah satunya adalah dengan istirahat sejenak dalam waktu 5 atau 10 menit atau bahkan kurang, karena hal ini dapat meningkatkan energi Anda segera, dan membuat waktu istirahat ini menjadi kebiasaan untuk menyimpan energi Anda sampai waktu jangka panjang, katanya.

"Jika Anda membiasakan istirahat pendek dalam setiap hari, maka Anda akan memiliki lebih banyak prestasi secara menyeluruh" kata Gordon yang juga pengarang buku The Energi Bus.

Sebuah riset tentang kinerja manusia yang dilakukan di Louisiana State University dan dipublikasikan dalam jurnal Komputer dan Teknik Industri, menyimpulkan bahwa peneliti membandingkan tiga jadwal kerja-istirahat bagi para pekerja yang menggunakan komputer. Dari jadwal tersebut memungkinkan bekerja lebih singkat, dan lebih sering istirahat adalah kondisi terbaik dalam hal memerangi kelelahan dan meningkatkan produktivitas.

Dalam riset peneliti menemukan bahwa para pekerja yang mengambil empat kali istirahat per jam, dengan waktu istirahat 30 detik dan diikuti dengan 14-menit istirahat setelah dua jam duduk di depan komputer, melaporkan dapat meningkatkan kinerja yang lebih tinggi dan bekerja lebih cepat, lebih akurat daripada rekan kerja mereka (yang tidak melakukan hal ini).

4. Lakukanlah pergerakan atau jalan-jalan di sekitar kantor

Kemudian untuk meningkatkan energi instan selanjutnya, Kami menyarankan anda keluar dari kesibukan rutinitas Anda selama 10 menit dengan berjalan-jalan atau menyusuri lorong-lorong kantor Anda. "Berjalan adalah pembangkit energi," ujar Gordon. Bahkan 10 menit berjalan kaki dapat membantu Anda mengatasi perasaan kelelahan.

Dan benar, berjalan kaki bekerja lebih baik daripada gula infus. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dua dekade lalu, namun masih sering dikutip, Robert Thayer, PhD, seorang profesor di Universitas California, Long Beach, telah membandingkan efek pemberian energi pada 12 hari yang berbeda pada 18 subjek, baik makan permen atau berjalan cepat selama 10 menit .
Berjalan adalah pilihan yang lebih baik. Dengan berjalan maka dapat meningkat energi selama dua jam. Kudapan gula awalnya memang meningkatkan energi, tapi setelah satu jam, para peserta lebih lelah dan kurang energi.

5. Relaksasi dan renungan santai

Sejumlah penelitian telah menunjukkan efek memerangi kelelahan dengan cara rilaksasi, Anda tidak perlu menyalakan lilin, duduk bersila, atau belajar mantra-mantra syirik. Relaksasi mini dapat keajaiban yang luar biasa, kata dr. Judith Orloff, seorang asisten profesor psikiatri klinis di University of California, Los Angeles dan pengarang buku Positifly Energy.

"Seorang dengan membiasakan tiga menit untuk berelaksasi adalah cara yang tepat untuk menenangkan diri" katanya. "Anda dapat mengisi energi anda sendiri dengan relaksasi. Dan Anda dapat mengontrol energi Anda."

Orloff juga menyarankan berlibur untuk awal yang positif dengan relaksasi mini ketika Anda masih di tempat tidur, kemudian dilanjutkan dengan relaksasi-istirahat singkat sepanjang hari. Anda dapat melakukannya di setiap tempat yang tenang di rumah atau di kantor Anda, kata Orloff. Bahkan Anda dapat menggunakan kamar mandi kantor untuk meningkatkan energi instan dengan cara ini.
"Tutup mata Anda dan ambillah beberapa napas dalam-dalam," kata Orloff. "Mulailah untuk rileks tubuh Anda. Ketika pikiran datang, anggaplah anda berada seperti diatas awan di langit. Biarkan diri anda melayang. Visualisasikan hal yang positif - matahari terbenam, pantai di Hawaii." dan Anda akan segar bugar kembali.

6. Berkumpullah dengan orang-orang Sholeh

Untuk meningkatkan jumlah energi dalam kehidupan Anda jangka panjang, para ahli menyarankan Anda untuk bergaul dengan orang-orang yang positif atau orang-orang sholeh bila memungkinkan. Tentu saja, Anda tidak dapat selalu menghindari orang yang negatif, seperti bos yang murung dan mengeluh karena belanja pegawai yang sepertinya selalu menjadikan orang lain memeriksa Anda.

Orang-orang negatif (pemalas, pemarah, tidak sholeh) memang dapat melakukan lebih dari menurunkan suasana hati Anda, kata Orloff. Beberapa orang dapat membuat Anda merasa begitu ditekan karena kehadiran mereka dan mereka bisa menyebabkan reaksi stres dalam tubuh Anda. Istilah Orloff mereka adalah "energi vampir". Dan stres adalah saluran energi terbesar dari mereka. "Stres seperti sesuatu membakar adrenalin Anda" kata Orloff, "dan ketika dibakar adrenalin Anda maka membuat anda tidak memiliki energi."

Tidak yakin apakah seseorang yang cukup negatif bisa mempengaruhi tingkat energi Anda? Dengan menganalisis bagaimana Anda merasakan dalam kehadiran mereka, kata Orloff. Jika, setelah beberapa menit Anda bersama-sama mereka, maka Anda merasa seperti Anda ingin tidur siang, atau jika Anda tiba-tiba kentut, dan ini memberikan tanda bahwa seseorang tersebut benar-benar membuat Anda tegang. Bahkan mungkin Anda menemukan diri Anda merasa mual atau pusing atau merasakan sakit kepala. "Emosi adalah penangkapan," katanya.

Senaman Minda atau Otak

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/allbrain01.jpg&h=235&w=355&zc=1

Tahukah anda bahwa otak kita terdiri dari 10 milyar sel syaraf (neutron). Seringkali otak kita kehilangan konsentrasi, apalagi saat kita dalam keadaan lelah, tertekan, atau bahkan stess, jadi kita butuh senaman otak untuk menyegarkan otak kita. Tujuannya adalah untuk menjadikan sisi kiri dan sisi kanan otak kita bekerja dengan selaras, sehingga jangan sampai ada salah satu bagian yang terganggu. Untuk pencegahannya, berikut ini tata caranya :

Minum Air Putih

Meminum air putih merupakan dasar perawatan otak dan system syaraf. Berguna untuk membuat rileks pikiran dan badan, sehingga otak kita lebih siap untuk menerima informasi.

Membuat Angka 8

Cobalah untuk membuat angka delapan diudara didepan anda, mulai dari sisi kiri, bergerak ke bawah, bergerak ke tengah, naik keatas, kemudian bergerak untuk menyelesaikan bagian atas, cobalah selama lima menit, terutama sebelum membaca pelajaran atau hafalan. Hal ini dapat mengurangi rasa kantuk dan dapat menghafal lebih jelas. Gunanya untuk meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman yang menggabungkan otak kiri dengan otak kanan.

Menekan Kening

Caranya tekan kening perlahan-lahan, tekan dengan menggunakan dua jari pada kening sebelah kiri dan kanan kira-kita tepat di tengah-tengah garis antara garis rambut dan alis, tahan selama tiga sampai sepuluh menit. Gunanya untuk melepaskan ketegangan dan meningkatkan aliran darah ke otak.

Menguap

Dengan menguap sembari memijat rahang, akan membuat pandangan anda menjadi lebih rileks dan mampu menjaga konsentrasi ketika anda banyak mengalami tekanan mental.

Menggambar Coretan

Gambarlah coretan apa saja pada kertas dengan menggunakan kedua tangan secara bersamaan. Hal ini baik untuk meningkatkan kemampuan koordinasi dengan menyelaraskan kedua sisi otak. Ini juga akan membantu untuk mengikuti arahan secara lebih efektif dan memperbaiki teknik pengucapan serta kemampuan matematis.

Menggosok Pusar Dan Dada

Letakkanlah satu tangan anda pada pusar, sementara tangan lain di tulang dada (tepat di bawah tulang leher) gosoklah kedua bagian tersebut dengan lembut selama kurang lebih sepuluh detik. Berguna untuk mengurangi kebingungan, merangsang energi, serta membantu berfikir dengan lebih jernih.

Dengan beberapa latihan tadi, sikap easy going akan membantu dalam upaya meminimalisir gangguan-gangguan pada otak kita, karena konsentrasi merupakan kebiasaan yang dapat dilatih dan bukan bakat ataupun bawaan. Semoga bermanfaat.

Sunday, May 9, 2010

Perempuan yang tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium bau Syurga.

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs339.ash1/29102_390241646156_242238966156_4590773_5332295_n.jpg
Perempuan yang menutup aurat tetapi sanggul rambutnya seperti bonggol unta, maka dia tidak akan masuk Syurga dan tidak akan dapat mencium bau Syurga. seperti maksud hadis dibawah.


