Monday, July 12, 2010

Menjaga Solat Fardhu Boleh Masuk Syurga

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs574.snc3/31289_419252134702_545879702_5388652_66740_n.jpg

Solat wajib pun sudah besar kelebihannya. Solat sunat ini aku buat seperti tahiyatul masjid semasa hari Jumaat. Selain dari itu adalah terawih, pahala pun besar. Solat sunat lain aku tak buat. Solat wajib sama dengan menambah pahala dan mengurangkan dosa. Kalau aku ada dosa akan terhapus jika solat wajib. Jika aku solat wajib pahala bertambah. Apabila dosa berkurang dan pahala bertambah, nanti timbangan di akhirat akan berat ke syurga. Jadi, tiada lagi ganjaran lain yang aku harapkan dengan solat. Memanglah banyak sunnah Nabi saw melakukan solat sunat, tetapi ada banyak jalan lain boleh menuju ke syurga. Dalam hadis Muslim, orang yang bunuh 99 orang dan pelacur memberi minum kepada anjing pun boleh masuk syurga disebabkan amalan mereka melebihi kejahatnnya. Sedekah, puasa, umrah, zikir, doa, berbuat baik kepada orang dan lain-lain lagi sunnah Nabi saw merupakan kunci untuk ke syurga. Sebab itu aku tumpukan kepada solat yang wajib dan buat amalan sunnah yang lain.

====================================================

“Seseorang dari Nejd datang kepada Rasulullah s.a.w. dengan rambut terurai, kami mendengar berisik suaranya, tetapi kami tidak memahaminya, sehingga dia mendekat kepada Rasulullah. Dan ternyata dia bertanya tentang Islam. Maka Rasulullah menjawab: “Solat lima kali sehari semalam”. Dia bertanya: “Apakah ada kewajipan bagiku selain itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak,kecuali jika kamu ingin mengerjakan (solat) sunat.” Kemudian Rasulullah bersabda: “Dan puasa Ramadhan.” Orang itu bertanya: “Apakah ada lagi puasa yang wajib bagiku selain itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak,kecuali jika kamu mengerjakan puasa sunah.” Kemudian Rasulullah menerangkan kewajipan zakat. Maka dia bertanya: “apakah ada kewajipan selain itu?” Rasulullah menjawab: “Tidak,kecuali jika kamu bersedekah sunah.” Kemudian pergilah orang itu sambil berkata: “Demi Allah saya tidak akan melebihi atau mengurangi dari itu.” Maka Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sungguh bahagia dia, jika jujur(dalam ucapannya itu).”
[H.R. Al Bukhari dan Muslim]

“Ma’dan bin Abi Thalhah berkata,”Aku pernah menemui Tsauban, hamba yang dimerdekakan Rasulullah, lalu kutanyakan, ‘Katakanlah kepadaku tentang perbuatan yang dapat kulakukan, yang dengannya Allah dapat memasukkan aku ke syurga?.’ Atau dia bertanya:’Tentang perbuatan yang paling dicintai Allah?’ Kemudian dia(Tsauban) diam. Lalu kutanyakan lagi, dan dia tetap diam. Kutanyakan yang ketiga kalinya, akhirnya dia menjawab, ‘Aku pernah bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang hal itu. Baginda menjawab, “Hendaknya kamu memperbanyak sujud, kerana tidaklah kamu bersujud sekali sujud kepada Allah, melainkan Allah mengangkat darjatmu dan menghapuskan kesalahanmu”. Ma’dan berkata,”Kemudian aku berjumpa Abu Darda’ dan kutanyakan kpdnya. Dia menjawab seperti jawapan Tsauban kepadaku.”
[H.R. Muslim,At-Tirmidzi dan An-Nasa'i]

“Solat lima waktu dan satu Jumaat dengan Jumaat setelahnya adalah penghapus dosa yang terjadi di antara semuanya, selama dosa besar tidak dilakukan.”
[H.R. Muslim]

Dari Abu Umamah ra., dia berkata: “Ketika Rasulullah s.a.w. berada di masjid duduk bersama kami, tiba-tiba seseorang datang kepadanya lalu lalu berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya telah melakukan kejahatan, maka hukumlah aku.” Rasulullah diam, dan dia mengulangi kembali pernyataannya. Rasulullah tetap diam tidak menjawab. Sedangkan qamat untuk solat telah diserukan. Maka, ketika Rasulullah s.a.w. (selesai solat) keluar, orang itu mengikutinya dan aku (Abu Umamah) pun mengikutinya dan menunggu jawapan Rasulullah s.a.w. kepadanya. Lalu Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya: “Bukankah ketika keluar dari rumah, kamu berwuduk dengan baik?” Dia menjawab: “Ya, wahai Rasulullah s.a.w.” Kemudian Rasulullah bertanya: “Kemudian kamu solat bersama kami?”. Dia menjawab: “Ya Rasulullah”. Rasulullah s.a.w. bersabda: “Sesungguhnya Allah swt. Telah mengampuni dosamu.”
[H.R. Muslim,Abu Daud dan Al Bukhari dari Anas