حدثني زهير بن حرب حدثنا جرير عن سهيل عن أبيه عن أبي هريرة قال قال رسول الله صل الله عليه وسلم (( صنفان من أهل النار لم أرهما قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رءوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وإن ريحها ليوجد من مسيرة كذا وكذا )) رواه الامام مسلم في صحيحه
--------

ما معنى قول الرسول عليه الصلاة والسلام في الحديث مائلات مميلات ؟.

الحمد لله

هذا حديث صحيح
رواه مسلم في صحيحه عن النبي صل الله عليه وسلم أنه قال :
(( صنفان من أهل النار لم أرهما رجال بأيديهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة ولا يجدن ريحها )
وهذا وعيد عظيم يجب الحذر مما دل عليه
فالرجال الذين في أيديهم سياط كأذناب البقر
هم من يتولى ضرب الناس بغير حق
من شرط أو من غيرهم
سواء كان ذلك بأمر الدولة أو بغير أمر الدولة
فالدولة إنما تطاع في المعروف

قال صل الله عليه وسلم :
( إنما الطاعة في المعروف )

وقال عليه الصلاة والسلام :
( لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق )

وأما قوله صل الله عليه وسلم :
( نساء كاسيات عاريات مائلات مميلات )
فقد فسر ذلك أهل العلم بأن معنى
(( كاسيات))
يعني من نعم الله .
------------
((عاريات))
يعني من شكرها
لم يقمن بطاعة الله
ولم يتركن المعاصي والسيئات مع إنعام الله عليهن بالمال وغيره

وفسر الحديث أيضا بمعنى آخر
وهو أنهن كاسيات كسوة لا تسترهن إما لرقتها أو لقصورها
فلا يحصل بها المقصود

ولهذا قال :
(( عاريات))
لأن الكسوة التي عليهن لم تستر عوراتهن .

(( مائلات))
يعني :
عن العفة والاستقامة .
أي عندهن معاصي وسيئات كاللائي يتعاطين الفاحشة
أو يقصرن في أداء الفرائض
من الصلوات وغيرها

((مميلات))
يعني :
ميلات لغيرهن
أي يدعين إلى الشر والفساد
فهن بأفعالهن وأقوالهن يملن غيرهن إلى الفساد والمعاصي ويتعاطين الفواحش لعدم إيمانهن أو لضعفه وقلته
والمقصود من هذا الحديث الصحيح
هو التحذير من الظلم
وأنواع الفساد من الرجال والنساء .
--------------
وقوله صل الله عليه وسلم :
( رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة )
قال بعض أهل العلم :
إنهن يعظمن الرءوس بما يجعلن عليها من شعر ولفائف وغير ذلك
حتى تكون مثل أسنمة البخت المائلة

= البخت نوع من الإبل لها سنامان
بينهما شيء من الانخفاض والميلان
هذا مائل إلى جهة وهذا مائل إلى جهة

=فهؤلاء النسوة لما عظمن رءوسهن وكبرن رءوسهن بما جعلن عليها أشبهن هذه الأسنمة .

Saturday, May 8, 2010

Cara Mengatasi Sifat Malas

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs457.ash1/25163_101754876530047_100000866058878_35428_7358332_n.jpg

Imam al-Haddad pernah ditanya mengenai ubat bagi orang yang merasa berat untuk melakukan kebajikan dan cenderung mengikut hawa nafsu. Beliau menjawab:-

Ketahuilah bahawa malas beribadah dan cenderung mengikut hawa nafsu ini disebabkan oleh 4 perkara.

(1) kejahilan, cara mengatasinya ialah dengan menuntut ilmu yang bermanfaat;

(2) lemah iman, cara mengatasinya ialah dengan bertafakkur mengenai kekuasaan Allah di langit dan bumi serta tekun beramal sholeh;

(3) panjang angan-angan, cara mengatasinya ialah dengan ingatkan mati dan menyedari bahawa kematian dapat datang setiap saat; dan

(4) makan sesuatu yang syubhat, cara mengatasinya ialah dengan bersikap warak dan sedikit makan

Wanita Solehah Lebih Cantik Daripada Bidadari

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/coy.jpg&h=235&w=355&zc=1

Daripada Umm Salamah, isteri Nabi SAW, katanya(di dalam sebuah hadis yang panjang):

Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Adakah wanita di dunia lebih baik atau bidadari?”

Baginda menjawab, “Wanita di dunia lebih baik daripada bidadari sebagaimana yang zahir lebih baik daripada yang batin.”

Aku berkata, “Wahai Rasulullah! Bagaimanakah itu?”

Baginda menjawab, “Dengan solat, puasa dan ibadat mereka kepada Allah, Allah akan memakaikan muka-muka mereka dengan cahaya dan jasad mereka dengan sutera yang berwarna putih,berpakaian hijau dan berperhiasan kuning….(hingga akhir hadis)” (riwayat al-Tabrani)

Terkejut bila membaca hadis ni dan ingin berkongsi bersama rakan-rakan lain. Sungguh tinggi darjat wanita solehah, sehingga dikatakan lebih baik daripada bidadari syurga. Semoga hadis ini menjadi inspirasi bagi kita semua dalam memperbaiki diri agar menjadi lebih baik daripada bidadari syurga. InsyaAllah..

Tapi, bagaimana yang dikatakan wanita solehah itu?
Ikuti kisah berikut, semoga kita sama-sama beroleh pengajaran.

Seorang gadis kecil bertanya ayahnya “ayah ceritakanlah padaku perihal muslimah sejati?”

Si ayah pun menjawab “anakku,seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi.itulah yang terbaik”

Si ayah terus menyambung
“muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona,tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran”

Berdasarkan ayat 31,surah An Nurr,Abdullah ibn abbas dan lain-lainya berpendapat.Seseorang wanita islam hanya boleh mendedahkan wajah,dua tapak tangan dan cincinnya di hadapan lelaki yang bukan mahram(As syeikh said hawa di dalam kitabnya Al Asas fit Tasir)

“Janganlah perempuan -perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga menghairahkan orang yang ada perasaan dalam hatinya,tetapi ucapkanlah perkataan yang baik-baik”(surah Al Ahzab:32)

“lantas apa lagi ayah?”sahut puteri kecil terus ingin tahu.
“ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya.
Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhuwatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhuwatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda.muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa redha dan kehambaan kepada TUHAN nya,dan ia sentiasa bersyukur dengan segala kurniaan yang diberi”

“dan ingatlah anakku muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul”

Setelah itu si anak bertanya”Siapakah yang memiliki criteria seperti itu ayah?Bolehkah saya menjadi sepertinya?mampu dan layakkah saya ayah?”

Si ayah memberikan sebuah buku dan berkata”pelajarilah mereka!supaya kamu berjaya nanti.INSYA ALLAH kamu juga boleh menjadi muslimah sejati dan wanita yang solehah kelak,malah semua wanita boleh”

Si anak pun segera mengambil buku tersebut lalu terlihatlah sebaris perkataan berbunyi ISTERI RASULULLAH.

“Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu ,puasa di bulan ramadhan ,menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya,maka masuklah ia ke dalam syurga dari pintu-pintu yang ia kehendakinya”(riwayat Al Bazzar)

(Sumber : Rakan Masjid UTP)

Thursday, May 6, 2010

Benarkah IbuBapa RasuluLlah SAW Musyrik Dan Berada Di Neraka ?

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs605.snc3/31871_114757158560305_110007402368614_93031_2643117_n.jpg

Dimasukkan oleh IbnuNafis Label:

Sedangkan pendapat yang digembar gemburkan oleh orang yang tidak sependapat adalah disebabkan ada dua hadith ahad yang berlawanan dengan kandungan ayat-ayat qat’ie sebagaimana disebutkan. Dua hadith itu adalah riwayat Muslim iaitu :

Pertama :

RasuluLlah sallaLLahu ‘alaihi wasallam bersabda :

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : (استاذنت ربي أن أستغفر لأمي فلم يأذن لي, وأستأذنته أن أزور قبرها فأذن لي ) رواه مسلم

“Aku meminta iin kepada Tuhanku untuk memohonkan ampun bagi ibuku, maka Dia tidak mengizinkanku. Dan, aku meminta izin untuk menziarahi kuburnya, maka Dia mengizinkanku.

(Hadith riwayat Muslim, Sahih Muslim, vol 2, hlm 671)

Kedua :

أن رجلا قال : يا رسول الله, أين أبي ؟ قال : في النار. فلما قضى دعاه. فقال : إن أبي و أباك في النار.

رواه مسلم

“Seorang lelaki berkata : “Wahai RasuluLlah , dimanakah ayahku ? Baginda menjawab. “Di dalam neraka.” Lalu setelah selesai (melakukan sesuatu), Baginda sallaLlahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu berkata, “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di dalam neraka

(Hadith Riwayat Muslim, Sohih Muslim, vol 1, hlm 191)

Jawapan terhadap mereka sebagai berikut :

Jelaslah bahawa pada hadith pertama tidak terdapat pengungkapan yang tegas bahawa ibu Nabi Muhammad sallaLlahu ‘alaihi wasallam di dalam neraka. Tidak mendapat izin untuk memohonkan ampun tidak bererti menunjukkan bahawa dia musyrik. Jika tidak, tentu tidak mungkin Tuhannya mengizinkan untuk menziarahi kuburnya. Sebab tidak boleh menziarahi kubur orang-orang musyrik dan berbakti kepada mereka. Sedangkan hadith kedua masih ditafsirkan, tetang apa yang Baginda sallaLlahu ‘alaihi wasallam maksudkan mengenai bapa saudaranya (Abu Thalib) yang meninggal dunia setelah bi’tsah (waktu pertama kali Nabi sallaLlahu ‘alaihi wasallam rasmi diutus dengan turunnya wahyu) dan tidak menyatakan keIslamannya. Orang Arab selalu menggunakan kata “ayah” untuk “bapa saudara” sebagaimana yang dinyatakan di dalam firman Allah subahanahu wa Ta’ala tentang Nabi Ibrahim ‘alaihissalam :

۞ وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٲهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصۡنَامًا ءَالِهَةً‌ۖ إِنِّىٓ أَرَٮٰكَ وَقَوۡمَكَ فِى ضَلَـٰلٍ۬ مُّبِينٍ۬ (٧٤)

Ertinya : “Dan (ingatlah) di waktu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata kepada bapanya, Aazar (Di antara muassirin ada yang berpendapat bahawa yang dimaksud dengan Abiihi (bapanya) ialah bapa saudaranya), “Patutkah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan?”

(Surah al An’am ayat 74)

Sedangkan ayah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bernama Tarikh atau Tarih, sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Kathir dan para ahli tafsir yang lain.

Apabila orang yang tidak sependapat tersebut, menolak penakwilan ini dan tetap ingin berpegang dengan zahir nas pada hadith yang kedua disebabkan tidak mendapat dukungan yang memuaskan daripada zahir hadith nas yang pertama. Maka kami menyatakan kepadanya bahawa berdasarkan pendapat dan hujah kalian; apabila kita memandang kedua-dua hadith tersebut sebagai dalil yang menunjukkan bahawa kedua-dua ibubapa Nabi sallaLlahu ‘alaihi wasallam tidak selamat (daripada neraka) maka hal itu membuat kita menolak kedua-dua hadith tersebut sebab percanggahan kedua-duanya dengan ayat-ayat yang qot’ie dan tegas yang menetapkan pendapat para Imam dan para ‘ulama sejak berabad-abad. Al Hafiz Al Khatib al Baghdadi telah menyatakan dengan tegas mengenai kaedah ini dengan mengatakan :

“Apabila orang yang thiqah dan terpercaya meriwayatkan sebuah khabar yang bersambung sanadnya, (khabar) itu ditolak atas beberapa perkara : bahawa ia menyalahi nas (ungkapan tegas) al Quran dan Sunnah yang mutawattir , sehingga diketahui tidak ada dasar baginya atau ‘mansukh’ (dipinda dan dibatalkan).

(Al Baghdadi, Al Faqih wa al Mutafaqqih, hlm 132)

Para ahli hadith seperti Imam Bukhari dan Al Madin menolak hadith,

“ALlah subahanahu wa ta’ala menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan gunung-gunung di atasnya pada hari Ahad, menciptakan pohon pada hari isnin, menciptakan sesuatu yang dibenci (bencana dll) pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, menyebarkan binatang di muka bumi pada hari Khamis, dan menciptakan Nabi Adam ‘alahissalam setelah asar pada hari Jumaat, pada akhir penciptaan, pada waktu terakhir dari waktu-waktu hari Jumaat di antara waktu Asar hingga malam hari

(Hadith Riwayat Muslim, Sohih Muslim, vol 4, hlm 2149)

Mereka menolaknya atas sebab ia bertentangan dengan al Quran sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Kathir di dalam tafsirnya terhadap firman Allah subahanahu wa Ta’ala :

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ۬

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah subahanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa

(Surah al A’raf ayat 54) (Ibnu Kathir, Tafsir Ibnu Kathir, vol 2, hlm 230)

Sekarang, silakan orang yang tidak sependapat untuk memilih mana yang ingin diambil; menggunakan takwil, dan ini lebih utama sebab tidak ada penolakan terhadap dalil-dalil atau menolak khabar-khabar ahad tersebut yang bertentangan dengan nas yang qat’ie dan tegas dari Al Quran al Karim dan ini adalah kaedah yang dihadapi oleh para imam terkemuka.

Walaubagaimanapun, dapat disimpulkan di sini bahawa pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahawa kedua-dua ibubapa Nabi sallaLlahu ‘alaihi wasallam itu selamat (tidak masuk neraka), begitu juga dengan seluruh nenek moyangnya. Semoga Allah subahanahu wa ta’ala menganugerahkan kepada kita cinta yag mendalam terhadap Baginda sallaLlahu ‘alaihi wasallam dengan mengenal darjatnya (keturunan Nabi sallaLlahu ‘alaihi wasallam) dengan baik. Akhirnya, sama-samalah kita berdoa kepada Allah subahanahu wa Ta’ala. “AlhamduliLlahi Robbil ‘alamin (segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam)” Dan, Allah subahanahu wa Ta’ala Maha Tinggi dan lagi Maha Mengetahui.

Sumber : Prof Dr Ali Jum’ah, Penjelasan Terhadap Masalah-masalah KhilafiahAl Bayan – Al Qawin li Tashbih Ba’dhi al Mafahim, .2008, Penerbitan Dar Hakamah, Selangor

Wednesday, May 5, 2010

Perbincangan Tentang Aurat

http://1.gravatar.com/avatar/bad0c2fed394230243ddb1e5d2cc98dc?s=96&d=identicon&r=G

Assalamualaikum.

Melihat pada tajuk ini, pasti membuahkan tanda tanya pada diri anda, bukan? 7 Syarat? Syarat apakah itu? Kenapa tujuh? Pentingkah?

Artikel ini melunaskan janji saya pada artikel yang diterbitkan beberapa mingu (bulan?) lepas, iaitu artikel ini : Zina Hati? Tangan? Kaki? Mulut? Mata?. Dalam artikel tersebut, saya ada menyatakan ingin mengulas mengenai sekurang-kurangnya tujuh batasan antara lelaki dan perempuan.

Terdapat sekurang-kurangnya tujuh panduan/larangan dari Quran dan Sunnah mengenai perhubungan lelaki perempuan, iaitu

- Tidak mendedahkan aurat (QS Nur 31)
- Menundukkan pandangan (QS Nur 30-31)
- Berurusan hanya sekadar keperluan (QS Al-Ahzaab 53)
- Tidak melunakkan suara bagi wanita (QS Al-Ahzaab 32)
- Tidak bertabarruj/bersolek untuk menarik perhatian
- Tidak boleh berdua-duaan tanpa mahram (Hadis)
- Tidak boleh bersentuhan (Hadis)

Perkara-perkara di atas adalah wajib dipatuhi, sama ada oleh pasangan bercinta mahupun muamalah biasa antara lelaki dan wanita. InshaAllah, saya akan cuba kupas dalam artikel yang akan datang.

Monday, May 3, 2010

8 Hal Penting untuk Menlahirkan Anak yang Soleh

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/rumah-tangga-bahagia.jpg&h=235&w=355&zc=1

Berikut ini diantara tuntunan syar’i dalam pendidikan anak yang dibawakan oleh seorang ‘alim Syaikh Abu ishaq Al-Huwainy :

1.Anak kecil adalah manusia kecil yang selalu membutuhkan kelembutan, cinta yang dalam dan kasih sayang yang murni.
Bermain dan bercanda dengan mereka merupakan bentuk kasih sayang dan menunjukkan kepahaman seseorang terhadap dien ini. .

Dalam sebuah hadits shahih riwayat Bukhari:
“Bahwa Nabi Shallahu’alaihi wasallam mencium Hasan bin Ali, dan disamping beliau ada Aqro’ bin Habis at-Tamimy, maka berkatalah Aqro’: Sesungguhnya aku punya 10 orang anak tetapi tidak seorangpun yang pernah kucium. Lalu Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam melihat kepadanya seraya berkata : Barangsiapa yang tidak mau menyayangi maka ia tidak akan disayangi”.

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata:
“Telah datang seorang badui kepada Nabi Shallahu’alaihi wasallam dan ia berkata: kalian menciumi anak-anak kecil, tapi kami tidak pernah menciumi meraka. Berkatalah Nabi Shallahu’alaihi wasallam: Aku tak kuasa (memberi kasih saying di hati kalian) jika Allah telah mencabut kasih saying itu dari hati kalian.