Rasulullah s.a.w. bersabda:“Barangsipa mengerjakan solat Isyak dengan berjamaah, maka dia seperti bangun tengah malam(solat lail) dan barangsiapa solat subuh dengan berjemaah, maka dia seperti solat malam seluruhnya.”
[H.R. Muslim]

“Solat seseorang dengan berjamaah(pahalanya) melebihi solat di rumah atau di pasar dengan dua puluh lima ganda. Ini kerana, apabila dia telah berwuduk dan sempurnakan wuduknya, kemudian keluar menuju Masjid dengan semata-mata untuk solat, maka dia tidak akan melangkah satu langkah melainkan dihapuskan baginya satu kesalahan, kemudian apabila dia solat maka malaikat selalu mendoakannya, selama dia masih berada di tempat solatnya,(dengan mengucapkan), “Ya Allah berilah rahmat kepadanya, dan kasih sayangilah dia.” Dan kamu selalu dalam solat selama menanti solat.”
[H.R. Al Bukhari-Muslim]

“Celakalah bagi orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dalam shalatnya.” (Al-Ma’un: 4-5)

Pada suatu hari, Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam berbicara tentang shalat, sabda beliau: “Barangsiapa menjaga shalatnya maka shalat tersebut akan menjadi cahaya, bukti dan keselamatan baginya pada hari Kiamat nanti. Dan barangsiapa tidak men-jaga shalatnya, maka dia tidak akan memiliki cahaya, tidak pula bukti serta tidak akan selamat. Kemudian pada hari Kiamat nanti dia akan (dikumpulkan) bersama-
sama dengan Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay Ibnu Khalaf.” (HR. Ahmad, At-Thabrani dan Ibnu Hibban, hadits shahih)

Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: “(Yang menghilangkan pembatas) antara seorang muslim dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR.Muslim)

Sunday, July 4, 2010

Doa dan Wirid Mempermudah Proses Bersalin

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos2/bayi12.jpg&h=235&w=355&zc=1
Alhamdulillah:

Setiap wanita yang hendak melahirkan mengalami cobaan yang begitu berat apalagi ketika mengalami kesulitan ketika melahirkan. Maka dalam keadaan seperti ini dianjurkan untuk banyak berdzikir dan berdoa. Diantara doa yang bisa dibacakan kepada wanita yang hendak melahirkan adalah:

Sheikh Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

Fadhilatus Sheikh, apakah ada ayat-ayat Al-Qur’an yang bisa dibaca untuk memudahkan kelahiran bagi wanita ?

Jawaban: Saya tidak mengetahui dalam hal itu sesuatpun dari Sunnah akan tetapi jika seseorang membacakannya kepada wanita yang hendak melahirkan apa yang menunjukkan kemudahan seperti ayat:

(يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر)

Artinya : ( Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan Dia tidak menghendaki kesulitan bagi kalian )( QS Al-Baqarah: 185)

Dan ayat yang menceritakan tentang kehamilan dan kelahiran seperti firman Allah Ta’alaa:

(وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَى وَلا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِه)

Artinya: (dan tidaklah apa yang dikandung oleh wanita atau yang dilahirkannya kecuali dengan sepengetahuan Allah ).

Juga seperti firman Allah Ta’alaa:

(إذا زلزلت الأرض زلزالها وأخرجت الأرض أثقالها)

Artinya: ( Apabila bumi digoncangkan dengan kuatnya dan bumi mengeluarkan beban beratnya ) (QS Al-Zalzalah)

Maka hal ini bisa bermanfaat dan mujarab dengan izin Allah karena Al-Qur’an seluruhnya adalah obat, apabila yang membaca dan yang dibacakan mengimani pengaruh dan kashiatnyanya maka pasti akan berkesan karena Allah Subhanahu wataa’la berfirman:

(وننزل من القرءان ما هو شفاء ورحمة للمؤمنين ولا يزيد الظالمين إلا خسارا)

Artinya: ( Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an yang merupakan obat dan rahmat bagi orang-orang beriman dan tidak menambah bagi orang-orang yang dhalim kecuali kerugian ).

Dan ayat ini secara umumnya obat dan rahmat yang mencakup obat hati termasuk penyakit syubhat dan penyait syahwat dan obat bagi tubuh dari penyakit yang berat.

Beliau juga ditanya:

Apakah membaca surat Zalzalah ketika melahirkan dapat memudahkan proses kelahiran ? apakah ada doa-doa dan dzikir yang syarie diucapkan ketika melahirkan untuk memudahkannya ? dan apakah doa ketika melahirkan mustajab ?

Jawaban:

Alhamdulillah, menulis surat Zalzalah dalam wadah dengan kunyit, demikian juga ayat-ayat yang didalamnya bahwa Allah subhanahu wata’alaa mengetahui apa yang didalam rahim, demikian juga seperti firman Ta’alaa:

" وما تخرج من ثمرات من أكمامها وما تحمل من أنثى ولا تضع إلا بعلمه " فصلت : 47

Artinya: ( Dan tidak ada buah-buahan yang keluar dari kelopaknya dan tidak seorang perempuanpun mengandung dan tidak pula melahirkan, melainkan dengan sepengetahuan-Nya) (QS Fushilat: 47).

وقوله تعالى : " الله يعلم ما تحمل كل أنثى وما تغيض الأرحام وما تزداد وكل شيء عنده بمقدار " الرعد : 8 .

Artinya: ( Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang bertambah. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya ) ( QS Ar-ra’d : 8 ).

Dan ini dicoba dengan menuangkan air kedalam wadah dan diaduk sampai warna air berubah menjadi kuning karena kunyit kemudian diminumkan kepada wanita yang akan melahirkan dan sebagian untuk mengusap perutnya, atau ayat-ayat ini dibaca dalam wadah air kemudian diminumkan kepadanya dan diusapkan perutnya juga. Atau dibacakan kepada anita yang hendak melahirkan, semuanya bermanfaat dengan izin Allah.

Adapun doa.....yakni doa wanita yang hendak melahirkan , tentunya lebih dekat untuk dikabulkan karena diucapkan dalam keadaan sulit, sedangkan Allah Azza wa Jalla berfirman:

" أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الأرض أإله مع الله " النمل : 62

Artinya: ( Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah dimuka bumi ) ( QS An-naml: 62 ).

Betapa banyak Allah Azza wa Jalla mengkabulkan doa ketika dalam kesulitan lalu Allah memberikan jalan keluarnya. Wallahu A’lam

( Fatwa Sheikh Utsaimin dinukil dari majalah Dakwah edisi 1754 hal 36)

(www.islam-qa.com)

Rahsia Tubuh Manusia

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/downey-iron-man0114.jpg&h=235&w=355&zc=1

Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui banyak rahasia yang terdapat di dalam tubuhnya. Fakta-fakta ini mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya, tapi seseorang akan terkejut bila mengetahuinya.

Tubuh manusia mulai dari kepala, leher, batang badan, 2 lengan dan 2 kaki merupakan keseluruhan struktur fisik dari organisme manusia. Ukuran tubuh manusia biasanya dipengaruhi oleh gen, dan saat dewasa tubuh terdiri dari 100 miliar sel yang dirancang untuk menunjang fungsi masing-masing organ seperti kardiovaskular, pencernaan, kekebalan tubuh, pernapasan, ekskresi, perkemihan, muskuloskeletal, saraf, endokrin dan reproduksi.

Karena itu ada fakta-fakta tersembunyi yang tidak diketahui banyak orang mengenai tubuh seorang manusia, seperti dikutip dari Howstuffworks, Rabu (30/12/2009):

1. Manusia melepaskan sekitar 600.000 partikel (sel) kulit setiap jamnya. Dalam setahun ada sekitar 1,5 pon (0,75 kg) sehingga rata-rata orang akan kehilangan sekitar 105 pon (47,25 kg) sel kulit pada saat berusia 70 tahun.

2. Jumlah tulang. Orang dewasa memiliki tulang yang lebih sedikit dibandingkan bayi. Saat seseorang baru memulai kehidupan, terdapat 305 tulang. Tapi seiring terjadinya pertumbuhan, maka saat dewasa orang hanya memiliki 206 tulang saja.

3. Sidik (garis-garis) di lidah. Jika ingin menyembunyikan identitas, maka sebaiknya tidak menjulurkan lidah. Karena serupa dengan sidik jari, setiap orang memiliki sidik lidah unik yang berbeda-beda.

4. Lapisan kulit perut baru. Tanpa disadari setiap manusia memiliki lapisan kulit perut baru setiap 3-4 hari. Ini karena asam yang kuat di lambung tidak hanya berguna untuk mencerna makanan, tapi juga untuk mengikis lapisan perut.

5. Kecepatan bersin. Udara yang dikeluarkan dari orang yang bersin bisa memiliki kecepatan hingga 100 mil/jam (160,9 km/jam) atau lebih. Karena itu tidak ada salahnya untuk menutup hidung saat bersin atau ada orang di dekat Anda yang bersin.

6. Panjangnya pembuluh darah. Darah memiliki jalur kerja yang panjang, karena ada sekitar 60.000 mil (96.540 km) pembuluh darah dalam tubuh manusia. Dan jantung bekerja keras untuk memompa sekitar 2.000 galon darah setiap harinya ke semua pembuluh darah.

7. Jumlah air liur. Mungkin tidak pernah terbayangkan untuk berenang di dalam air liur sendiri. Tapi hal ini mungkin saja, karena dalam seumur hidupnya seseorang menghasilkan air liur rata-rata 25.000 liter.

8. Kekuatan mendengkur. Seseorang pasti akan terganggu jika tidur di sebelah orang yang mendengkur. Hal ini bisa dimaklumi, karena suara dengkuran bisa mencapai 60 desibel yang setara dengan suara normal orang berbicara. Bahkan ada yang mencapai 80 desibel yaitu setara dengan suara mesin bor.

9. Warna dan jumlah rambut. Warna rambut akan membantu menentukan seberapa banyak jumlah helai rambut. Warna rambut pirang memiliki 146.000 folikel (kantong kelenjar pada rambut), rambut hitam memiliki 110.000 folikel sedangkan rambut coklat memiliki 100.000 folikel. Setiap folikel menghasilkan 20 helai rambut.