2. Mengajarkan adab yang baik.
Mencandai anak kecil tidak berarti meniadakan pendidikan dan pengajaran kebaikan kepada mereka. Maka tidak ada kebaikan yang diberikan orang tua kepada anaknya yang lebih baik selain adab yang baik. Kebaikan yang pertama kali yang harus dipelajari adalah tentang pelaksanaan sholat wajib.

Berdasarkan sabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam :
“Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur” ( Hadits shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Abu Syaibah, Ibnu Khuzaimah, Thahawy)

3. Hendaklah ditanamkan pada jiwa anak untuk cinta Allah dan Rasul-Nya dan hendaklah pula ditanamkan sifat dan sikap untuk mengutamakan Allah dan Rasul-Nya daripada yang selainNya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam:
“Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”. (Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Muslim, Abu’Awanah, Nasa’i, Ibnu Majah)

4. Hendaknya anak diajari Al-Qur’an dengan logat-logat Arab. Menjadikan anak hafal Al-Qur’an serta mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka. Terdapat keutamaan yang banyak dan tak terhitung.

Berdasarkan sabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam:
“ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”.
(Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Abu Daud, Nasa’i)

Dan dalam sabda Beliau yang lain:
“Barangsiapa membaca 1 huruf dari kitabullah maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (Hadits Shahih dikeluarkan tirmidzi, Darimi, Abu Nu’aim dll)

5. Hendaknya anak dijadikan cinta kepada sunnah.
Dan hendaknya sunnah tersebut dihiaskan pada diri anak sehingga sunnah tersebut meresap ke dalam hatinya.

Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam:
“Barangsiapa yang diberi umur panjang diantara kalian, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan Khulafa’ur rasyidun yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerahammu”. (Hadits Shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi,Ahmad, Ibnu Hibban)

6. Hendaklah anak dibuat tidak suka terhadap bid’ah dan segala perkara yang mengantarkan kepada bid’ah.
Tidak akan berkumpul sunnah dan bid’ah di hati seorang mukmin selamanya!
Dan tidak ada yang dinamakan bid’ah hasanah (bid’ah yang baik).

Sabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam dalam sebuah hadits shahih yang merupakan potongan dari khutbatul hajah yang masyhur:
“Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka”.

7. Hendaklah anak dijadikan cinta kepada ilmu dan ahlinya.
Juga diajarkan kepada anak tentang sabar ketika sedang mencarinya terlebih ilmu-ilmu syar’i. Karena sesungguhnya itu merupakan ilmu yang mulia.

Berdasarkan hadits Zirr bin Hubaisy, ia berkata:
“Aku mendatangi Shofwan bin ‘Assal al-Murady, maka ia berkata: Apa yang mendorongmu dating kemari? Aku menjawab: Karena untuk mencari ilmu. Ia berkata: Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu syar’i karena ridha atas apa yang sedang ia cari”.

8. Berlaku adil kepada setiap anak.
Hal ini merupakan kewajiban bagi orang tua. Sedangkan membeda-bedakan sesama mereka merupakan keberanian melawan batas-batas (hukum-hukum) Allah dan pelanggaran kehormatan dienNya.

Bersabda Nabi Shallahu’alaihi wasallam:
“Berlaku adillah diantara anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu”.

Itulah diantara kiat-kiat syar’i yang harus diperhatikan pendidik untuk mencetak anak yang shalih. Generasi terakhir ummat ini tidak mungkin menjadi baik kecuali dengan apa yang telah menjadikan baik generasi awalnya. Wallahua’lam bishowab.

Sumber : majalah As-Sunnah Edisi 08/ThIV/1421-2000

Teladan Isteri yang Setia Pendamping Suami

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/424777554_472ff38a951.jpg&h=75&w=75&zc=1

Shahabiyah yang akan kita telusuri kisahnya kali ini adalah Ummu Dzar, istri shahabat Abu Dzar Al-Ghifari. Kesetiaannya mendampingi suami, layak diteladani. Betapa tidak, karena beliau ikhlas merawat dan menemani sang suami hingga ajal menjemput . Dalam kesendirian di padang pasir liar nan luas membentang.

Rabadzah, tempat tinggal Abu Dzar Al-Ghifari

Karena adanya perbedaan pendapat, dengan Utsman bin Affan, maka Abu Dzar Al-Ghifari dan keluarganya memilih Rabadzah, padang pasir liar sebagai tempat tinggal mereka. Sebuah keputusan yang sangat berani. Karena daerah tersebut sangat jarang dilalui kafilah. Dan mereka pun hidup tanpa ada tetangga di kanan dan kirinya.

Sang istri yang shalihah, tanpa keluh kesah , dengan setia, mendampingi Abu Dzar Al-Ghifari dan anaknya. Hidup dalam kesederhanaan yang amat sangat. Ditambah lagi, di kemudian hari Abu Dzar Al-Ghifari menderita sakit yang cukup parah.

Menjelang ajal menjemput

Ajal pun semakin dekat, Ummu Dzar selalu berada di sisi sang suami untuk mengurus segala keperluannya. Melihat kondisi, yang semakin parah … Ummu Dzar akhirnya menangis di samping sang suami.

Abu Dzar bertanya, “ Apa yang kamu tangiskan, padahal maut itu pasti datang ?”

“ Karena engkau akan meninggal, padahal pada kita tidak ada kain untuk kafanmu!” jawab Ummu Dzar pilu.

Abu Dzar tersenyum dengan amat ramah, seperti layaknya orang yang akan merantau jauh. Lalu berkata kepada istrinya itu,” Janganlah menangis! Pada suatu hari, ketika saya berada di sisi Rasulullah saw bersama beberapa sahabatnya saw, saya dengar Beliau saw bersabda,” Pastilah ada salah seorang di antara kalian yang akan meninggal di padang pasir liar, yang akan disaksikan nanti oleh serombongan orang-orang beriman!”

Semua yang ada di majelis Rasulullah saw telah meninggal di kampung dan di hadapan jama’ah kaum muslimin. Tidak ada lagi yang hidup di antara mereka kecuali aku.

Nah, inilah aku sekarang menghadapi maut di padang pasir. Maka perhatikanlah jalanan, kalau-kalau rombongan orang-orang beriman itu sudah datang !

Demi Allah, saya tidak bohong, dan tidak pula dibohongi!”

Tak berapa lama, Abu Dzar pun kembali ke hadirat Allah SWT. Innalillahi wa inna illaihi rooji’un.

Kenyataan yang ada

Subhanallah! Apa yang diucapkan Abu Dzar sungguh menjadi kenyataan. Karena tentu saja dia tidak berbohong, dan pasti tidak dibohongi. Karena Rasulullah SAW adalah ma’shum.

Tidak lama berselang, sesudah Abu Dzar menghembuskan nafas terakhirnya, tampak serombongan kafilah yang sedang berjalan cepat di padang sahara itu. Subhanallah! Kafilah itu adalah Kafilah kaum mukminin yang dipimpin oleh Abdullah bin Mas’ud, salah seorang sahabat Rasulullah SAW. Ibnu Mas’ud, merasa sangat trenyuh, karena ia melihat sesosok tubuh yang terbujur seperti jenazah, sedang di sisinya duduk seorang perempuan tua, Ummu Dzar dan anaknya yang sedang menangis.

...Subhanallah! Betapa kesetiaan, ketegaran dan ketabahan Ummu Dzar, sangat layak dicontoh. Setia dan istiqamah mendampingi sang mujahid pilihan, hingga akhir hayatnya....

Subhanallah! Betapa kesetiaan, ketegaran dan ketabahan Ummu Dzar, sangat layak dicontoh. Setia dan istiqamah mendampingi sang mujahid pilihan, hingga akhir hayatnya. Walaupun harus bertempat tinggal di padang pasir liar, padahal usianya sudah sangat tua. Dan tanpa harta yang berharga, hingga, kain untuk mengkafani suaminya pun tidak dimilikinya.

Ibnu Mas’ud, membelokkan tali kekangnya ke arah perempuan tua tersebut. Diikuti anggota rombongan dibelakangnya. Saat pandangan matanya tertuju pada tubuh sang jenazah … tampak olehnya wajah sahabatnya … sahabat seaqidah, sahabat seperjuangan dalam membela tegaknya Islam. Dialah Abu Dzar . Maka, air mata pun mengucur deras dari kedua pelupuk matanya. Innalillahi wa inna illaihi rooji’un. Ia pun berkata, “Benarlah ucapan Rasulullah SAW. Anda berjalan sebatang kara. Mati sebatang kara. Dan dibangkitkan sebatang kara !”

Ibnu Mas’ud RA pun duduk, lalu bercerita kepada para sahabatnya maksud dari pujian yang diucapkannya.

‘ Anda berjalan seorang diri, mati seorang diri, dan dibangkitkan nanti seorang diri !”

Ucapan itu terjadi di waktu Perang Tabuk, tahun kesembilan Hijriah.