10. Berat kepala. Tidak heran jika seorang bayi sulit sekali mengangkat kepalanya, karena berat kepala saat baru lahir adalah seperempat dari total berat badan. Sedangkan saat dewasa, berat kepalanya hanya seperdelapan dari berat badan seseorang. (detik/ver/ir)

Adab orang yang mahu memulakan makan

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/T_1247568679woman-holding-apple-.jpg&h=235&w=355&zc=1

1. Makanan itu mestilah dari yang halal dan cara memperolehinya juga harus secara halal, menurut petunjuk syariat dan wara’, tidak boleh diusahakan dengan cara yang dilarang di dalam syariat, ataupun dengan cara menurutkan hawa nafsu ataupun dengan cara penipuan. Dan Allah Ta’ala telah pun memerintahkan kita suapa memakan makanan yang baik, yakni secara halal, sebagaimana Dia telah mengutamakan larangan makanan secara batil (haram) daripada larangan membunuh jiwa tanpa hak, iaitu untuk mengeraskan lagi larangan memakan yang haram dan membesarkan keberkatan memakan yang halal. Allah Ta’ala telah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta-harta sesama kamu dengan jalan kebatilan, melainkan dengan perniagaan secara sukarela satu sama lain dan janganlah kemu membunuh dirimu” (an-Nisa’: 29)

Maksud yang pertama dari makanan mestilah ia dari yang baik atau yang halal dan ini adalah dikira sebagai kewajiban dan perkara pokok dalam agama.

2. Membasuh tangan sebab tangan ini tidak sunyi dari kotoran kerana seringkali ia digunakan untuk membuat pekerjaan yang berbagai-bagai. Oleh itu membasuh tangan adalah lebih dekat kepada kebersihan dan kesucian.

3. Bila memakan sesuatu makanan, sayugialah diniatkan memakan kerana bertaqwa kepada Allah dan kerana menguatkan badan untuk menjalani ketaatan kepada Allah Ta’ala supaya dengan yang demikian, dia boleh menjadi seorang yang taat pada mengerjakan ibadat. Untuk menjamin niatnya atas dasar ini, hendaklah jangan sampai tangannya mencapai makanan, melainkan setelah benar-benar lapar. Jadi kelaparan yang merupakan satu-satu sebab yang menjadikannya memakan makanan itu. Kemudian hendaklah ia mengangkat tangannya dari makanan itu sebelum benar-benar kenyang. Barangsiapa yang menurut petunjuk ini, niscaya ia tidak perlu lagi kepada pertolongan doktor.

4. Hendaklah ia sentiasa redha dengan makanan yang terhidang di hadapannya, yakni rezeki yang telah dikurniakan oleh Allah kepadanya.

5. Sebaik-baiknya, makanan yang terhidang itu dijamah (dimakan) oleh tangan yang banyak, walauoun dari ahli rumahtangga dan anak-pinak, sebab sebaik-baik makanan ialah yang disentuh oleh tangan yang banyak. Rasulullah s.a.w sendiri tidak pernah memakan sendirian.

Friday, June 25, 2010

Buruk dan Hinanya Perbuatan Zina

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/zina.jpg&h=235&w=355&zc=1

Saat ini kita hidup dalam zaman yang amat sangat bebas. Bahkan karena terlalu bebasnya pergaulan dalam masyarakat, nilai-nilai agama pun mulai ditinggalkan. Lihat saja sekarang, dengan mudah kita dapat menemukan berbagai kemaksiatan di sekitar kita. Bahkan hal-hal yang menjurus pada perbuatan zina terpampang di sekitar kita dan tidak lagi dianggap perkara aib.

Anak-anak muda zaman sekarang seakan-akan berlomba dalam hal ini. Begitu banyak gadis-gadis yang mempertontonkan kemolekan tubuhnya secara bebas, hubungan dengan lawan jenis yang melewati batas, dan banyak lagi hal-hal yang membuat perzinahan seakan-akan menjadi sesuatu yang wajar-wajar saja. Ditambah lagi dengan lemahnya iman dan ilmu agama yang dimiliki, membuat perzinahan semakin merajalela.

Padahal, jelas-jelas Islam telah melarang melakukan perbuatan zina. Jangankan melakukannya, mendekati saja sudah tidak boleh. Tentunya perintah untuk tidak mendekati dan melakukan perbuatan zina bukanlah tanpa sebab. Perbuatan zina merupakan sebuah perbuatan yang keji yang dapat mendatangkan kemudharatan bukan hanya kepada pelakunya, namun juga kepada orang lain.

Padahal, jelas-jelas Islam telah melarang melakukan perbuatan zina. Jangankan melakukannya, mendekati saja sudah tidak boleh.

Banyak sekali dalil-dalil baik dari Al Quran maupun hadist yang melarang perbuatan zina ini. Bahkan sebagiannya disertai celaan yang hina bagi pelakunya dan hukuman yang ngeri baik di dunia maupun di akhirat.
Dalil Dari Al Quran:

الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ الزَّانِي لَا يَنْكِحُ إِلَّا زَانِيَةً أَوْ مُشْرِكَةً وَالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَا إِلَّا زَانٍ أَوْ مُشْرِكٌ وَحُرِّمَ ذَلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas oran-orang yang mukmin.” (an-Nuur: 2-3)

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (al-Israa’: 32)

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (al-Furqaan: 68-69)

Dalil dari Hadits

Kalau kita telusuri hadits-hadits Nabi yang berkaitan dengan zina, bukan saja akan kita dapati larangan, celaan, ancamannya di akhirat. Namun, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam juga memperingatkan dan melarang hal-hal yang dapat menghantarkan kepada zina. Bentuknya antara lain larangan memandang wanita lain, larangan berikhtilath dan berduaan dengannya, dan secara tegas memperingatkan bahaya fitnah wanita bagi laki-laki.

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya, dari Jarir bin Abdillah al Bajali radliyallah 'anhu, berkata, "aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang pandangan yang tiba-tiba, maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku." Dalam riwayat lain beliau bersabda, "tundukkan (lihatlah ke tanah) pandanganmu."

Dalam Sunan Abi Dawud, Dari Abdillah bin Buraidah, dari ayahnya berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada Ali Bin Abi Thalib radliyallah 'anhu:

يا علي، لا تتبع النظرة النظرةَ، فإن لك الأولى وليس لك الآخرة

"Hai Ali, Janganlah engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lainnya. sesungguhnya bagimu hanya boleh dalam pandangan yang pertama dan tidak yang selanjutnya."

Dan dalan Shahihain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang nongkrong di pinggir jalan. Lalu para sahabat menyampaikan keberatan karena mereka tidak memiliki tempat lain untuk berbincang-bincang. Kemudian beliau shallallahu 'alaihi wasallam membolehkannya asal mereka memberikan haqqut thariq (hak jalan), yaitu menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang yang lewat, menjawab salam, memerintahkan yang ma'ruf, dan mencegah kemungkaran.

Beliau bersabda, Dari Ibnu Umar bin Al-Khaththab rahimahullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seorang pria yang berduaan dengan seorang wanita, kecuali yang ketiganya adalah syetan.” (HR At-Tirmidzi)

Dari Usamah bin Zaid rahimahullah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah aku tinggalkan fitnah di tengah-tengah manusia sepeninggalku yang lebih berbahaya daripada fitnah wanita.” (HR Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah rahimahullah berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Tiga jenis orang yang Allah tidak mengajak berbicara pada hari kiamat, tidak mensucikan mereka, tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka adzab yang pedih: Orang yang berzina, penguasa yang pendusta, dan orang miskin yang sombong,” (HR Muslim).

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Seorang pezina yang akan berzina tak akan jadi berzina ketika dalam keadaan beriman. Seorang pencuri yang akan mencuri tak akan jadi mencuri ketika dalam keadaan beriman. Seorang peminum khamar yang akan meminum khamar tak akan jadi meminumnya ketika dia dalam keadaan beriman.” (HR Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Para ulama berbeda pendapat mengenai hadits di atas. Namun makna yang benar adalah perbuatan maksiat di atas tidak akan dilakukan, jika orang itu memiliki keimanan yang sempurna. Pengertian ini diambil dari lafadz-lafadz yang diungkapkan untuk penafian sesuatu dan yang dimaksudkan adalah penafian sebagaimana adanya."

Dalam Shahih Bukhari, setelah beliau meriwayatkan hadis ini, Ikrimah berkata, “Saya bertanya kepada Ibnu Abbas, ‘Bagaimana tercabutnya keimanan dari orang itu?”

Ibnu Abbas menjawab, “Seperti ini.” Ibnu Abbas menjalin jari-jarinya dan melepaskankan jalinan jari-jarinya. Ibnu Abbas kembali menjelaskan, “Jika dia bertaubat, maka jari-jari ini akan kembali terjalin." Demikianlah, Ibnu Abbas kembali memperlihatkan jari-jarinya yang terjalin.

Dalam hadits lainnya, Beliau shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Jika seorang hamba berzina, maka iman akan keluar darinya, maka dia seperti payung yang berada di atas kepalanya. Jika dia meninggalkan perbuatan zina itu, maka keimanan itu akan kembali kepada dirinya.” (HR. At Tirmizi danAbu Dawud)

Diriwayatkan dari al Miqdad bin al Aswad rahimahullah, ia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya, “Bagaimana pandangan kalian tentang zina?” Mereka berkata, “Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkannya maka ia haram sampai hari kiamat.” Beliau bersabda, “Sekiranya seorang laki-laki berzina dengan sepuluh orang wanita itu lebih ringan daripada ia berzina dengan isteri tetangganya." (HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad)

Kandungan dalil tentang zina

Dari dalil-dalil tersebut, kita dapat mengambil beberapa kesimpulan tentang larangan zina dalam Islam. Kesimpulan yang dapat kita ambil diantaranya adalah:

1. Kerasnya pengharaman zina. Zina adalah seburuk-buruk jalan dan sejelek-jelek perbuatan. Terkumpul padanya seluruh bentuk kejelekan yakni kurangnya agama, tidak adanya wara’, rusaknya muru’ah (kehormatan) dan tipisnya rasa cemburu. Hingga engkau tidak akan menjumpai seorang pezina itu memiliki sifat wara’, menepati perjanjian, benar dalam ucapan, menjaga persahabatan, dan memiliki kecemburuan yang sempurna kepada keluarganya. Yang ada tipu daya, kedustaan, khianat, tidak memiliki rasa malu, tidak muraqabah, tidak menjauhi perkara haram, dan telah hilang kecemburuan dalam hatinya dari cabang-cabang dan perkara-perkara yang memperbaikinya.