Perang Tabuk

Perang Tabuk, adalah perang melawan pasukan Romawi yang cukup menakutkan. Mereka berada di satu tempat dan siap menggempur umat Islam. Saat itu, musim panas teramat teriknya. Sehingga tidak banyak kaum muslimin yang menyambut seruan Rasulullah SAW.

Mereka yang ikut pun, akhirnya berguguran di tengah jalan, satu demi satu . Sebagian disebabkan azam yang tidak mantap. Abu Dzar sempat tertinggal oleh rombongan, karena keledai yang ditungganginya, berjalan sangat gontai. Disebabkan lapar yang sangat dan teriknya matahari yang membakar. Namun Abu Dzar tidak patah semangat.

Akhirnya, karena tidak ingin tertinggal dalam kesempatan jihad, saat itu, Abu Dzar bertekad melanjutkan perjalanannya, mengejar rombongan Rasulullah saw dengan berjalan kaki, sambil memikul beban bawaannya.

Subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar, ia berhasil . Alhamdulillah, bi-iznilah Abu Dzar dapat bertemu kembali dengan rombongan Rasulullah saw saat mereka beristirahat. Azam yang kuat, memberikan hasil akhir yang diharap.

Sungguh, menggapai surga adalah hal yang tidak mudah dan hanya diberikan kepada hamba-hambanya yang terpilih …

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat” (Qs. Al-Baqarah 214).

Sebagai muslimah, banyak hal dapat kita lakukan dan persiapkan untuk berkhidmat di jalan-Nya. [ummu izzah/voa-islam.com]

Maroji: 101 Wanita Teladan di Masa Rasulullah SAW oleh Hepi Andi Bastoni.

Friday, April 30, 2010

Jangan Kunci Hatimu Dari Membaca Al-Quran

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-sjc1/hs587.snc3/30969_395860939259_376521539259_3943083_6533021_n.jpg

Surah Muhammad. Ayat : 24.
Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci?



الحمد لله، والصلاة والسلام على رسول الله، أما بعد؛

فإن الجبال -وهي جبالٌ بغلظتها وقساوتها- لو أُنزل عليها كلام الله -عز وجل- ففهمته وتدبرت ما فيه لخشعت وتصدَّعت من خوف الله -تبارك وتعالى-: {لَوْ أَنزلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ} [سورة الحشر: 21].

قال ابن عباس -رضي الله عنهما- في تأويل هذه الآية: "يقول: لو أني أنزلت هذا القرآن على جبل حَمَّلته إياه؛ لتصدَّع وخشع من ثقله، ومن خشية الله".

وقال -تعالى-: {وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الأرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَى} [سورة الرعد: 31]، وقد جاء في تفسيرها أنه لو كان هناك قرآن سيرت به الجبال أو قطعت به الأرض أو كُلِّم به الموتى؛ لكان هذا القرآن.

فإذا كانت الجبال الصم لو سمعت كلام الله وفهمته لتصدعت من خشيته؛ فكيف ببني آدم وقد سمعوا وفهموا؟!

والناظر في حال السلف -رضوان الله عليه- وتأثرهم بآيات الله -جلَّ في علاه- يتعجب من حالنا ونحن نسمع القرآن ليلاً ونهارًا ولا نتأثر كما تأثَّروا، بالرغم من أن الآيات هي الآيات، والكلمات هي الكلمات، وربك قد حفظ كتابه، {إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ} [سورة الحجر: 9]، ولكن الفرق ليس في الآيات؛ وإنما في القلوب التي تستقبل كلام الله -عز وجل-!!

كانت قلوبهم -رحمهم الله- أرق من نسيم الفجر، ما إن تلامس أسماعهم آيات الله -عز وجل- حتى تصل إلى القلوب، فيرون بأعينهم ما لا يراه غيرهم، فخَلَفَ من بعدهم خلفٌ قست قلوبهم، فهي أشد قسوة من الجبال التي لو فهمت كلام الله لخشعت.

قال أبو عمران: "والله لقد صرف إلينا ربنا -عز وجل- في هذا القرآن ما لو صرفه إلى الجبال لهتَّها وحناها"، وقال مالك بن دينار -رحمه الله-: "أقسم لكم لا يؤمن عبد بهذا القرآن إلا صدع قلبه".

وأخبار الصالحين هي زاد السائرين إلى الله -تبارك وتعالى-، تُعلي من هممهم، وتصرف عنهم الدَّعة والكسل، وتدفعهم دفعًا إلى مزيد من الطاعة والقرب.

فهيا بنا نقف على طرف من أخبارهم مع آيات الله -عز وجل-، نرى كيف هزَّت قلوبهم، وكيف وقفوا على دقيق معانيها، فغيَّرت مسار حياتهم إلى صراط الله المستقيم، صراط الذين أنعم عليهم، غير المغضوب عليهم ولا الضالين.

قال الحسن البصري -رحمه الله-: "والله يا ابن آدم لئن قرأتَ القرآن ثم آمنتَ به؛ ليطولن في الدنيا حزنك، وليشتدن في الدنيا خوفك، وليكثرن في الدنيا بكاؤك".

وقال مالك بن دينار -رحمه الله-: "إن الصديقين إذا قُرئ عليهم القرآن طربت قلوبهم إلى الآخرة".

سيد ولد آدم سيدنا محمد -صلى الله عليه وسلم-:
عن عبد الله بن مسعود -رضي الله عنه- قال: قال لي النبي -صلى الله عليه وسلم-: «اقْرَأْ عَلَيَّ»، قلت: "آقرأ عليك وعليك أنزل؟"، قال: «فَإِنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي»، فقرأت عليه سورة النساء حتى بلغت: {فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاءِ شَهِيدًا} [سورة النساء: 41]، قال: «أَمْسِكْ»، فإذا عيناه تذرفان، وفي رواية لمسلم: "فَرَأَيْتُ دُمُوعَهُ تَسِيلُ" [متفق عليه].

أبو بكر الصديق -رضي الله عنه-: كان رجلاً أسيفًا، لا يمر بالآية في الصلاة إلا ويبكي.

عمر بن الخطاب -رضي الله عنه-: كان يمر بالآية في ورده، فتخنقه، فيبكي حتى يسقط، ثم يلزم بيته حتى يُعاد، يحسبونه مريضًا.

أسماء بنت أبي بكر -رضي الله عنها-: قال عروة: "دخلت على أسماء وهي تصلي، فسمعتها وهي تقرأ هذه الآية: {فَمَنَّ اللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَانَا عَذَابَ السَّمُومِ} [سورة الطور: 27]، فاستعاذت، فقمت وهي تستعيذ، فلما طال عليَّ أتيتُ السوق ثم رجعت وهي في بكائها تستعيذ".

سعيد بن جبير -رحمه الله-: عن القاسم بن أبي أيوب قال: "سمعت سعيد بن جبير يردد هذه الآية في الصلاة بضعًا وعشرين مرة: {وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لا يُظْلَمُونَ} [سورة البقرة: 281]".

سفيان الثوري -رحمه الله-: صلى بالناس المغرب، فقرأ حتى بلغ: {إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ}، فبكى حتى انقطعت قراءته، ثم عاد فقرأ: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ}.

محمد بن المنكدر -رحمه الله-: بينما هو ذات ليلة قائم يصلي إذ استبكى وكثر بكاؤه حتى فزع أهله وسألوه: ما الذي أبكاه، فاستعجم عليهم، وتمادى في البكاء، فأرسلوا إلى أبي حازم فأخبروه بأمره، فجاء أبو حازم إليه فإذا هو يبكي، قال: "يا أخي، ما الذي أبكاك؟ قد رُعتَ أهلك، أفمن علة أم ما بك؟"، فقال: "إنه مرت بي آية في كتاب الله -عز وجل-"، قال: "وما هي؟"، قال: "قول الله -تعالى-: {وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ} [سورة الزمر: 47]، فبكى أبو حازم أيضًا معه، واشتد بكاؤهما، فقال بعض أهله لأبي حازم: "جئنا بك لتفرج عنه فزدته"، فأخبرهم ما الذي أبكاهما.

ويروى أنه جزع عند الموت، فقيل له: "لم تجزع؟"، فقال: "أخشى آية من كتاب الله -عز وجل-، قال الله -تعالى-: {وَبَدَا لَهُمْ مِنَ اللَّهِ مَا لَمْ يَكُونُوا يَحْتَسِبُونَ}، وإني أخشى أن يبدو لي من الله ما لم أكن أحتسب".

الربيع بن خثيم -رضي الله عنه-: عن عبد الرحمن بن عجلان قال: "بت عند الربيع بن خثيم ذات ليلة، فقام يصلي، فمر بهذه الآية: {أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَنْ نَجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ} [سورة الجاثية: 21]، فمكث ليلته حتى أصبح ما جاوز هذه الآية إلى غيرها ببكاء شديد".