2. Ancaman yang keras terhadap pelaku zina. Hukuman bagi pezina dikhususkan dengan beberapa perkara:

a. Keras dan ngerinya hukuman bagi pezina

b. Diumumkan hukumannya di depan umum, bahkan disaksikan orang banyak.

c. Larangan menaruh rasa kasihan kepada pezina

3. Hukuman bagi pezina yang belum menikah adalah dicambuk seratus kali dan diasingkan selama satu tahun. Dan hukuman bagi pelaku zina yang telah menikah adalah dirajam sampai mati. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah merajam sebanyak enam orang di antaranya adalah Mu’iz, wanita al-Ghamidiyah dan lain-lain.

4. Adapun berzina dengan wanita yang masih mahram mewajibkan hukuman yang sangat keras, yakni dibunuh.

Ibnul Qayyim berkata dalam Raudhatul Muhibbin, “Adapun jika perbuatan keji itu dilakukan dengan orang yang masih memiliki hubungan kekeluargaan dari para mahramnya, itu adalah perbuatan yang membinasakan. Dan wajib dibunuh pelakunya bagaimanapun keadaannya. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan yang lainnya.”

5. Zina ada beberapa cabang, seperti zina mata, zina lisan, dan zina anggota badan. Disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a, Rasulullah saw. bersabda, “Allah telah menetapkan atas setiap Bani Adam bagiannya dari zina yang tidak bisa tidak pasti ia mendapatinya. Zina mata adalah melihat, zina lisan adalah berbicara, hati berangan-angan serta bernafsu dan kemaluan membenarkan atau mendustakannya.”

6. Orang yang sudah dijatuhi hukuman sanksi dalam Islam di dunianya, maka itu menjadi kafarat dan penghapus untuk dosanya.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam “Barangsiapa yang melakukan perbuatan maksiat, kemudian dia dijatuhi sanksi hukum Islam, maka (sanksi hukum) itu merupakan kafarat bagi perbuatan dosanya. Barangsiapa melakukan perbuatan maksiat, kemudian Allah menutup aib orang itu, maka perkaranya dikembalikan kepada Allah Swt. Jika Allah menghendakinya, pada hari kiamat Dia dapat menyiksanya. Jika Allah menghendakinya, Dia dapat mengampuninya.” (HR. Sunan At Tirmidzi)

Marilah kita selalu berlindung kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan memohon pertolongan dan bimbingan-Nya agar dapat terhindar dari semua perbuatan yang menjurus kepada kemaksiatan. (PurWD/voa-islam.com)

Apabila Zina Sudah Bermerajalela, Azab Allah Akan Menimpa

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/Bataku/pergaulan-bebas.jpg&h=235&w=355&zc=1

Bumi Indonesia makin subur dengan aksi mesum. Pasca beredarnya video seks mirip Ariel "Peterpan" dengan artis Luna Maya, lalu disusul dengan hadirnya video serupa dengan lakon pria yang masih mirip Ariel "Peterpan" dengan Cut Tari menjadikan Indonesia lebih dikenal dunia. Bukan dikenal dengan luhurnya akhlak dan tinginya budi pekerti, tapi dikenal dengan aksi mesum anak bangsanya. Bahkan kepopularan Indonesia sebagai negara korup, dalam beberapa hari ini tergerus dengan sematan baru sebagai negara mesum. Kita juga tidak tahu, lebih baik mana sematan negara korup apa negara mesum?

Beredarnya video porno tersebut seolah mengirim pesan untuk kita, sudah sedemikian bejatnya moral anak bangsa. Nilai-nilai moral dan agama terpinggirkan. Nafsu syahwat dipertuhankan. Kehidupan layaknya binatang menjadi kegemaran. Dan kerusakan ini semakin menjadi karena media ikut mempublikasikannya. Berita esek-esek memang menjadi idola manusia negeri ini, banyak penggemarnya. Sehingga tepat kalau media menjadikannya sebagai komoditi untuk meningkatkan rating dan oplah, karena umumnya media massa kita hanya berpikir dari sisi pragmatisme bisnis semata.

Pemberitaan media yang massif menyebabkan banyak kalangan, terutama remaja semakin tergoda untuk mengoleksi video tersebut. Akibatnya, semakin banyaklah orang ikut menyaksikan tontonan haram itu. Tentu dikhawatirkan, perilaku serupa makin merajalela.

Dalam Islam aib seseorang harus ditutupi. Terlebih jika aib itu bisa menyebabkan orang semakin berdosa dan menambah kerusakan, tentu kewajiban untuk menutupinya jauh lebih ditekankan. Tapi, inilah kehidupan yang jauh dari norma Islam, mengumbar aib menjadi kegemaran sebagimana kegemaran mengumbar aurat.

Zina dalam pandangan Islam

Sesungguhnya zina dalam Islam adalah perbuatan yang haram dan hina. Bahkan, seburuk-buruk orang Islam pun pasti tahu haramnya zina. Namun, ternyata perbuatan zina dan perantara-perantaranya begitu bebasnya di negeri kita. Inilah zaman yang kejahatan zina tersebar di mana-mana dan terlihat sebagai sesuatu yang biasa.

Sering kita dengar seorang gadis yang hamil di luar nikah. Kita akan melihat ayah dan ibunya sangat bingung dan malu. Namun, ketika ada seseorang yang siap menikahinya maka hilanglah kesedihan dan rasa malu. Bahkan tidak sedikit yang memeriahkan pesta pernikahan anaknya yang sudah mulai terlihat besar perutnya. Hal ini menunjukkan bahwa kebingungan dan rasa malu mereka bukan karena anak gadisnya melakukan zina, tapi karena anaknya hamil dan belum ada yang siap menjadi ayahnya. Na'udzu billah min dzalik.

Tersebarnya zina terdukung oleh faktor pemicunya yang tersebar bebas di masyarakat seperti majalah dan film parno, televisi dengan tayangan yang vulgar, sinetron umbar aurat, film layar lebar yang sering dengan bumbu aksi mesum, dan pertunjukan pornoaksi dalam bungkus hiburan musik, dan media-media lainnya.

Tersebarnya zina dengan seperangkat sarana-sarana pendukungnya merupakan isyarat bahwa hancurnya dunia ini memang semakin dekat, tinggal menunggu waktu. Karenanya negeri ini harus segera bertaubat, jika tidak, ditakutkan adzab Allah akan segera datang.

Sesungguhnya sunnah Allah berlaku pada makhluk-Nya, di mana jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi. Abdullah bin Mas’ud, berkata, "Tidaklah muncul perzinaan di sebuah negeri, kecuali Allah mengumumkan kehancurannya."

Jika perzinaan merajalela, maka Allah murka kepada mereka. Jika kemurkaan Allah terus berlangsung, maka Dia akan menurunkan adzab-Nya ke bumi.

Dalam hadist Aisyah radliyallahu 'anha, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkhutbah pada shalat gerhana matahari beliau bersabda:

مَا مِنْ أَحَدٍ أَغْيَرُ مِنْ اللَّهِ أَنْ يَزْنِيَ عَبْدُهُ أَوْ تَزْنِيَ أَمَتُهُ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلبَكَيْتُمْ كَثِيرًا

"Wahai umat Muhammad, tidak ada yang lebih tersinggung (ghirah) melebihi Allah ketika seorang hamba laki-laki dan perempuan berzina. Hai umat Muhammad seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui apa yang aku ketahui niscaya kalian akan banyak menangis dan sedikit tertawa.”

Kemudian, Rasulullah mengangkat kedua tangannya dan berkata, “Ya Allah, apakah hal ini sudah aku sampaikan?.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada rahasia yang penting dibalik penyebutan dosa besar zina pada saat shalat kusuf (shalat gerhana). Yaitu maraknya perzinaan adalah tanda-tanda hancurnya dunia dan hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Maraknya perzinaan adalah tanda-tanda hancurnya dunia dan hari kiamat, dan gerhana adalah satu satu bentuk tanda kiamat.

Zina dianggap Halal

Pada akhir zaman banyak orang tidak malu-malu lagi melakukan zina. Zina tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang hina dan memalukan. Hal ini dikarenakan banyaknya tontonan zina dan banyaknya orang yang berzina. Sehingga ketika seorang laki-laki ketahuan berzina terasa tidak ada beban asal bertanggungjawab mau menikahi wanita zinanya. Wal 'iyadl billah!

Diriwayatkan dalam Shahih Bukhari, Abu Malik al Asy'ari bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

"Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan (menganggap halal perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik." (HR. Bukhari)

Makna yastahilluuna (menghalalkan), menurut Ibnul 'Arabi adalah mereka meyakininya sebagai sesuatu yang halal, sehingga mereka terus-menerus melakukannya tanpa beban, seolah-olah menikmati sesuatu yang halal. (Disarikan dari ucapan Ibnul 'arabi dari Fathul Baari: 16/61 dari Maktabah Syamilah)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (dan menyetubuhinya) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, "alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini." (HR. Abu Ya'la. Al Haitsami berkata, "perawi-perawinya shahih." Lihat Majmu' Zawaid: 7/331)

Dan pada akhri zaman, setelah lenyapnya kaum muslimin, tinggallah orang yang jelek yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Diriwayatkan dari al-Nawwas radliyallahu 'anhu:

وَيَبْقَى شِرَارُ النَّاسِ يَتَهَارَجُونَ فِيهَا تَهَارُجَ الْحُمُرِ فَعَلَيْهِمْ تَقُومُ السَّاعَةُ

"Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang." (HR. Muslim)

Gambaran semacam ini sudah nampak di negeri kita, sebagaimana yang dilakukan para pelacur yang menjajakan dirinya di pinggir-pinggir jalan, di beberapa tempat keramaian atau taman kota, dan juga yang terjadi di pinggir-pinggir pantai, tempat wisata. Tapi, jika dibandingkan di Barat mungkin belum lah separah di sana. Namun, tidak menutup kemungkinan yang di Barat pun akan terjadi di sini, sebagaimana fenomena akhir-akhir ini terjadi, sebagian orang sudah berani merekam perbuatan bejatnya bersama wanita zinanya. Maka mungkin saja, zina di jalan-jalan dapat terjadi.