علي بن الفضيل -رحمهما الله-: قال إسماعيل الطوسي أو غيره: بينما نحن نصلي ذات يوم الغداة خلف الإمام ومعنا علي بن فضيل، فقرأ الإمام: {فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلا جَانٌّ} [سورة الرحمن: 56]، فلما سلم الإمام قلت: "يا علي، أما سمعت ما قرأ الأمام؟"، قال: "ما هو؟"، قلت: "{فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ}"، قال: "شغلني ما كان قبلها: {يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِنْ نَارٍ وَنُحَاسٌ فَلا تَنْتَصِرَانِ} [سورة الرحمن: 35]".

ميمون بن مهران -رحمه الله-: قرأ قوله -تعالى-: {وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ} [يس: 59]، فرقَّ حتى بكى، ثم قال: "ما سمع الخلائق بعتب أشد منه قط".

الحسن بن صالح -رحمه الله-: عن حميد الرواسي قال: كنت عند علي والحسن ابني صالح ورجل يقرأ: {لا يَحْزُنُهُمُ الْفَزَعُ الأَكْبَرُ وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلائِكَةُ هَذَا يَوْمُكُمُ الَّذِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ} [سورة الأنبياء: 103]، فالتفت عليٌّ إلى الحسن وقد اصفار واخضار، فقال: "يا حسن، إنها أفزاع فوق أفزاع"، ورأيت الحسن أراد أن يصيح، ثم جمع ثوبه فعضَّ عليه حتى سكن عنه وقد ذبل فمه، واخضار واصفار.

عمرو بن عتبة -رحمه الله-: لما تُوفي دخل بعض أصحابه على أخته، فقال: "أخبرينا عنه"، فقالت: "قام ذات ليلة، فاستفتح سورة (حم)، فلما أتى على هذه الآية: {وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الآزِفَةِ إِذِ الْقُلُوبُ لَدَى الْحَنَاجِرِ كَاظِمِينَ مَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلا شَفِيعٍ يُطَاعُ} [سورة غافر: 18]، فما جاوزها حتى أصبح".

سليمان التيمي -رحمه الله-: يحكي عنه مؤذنه معمر، قال: "صلى إلى جنبي سليمان التيمي بعد العشاء الآخرة، وسمعته يقرأ: {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [سورة الملك: 1]، فلما أتى على هذه الآية: {فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا} [سورة الملك: 27]، جعل يرددها حتى خف أهل المسجد فانصرفوا، فخرجت وتركته، وغدوت لأذان الفجر فنظرت فإذا هو مقامه، فسمعت فإذا هو فيها لم يجزها، وهو يقول: {فَلَمَّا رَأَوْهُ زُلْفَةً سِيئَتْ وُجُوهُ الَّذِينَ كَفَرُوا}".

عمر بن ذر -رحمه الله-: عن أبي نعيم، قال: سمعت عمر بن ذر يقرأ هذه الآية: {أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى} [سورة القيامة: 34]، فجعل يقول: "يا رب ما هذا الوعيد؟".

وكان إذا قرأ هذه الآية: {مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ}، قال: "يا لك من يوم! ما أملأ ذكرك لقلوب الصادقين!".

أبو سليمان الداراني -رحمه الله-: كان يقول: "ربما أقمت في الآية الواحدة خمس ليال، ولولا أني بعد أدع الفكر فيها ما جزتها أبدًا، وربما جاءت الآية من القرآن تطير العقل، فسبحان الذي رده إليهم بعد".

محمد بن كعب القرظي -رحمه الله-: كان يقول: "لأن أقرأ في ليلة حتى أصبح: {إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا}، و{الْقَارِعَةُ}، لا أزيد عليهما، وأتردد فيهما وأتفكر؛ أحب إلى من أن أهدر القرآن هدرًا"، أو قال: "أنثره نثرًا".

مـنـع الـقـرآن بـوعــده ووعـيده *** مقـل العيون بليلها أن تهجع
فهموا عن الملك الكريم كلامه *** فهمًا تذل له الرقاب وتخضع

والأخبار كثيرة، والقلوب التي هزتها آيات الله -عز وجل- ها هي قد سبقتنا إلى رضوانه، ويبقى السؤال: أين قلوبنا نحن من القرآن؟ أين قلبُ مَن ختم القرآن؟ أين قلب من يسمع القرآن ليله ونهاره ثم لا تدمع له عين ولا يخشع له قلب؟!

اللهم اغفر لنا عجزنا وتقصيرنا، اللهم طهر قلوبنا، اللهم لا تخزنا يوم يبعثون، {يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ . إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ} [سورة الشعراء: 88-89].


كتبه/ محمد مصطفى

www.salafvoice.com
موقع صوت السلف

Gambar Perbezaan Paru-paru perokok dan tidak perokok

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs035.snc3/12310_101148363257365_100000866058878_28466_3623721_n.jpg
Perokok Tidak Merokok

Pakaian menutup tumit membawa ke neraka

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs015.snc3/12310_101148416590693_100000866058878_28481_5345548_n.jpg

Pakaian labuh yang melebihi buku lali ( atau menutup tumit ) , adalah membawa ke neraka

MemilihTeman Yang Boleh Membawa Ke Syurga

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/teman-sejati.jpg&h=235&w=355&zc=1

Pertemanan (friendship) merupakan sebuah makna signifikan yang mesti ditarsirkan ulang. Makna dari “teman baik” berbeda dari satu orang ke yang lainnya. Sebagian orang meyakini bahwa teman baik adalah seseorang yang dapat dipercaya dan menjadi tempat untuk menceritakan semua rahasia. Sementara yang lain mendefinisikannya sebagai seseorang yang setia menemani baik ketika sedih maupun bahagia.

Kendati opini tentang definisi teman bervariasi, namun semuanya relatif benar. Dan jika kita meletakkan berbagai pandangan itu bersama-sama, maka semuanya bisa membentuk sebuah definisi sebenarnya tentang teman yang baik. Namun sejatinya masih terdapat sebuah makna signifikan dan peran dari sahabat baik yang sangat penting dalam perspektif Islam. Yaitu seseorang yang membantu kita untuk lebih dekat kepada Allah, membuat kita menjadi lebih patuh dan taat kepada perintah dan ajaran-Nya, serta memberi keuntungan positif untuk umat.

Kriteria Teman Baik Menurut Islam

Jika demikian, apa sih sebenarnya kriteria teman yang baik dalam Islam? Pikirkan sejenak tentang teman-teman kalian, dan biarkan saya bertanya, “Bagaimana kalian memilih teman? Apa peran teman-teman dalam kehidupan kalian? Apakah teman hanya semata-mata untuk pergi bareng dan bersenang-senang?” Jika kalian mengamini semua pertanyaan di atas, maka ada baiknya berpikir ulang dan mencoba untuk memahami makna serta peranan teman yang shaleh. Teman bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Peranan teman ternyata lebih dalam dari sekedar berbagai sudut pandang yang dangkal.

Seorang teman bisa membantu kalian melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surga. Di sisi lain, teman juga bisa menghalangi dirimu dari perjalanan menuju surga. Pengaruh teman terhadap diri kalian sungguh luar biasa, bahkan melebihi anggota keluarga. Inilah mengapa begitu penting untuk berhati-hati memilih teman.

…Teman bukan sekadar seseorang yang bisa diajak untuk menikmati waktu bersama. Seorang teman bisa membantu kalian melakoni amalan-amalan hebat yang memicu pahala dan surga…

Hal-hal penting yang harus kalian pikirkan ketika memilih teman adalah kedekatan mereka kepada Allah. Kalian bisa tahu kedekatan tersebut bukan hanya dari penampilan mereka. Tapi juga melalui tingkah laki, tabiat, akidah, dan tindak-tanduk mereka.

Teman yang sepanjang waktunya memikirkan bagaimana caranya menggapai pahala, bisa dekat dan menggapai keridhaan Allah melalui tindakannya adalah teman yang bisa kalian percaya. Jalinlah persahabatan dengannya.

Jika kalian tidak shalat, tidak pernah berpuasa, gemar bergosip, atau kalian tidak memiliki peran aktif dalam masyarakat, maka sudah seharusnya kalian memiliki teman-teman yang mampu memperbaiki perilaku dan sikap kalian menjadi lebih baik. Alangkah buruknya jika kita memiliki teman yang justru memperburuk moral, sikap, dan bahkan akidah kita.

Karena teman-teman berperangai buruk bisa mendorong kalian untuk melakukan tindakan-tindakan yang buruk juga. Berbohong, merokok, kecanduan narkoba, dan bahkan berzina adalah hal-hal yang merupakan hasil buruk dari teman-teman yang berperangai buruk. Seorang teman mengatakan, “Teman-teman memiliki dampak nyata terhadap diri seseorang, dan bahkan mereka bisa mempengaruhi keseluruhan hidup seseorang.”

Sementara itu, teman-teman yang shaleh bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan kalian; membuat hidup menjadi lebih baik dunia dan akhirat. Sebagai contoh, teman yang memiliki aktivitas dalam derma bisa mendorong kalian untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatannya. Hal demikian lebih baik daripada kalian menghabiskan waktu melakukan hal-hal tidak bermanfaat atau sesuatu yang haram bersama teman-teman berkelakuan keji. Teman-teman yang baik bisa menemani kalian untuk mengunjungi panti asuhan, menghadiri halaqah pembelajaran Al-Qur’an, atau menghabiskan waktu untuk hal-hal bermanfaat lainnya. Bahkan, selain bermanfaat, semua itu juga bernilai pahala di sisi Allah.

…Sementara itu, teman-teman yang shaleh bisa memberikan pengaruh positif bagi kehidupan kalian; membuat hidup menjadi lebih baik dunia dan akhirat…

Bahkan dalam kondisi penuh keceriaan dan kegembiraan pun, segala sesuatunya bisa berbeda jika kita lakukan bersama teman yang baik. Dia senantiasa mengingatkan kalian untuk selalu memperbarui niat karena Allah di mana pun dan kapan pun. Selain itu, teman yang baik senantiasa mendorong kalian untuk menjaga harga diri atau menjaga ibadah-ibadah yang dianjurkan, sehingga keindahan Islam selalu terukir di hati kalian.

Hal ini terjadi dengan Iman Asy-Syarif, seorang muslimah berkewarganegaraan Mesir berusia 25 tahun. Iman melakukan perjalanan ke Denmark tak lama setelah kasus kartun Nabi Muhammad merebak, untuk mengubah citra buruk Islam di sana. Apa yang mendorong Iman untuk melakukan sesuatu demi memperbaiki citra muslim?

Iman menerangkan, “Salah seorang teman saya mendorong saya untuk melakukan sesuatu demi umat. Sejak itu mulailah saya membaca banyak bacaan tentang Islam. Lalu saya ambil bagian untuk mengenalkan Islam kepada orang-orang non-muslim. Sejujurnya, saya tidak bisa mengenyampingkan peran teman yang telah membantu saya untuk melakukan hal-hal positif.”

Jelas, dengan teman-teman yang baik dan shaleh, kalian bisa melakukan hal-hal positif yang menguntungkan Islam dan kaum muslim. Kalian pun menjalani kehidupan yang bebas dari egoisme, kesedihan, kebencian, dan kegelisahan yang terjadi jika berteman dengan teman-teman yang buruk.

Kalian mungkin tidak merasakan dampak langsung dari teman-teman terhadap diri kalian. Tapi jika kalian mau berpikir secara lebih dalam, kalian akan mendapatkan bahwa teman memiliki pengaruh yang dahsyat, kendati kalian mengklaim bahwa kalian memiliki karakter dan kepribadian kuat. Inilah mengapa kalian mesti memilih teman secara bijak, karena teman bisa mengubah hidup kalian secara keseluruhan, baik positif maupun negatif.

Karena alasan demikian, Nabi Muhammad pernah bersabda, “Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya." (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

Dari Anas, dia menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, ”Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya (percikannya), maka kamu akan terkena asapnya.” (HR. Abu Dawud).

…Carilah sedikitnya seorang teman baik dan shaleh yang bisa menjadi batu loncatan bagi kalian menuju surga…

Menjadi sangat penting bagi kita untuk memahami hadits di atas yang mengindikasikan dampak teman terhadap kehidupan seseorang, dan pentingnya memilih teman-teman yang baik. Maka pikirkanlah baik-baik. Dan bahkan jika semua teman kalian adalah teman yang berkelakukan buruk, maka Allah akan mengampuni, jika kalian mau bertobat. Carilah sedikitnya seorang teman baik dan shaleh yang bisa menjadi batu loncatan bagi kalian menuju surga. [ganna pryadha/voa-islam.com]

Tuesday, April 27, 2010

Cara Berkomunikasi dan Mendidik Janin (Bacaan Wajib Ibu Hamil)

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Ibu-Hamil-2-kali.jpg&h=235&w=355&zc=1
Berkomunikasi dengan anak sebetulnya sudah dapat dimulai sejak dini bahkan ketika anak masih menjadi janin dalam perut ibu. Dengan menyadari bahwa orangtua dapat berkomunikasi dengan janin dalam kandungan akan memberikan ikatan hubungan yang lebih dekat dan juga menjadi sebuah pengalaman yang begitu menyenangkan yang tidak dapat terlupakan.

Ada beberapa komunikasi yang dapat dilakukan orangtua kepada janin yang dikandungnya, tentunya dengan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pembentukan indera-indera janin, sehingga komunikasi dapat tepat dilakukan.

Indera Peraba

Indera Peraba ini berkembang sebelum minggu ke 8. Ketika janin bergerak dan telapak tangan atau kakinya tampak pada perut ibu, sentuhlah dia, berikan perasaan lembut dan kasih sayang kepadanya, sehingga ia merasakan kelembutan, rasa cinta dan kasih sayang dari orangtuanya. Rasa cinta dan kasih sayang dari orangtua yang dia rasakan akan memberikan ketenangan pada janin anda.

...Rasa cinta dan kasih sayang dari orangtua yang dia rasakan akan memberikan ketenangan pada janin anda...

Indera Pendengaran

Indera pendengaran mulai berkembang pada minggu ke 8 dan selesai pembentukan pada minggu ke 24. Indera pendengaran ini juga dibantu oleh air ketuban yang merupakan penghantar suara yang baik.

Janin akan mulai mendengar suara aliran darah melalui plasenta, suara denyut jantung dan suara udara dalam usus. Selain itu janin akan bereaksi terhadap suara-suara keras, bahkan bisa membuat janin terkejut melompat.

Pada minggu ke 25 janin sudah dapat mendengar dan mengenali suara orang-orang terdekatnya seperti ibu dan ayahnya. Lakukanlah komunikasi dengannya meskipun hanya satu arah, bertilawah quranlah orangtua, bacakan cerita atau berbicalah dengan janin untuk lebih mendekatkan diri janin dengan orangtuanya dan lebih mengenal suara dari orangtuanya.

...orangtua yang sedang marah akan memberikan reaksi marah pula pada janin, sebaliknya alunan tilawah Al-Qur'an yang lembut dapat menenteramkan janin...

Bahkan orangtua yang sedang marah akan memberikan reaksi marah pula pada janin, sebaliknya alunan tilawah Al-Qur'an yang lembut dapat menenteramkan janin.

Indera Perasa

Indera perasa janin akan terbentuk pada minggu ke 13-15. Pada usia ini janin dapat merasakan substansi yang pahit dan manis. Jika, cairan ketuban yang dia rasakan manis, maka dia akan meminumnya dan menelannya. Namun jika air ketuban yang dia rasakan terasa pahit, janin akan meronta dan mengeluarkannya, serta janin akan menghentikan konsumsinya tsb..

Indera Penciuman

Indera penciuman akan terbentuk pada usia kehamilan 11 - 15 minggu. Ketika indera penciuman ini terbentuk, janin dapat mencium dari bau air ketuban yang baunya mirip seperti ibunya. Makanya ketika bayi terlahir, dalam beberapa jam ia akan mengenali siapa ibunya berdasar dari indera penciuman ini.

Indera Penglihatan

Dari awal kehamilan hingga usia ke 26 mata bayi akan selalu tertutup untuk memproduksi retina, namun meskipun demikian retina janin pada usia kehamilan 16 minggu dapat mendeteksi adanya pancaran sinar.

Pada usia kehamilan di minggu 27, janin mulai membuka matanya dan melihat ke sekelilingnya untuk pertama kalinya. Mata janin dapat menangkap cahaya yang masuk ke dalam rahim ibunya, baik itu sinar matahari atau sinar lampu. Selain itu otak janin akan bereaksi terhadapa kelap-kelip cahaya

Jadi, janin dapat bereaksi terhadap berbagai rangsangan yang datang dari luar bahkan dalam tubuh ibu. Oleh karena itu sudah seharusnya lingkungan tempat tinggal, tingkah laku dan tutur kata ibu yang tengah mengandung harus selalu dijaga. Segala sesuatu yang dilihat dan didengar sendiri, baik itu perasaan suka, marah, sedih dan senang, sudah pasti memberi pengaruh bagi perkembangan si janin.

...manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin...

Jangan mengira bahwa janin belum memiliki perasaan, sehingga dengan sengaja tidak membatasi diri. Maka dari itu manfaatkan sepenuhnya keunikan janin ini, untuk memberikan pendidikan sedini mungkin dan pengaruh baik secara berangsur-angsur dengan penuh semangat mendorong maju pertumbuhan dan kesehatan jiwa dan raga janin. [nala/bidanku.com]

Mendidik Anak Supaya Mempunyai Keyakinan Diri

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/anak-percaya-diri.jpg&h=235&w=355&zc=1

Para pakar menilai, percaya diri adalah faktor penting yang menjadi penentu seseorang akan sukses atau gagal. Karenanya, para pakar psikologis banyak mengemukakan teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Rasa percaya diri tidak didapatkan begitu saja, melainkan ia harus diasah dan dipupuk sejak kecil.

Sejak usia dua tahun, anak mulai menentukan sikapnya terhadap lingkungan di sekelilingnya. Beberapa psikolog perkembangan berpendapat bahwa kepercayaan diri merupakan salah satu sense pertama yang masuk ke dalam penentuan-penentuan sikap tersebut. Kemudian kekuatan perasaan percaya diri yang mulai terbentuk pada usia tersebut sangat bergantung pada perhatian yang diterima sang anak dan sikap orangtua dalam memenuhi kebutuhannya.

Pada fase tersebut, anak menunjukkan sinyal-sinyal perkembangan dengan menampakkan hasrat independensinya; memiliki kebebasan berbicara, berjalan, dan bermain. Semua hal itu berhubungan dengan kebutuhan untuk menegaskan dirinya yang hanya bisa diwujudkan dengan memperkenankannya mengambil langkah-langkah independensi. Hal tersebut juga ditegaskan teori perkembangan yang menyatakan bahwa kita harus menghormati kepribadian anak-anak, membiarkan mereka untuk berkembang secara alamiah.

…Tak sedikit anak yang tumbuh dewasa tanpa memiliki kepercayaan diri yang tinggi, sehingga mereka tak mampu mengandalkan diri dalam urusan apa pun…

Tak sedikit anak-anak yang tumbuh dewasa dengan tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Sehingga mereka tidak mampu mengandalkan diri mereka sendiri dalam urusan apa pun, baik yang besar maupun kecil. Mereka tidak bisa mengambil inisiatif dan selalu menunggu seseorang berkata, “Lakukanlah hal ini dan itu.” Jika menghadapi masalah, tak sedikit anak perempuan yang tidak mampu mengambil keputusan, cenderung menjauhi masalah, dan hanya bisa menangis. Bisa jadi hal demikian merupakan kesalahan para orangtua, disebabkan beberapa hal:

1. Orangtua terlalu berlebihan dalam mengawasi dan membatasi, baik dalam persoalan besar maupun kecil; seringkali mengucapkan, “Jangan melakukan itu, jangan melakukan ini.” Sehingga anak kehilangan spontanitas dan kepercayaan diri dalam bertindak. Maka jangan heran jika kemudian dia lebih banyak menunggu seseorang untuk mengoreksinya dan menjamin bahwa dirinya melakukan hal yang tepat.

2. Selalu menyalahkan dan mengkritisi apa pun yang dilakukan oleh anak-anak, mencari-cari kesalahan mereka, dan memarahinya jika melakukan kesalahan-kecil yang tidak berarti. Maksudnya, anak-anak lebih banyak dimarahi daripada diberi pujian atas berbagai usaha yang dilakukannya. Sikap demikian justru akan menghancurkan motivasi anak-anak untuk bertindak dan melakukan sesuatu yang baik.

3. Tidak memberi kesempatan kepada anak-anak untuk berbicara di hadapan orang lain, ditakutkan mereka akan melakukan kesalahan atau berbicara tentang hal-hal yang tidak diinginkan. Termasuk juga apabila memperkenankan mereka untuk berbicara, setelah terlebih dulu memberitahu mereka apa-apa saja yang boleh dibicarakan.

4. Selalu memberi peringatan kepada anak-anak tentang bahaya dari sesuatu hal, sehingga membuat mereka senantiasa membayangkan hal-hal buruk dan menyayangkan bahwa mereka dikelilingi segala marabahaya.

5. Senantiasa menganggap remeh mereka dan membanding-bandingkan mereka dengan orang lain. Kedua hal tersebut membuat mereka berpikir bahwa mereka tidak bernilai sama sekali.

6. Menjadikan mereka sebagai objek candaan, dan mengejek mereka.

7. Tidak memperhatikan permintaan-permintaan mereka.

8. Orangtua terlalu banyak memberi perhatian kepada mereka dengan sikap yang menunjukkan kekhawatiran tentang –misalnya– kesehatan, masa depan mereka, dan lain-lainnya. [ganna pryadha/voa-islam.com]

Dilansir dari Tansyi`at Al-Fatat Al-Muslimah, karya Hanan ‘Atiyah Al-Juhani.

Sunday, April 25, 2010

Allah SWT paling hampir dengan kita

http://rasoulallah.net/Photo/albums/GodBasarak/3enk_amanh6.jpg

16. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya,

Mata Adalah Amanah Daripada Allah SWT

http://rasoulallah.net/Photo/albums/GodBasarak/3enk_amanh10.jpg


30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat".


31. Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Friday, April 23, 2010

Umat Nabi Muhammad SAW yang bercahaya.

http://rasoulallah.net/Photo/albums/Hadith/aebadat0076.jpg

Umat Nabi Muhammad pada hari Qiamat akan bercahaya pada setiap anggota yang sentuhi air wuduk semasa di dunia dahulu.

Thursday, April 22, 2010

Solat Sunat Lebih Afdhal Di Rumah

aebadat0049

Sebaik-baik solat sunat adalah dirumah, tetapi solat Fardhu lebih baik di masjid.

Solat Yang Mendapat Balasan Neraka

http://rasoulallah.net/Photo/albums/Hadith/aebadat0051.jpg

4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang solat,
5. (Iaitu) orang-orang yang lalai dari solatnya,

Sifat Orang Mukmin Sebenar

http://rasoulallah.net/Photo/albums/Hadith/aebadat0052.jpg

16. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya[1193] dan mereka selalu berdoa kepada Tuhannya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.

Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan solat malam.

Wednesday, April 21, 2010

Amaran Allah SWT Dari Iceland

http://vthumb.ak.fbcdn.net/vthumb-ak-sf2p/v10823/103/41/100000758438224/t100000758438224_110550545646893_1705.jpg

Beberapa pesawat pejuang F-16 NATO mengalami kerosakan enjin setelah terbang menembus debu gunung berapi Iceland yang menutupi sebahagian besar wilayah Eropah.

Debu gunung berapi tersebut mengandungi kaca dan batu-batu kecil menyebabkan kerosakan pada turbin enjin pesawat.

Minggu lalu, dua buah Air Force F-18 juga mengalami masalah setelah mengelilingi wilayah udara Eropah namun keduanya dapat mendarat dengan selamat.

Debu tersebut dijangka akan memberi kesan berterusan kepada penduduk eropah selama 6 bulan akan datang.

Banyak tentera Nato yang cedera di Afghanistan akan mengalami kesan bahaya dari debu tersebut.



Lihatlah Video Amaran Allah SWT
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000550815814&ref=mf#!/video/video.php?v=110550545646893&ref=mf


http://www.facebook.com/profile.php?id=100000550815814&ref=mf

Haji Dan Umrah Secara Percuma Setiap Hari




Maksud hadis Rasulullah SAW:

Sesiapa solat Subuh secara berjamaah, kemudian berzikir kepada Allah SWT sehingga terbit matahari lalu menunaikan Dhuha 2 rakaat, maka adalah baginya pahala seperti menunaikan haji dan umrah dengan sempurna.

Saturday, April 17, 2010

Hari Penyaksian Kepada Semua Makhluk Ciptaan Allah SWT

http://rasoulallah.net/Photo/albums/GodBasarak/3enk_amanh4.jpg
24. pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

Wednesday, April 14, 2010

Al-Quran Pelindung Kita Di Akhirat Kelak

http://rasoulallah.net/Photo/albums/Hadith/aebadat0039.jpg


Bacalah Al-Quran, kerana Al-Quran akan memberi Syafaat kepadamu di Akhirat kelak.

Tuesday, April 13, 2010

Kematian Terindah untukmu, Saudaraku..

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/kematian-ajal.jpg&h=235&w=355&zc=1


Saudaraku, ingatlah MATI
Sesungguhnya mati adalah janji yang ditepati
Tapi mengapa kau tak pernah peduli
Engkau lebih memilih dunia yang hina ini.

Dalam doa kau meminta khusnul Khotimah
Tapi pandanganmu akan dunia tak terarah
Kau masih mencari dunia yang belum terjamah
Sehingga lupa keinginanmu meraih Jannah.

Setiap nafsu yang kau hembuskan dalam hidupmu
Tak terpuaskan walau dua gunung emas mengelilingimu
Hingga kau tertidur dalam pelukan hangat istrimu
Dan kau terbuai dalam angan dan mimpi indahmu.

Gelap matamu akan nasib di akhirat nanti
Ketika ditanya apa yang kau kerjakan selama ini
Nanti kau akan ditanya sendiri-sendiri
Kau pun tidak akan dapat melarikan diri
Dari panas dan teriknya matahari
Dari dosa-dosa yang kau lakukan setiap hari.

Semoga medan jihad mengantarkan kematianku
Atau saat Sujud shalat aku menghadap Rabbku
Atau saat Hari Jum’at sebagai hari terakhirku
Atau saat amalan terbaikku,
Malaikat maut melepas jasadku.

Amin…


[hanif/punyatresna@gmail.com]