Dari Abdullah bin Umar radliyallah 'anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.”

Fenomena zina di akhri zaman, boleh jadi lebih para daripada yang terjadi pada zaman jahiliyah. Orang-orang jahiliyah memandang buruk perzinahan yang dilakukan secara terang-terang. Berbeda dengan pandangan umum masyarakat modern, zina dianggap sebagai sebuah kebebasan yang diagungkan. Bahkan, orang yang melarang zina dianggap melanggar HAM.

Ibnu Abbas radliyallah 'anhuma berkata: "Mereka pada masa jahiliyah memandang zina yang lakukan dengan sembunyi-sembunyi tidaklah mengapa. Namun, mereka memandang buruk zina yang dilakukan dengan terang-terangan. Lalu Allah mengharamkan zina yang dilakukan dengan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan." (Dinukil dari Fathul Baari)

Semoga mereka yang sudah terjerumus ke dalam kubangan haram segera kembali ke jalan yang benar. Meninggalkan segala bentuk keharaman dan mencari yang halal. Dan semoga Allah meneguhkan keimanan umat ini dari berbagai fitnah zaman yang menghawatirkan. Ya Allah, Tunjuki kami kepada kebenaran dan berilah kekuatan untuk mengikutinya. Dan palingkan kami dari kebatilan dan anugerahkan kami kekuatan untuk menjauhinya. Amin Ya Mujiibbas Sailiin. (PurWD/voa-islam.com)

Oleh: Badrul Tamam

Tuesday, June 22, 2010

Cara mengelak daripada berlaku zina

http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs256.snc3/23171_100000557572248_7247_n.jpg

Rasulullah s.a.w bersabda yang bermaksud : “Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih besar (berbahaya) terhadap lelaki daripada fitnah seorang wanita.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Daripada Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah s.a.w bersabda : “Hendaklah kalian takut terhadap (godaan) dunia dan takutlah kalian terhadap (godaan) wanita.” (Riwayat Muslim)

Ibn Abbas mengatakan : “Tidak ada dalam kalangan orang terdahulu yang menjadi kafir, kecuali gara-gara wanita dan orang terkemudian pun kafir gara-gara wanita (juga).”

Said Ibn al-Musayyab berkata : “Setiap kali syaitan berputus asa mengganggu seseorang, maka dia akan melancarkan gangguannya melalui wanita.”

Islam bukan saja melarang umatnya melakukan zina malah melarang mereka mendekati asbab-asbab (jalan-jalan) yang membawa dan menyampaikan kepada zina! Allah melarang dalam firmanNya yang bermaksud,

“dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah sutu perbuatan keji dan jalan yang buruk.” (Surah al-Israa’ : ayat 32)

Ingatlah, segala yang kita lakukan di dunia ini akan dipersoalkan dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Berdasarkan firman Allah yang bermaksud,

“..sesungguhnya pendengaran, penglihatan juga hati, semua anggota itu tetap akan ditanya tentang apa yang dilakukannya (selama di dunia).” (Surah al-Israa’ : ayat 36)

Jauhi dan hindarilah semampu yang boleh jalan-jalan dan pintu-pintu yang membawa ke arah mukaddimah (permulaan) zina.

1) Jaga dan pelihara aurat

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (Surah an-Nur : ayat 31)

[caption id="attachment_670" align="aligncenter" width="342" caption="hakikat tudung"][/caption]

Hakikat sebuah tudung :

Hakikat tudung adalah perlindungan zahir dan batin. Lindungi mata kita dari memandang lelaki yang bukan muhrim, lindungi lidah kita dari mengumpat orang dan bercakap perkara yang sia-sia, sentiasalah lazimi lidah dengan zikir kepada Allah s.w.t, lindungi telinga dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk diri sendiri mahupun masyarakat, lindungi hidung kita dari mencium segala yang berbau busuk, lindungi tangan-tangan dari membuat sesuatu yang tidak senonoh, lindungi kaki kita dari melangkah menuju maksiat, lindungi fikiran kita dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdayai nafsu, lindungi hati kita dari sesuatu selain Allah s.w.t. Bila sudah biasa, tudung yang kita pakai, akan menyinari hati kita. Itulah hakikat tudung!

2) Tundukkan pandangan. Kawal pandangan mata.

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”. (Surah an-Nur : ayat 30)

3) Jangan lunakkan suara.

Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, (Surah al-Ahzab : ayat 32)

4) Perlua ada batas untuk urusan lelaki dan perempuan.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. (Surah al-Ahzab : ayat 53)


5) Labuhkan pakaian.

Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. (Surah al-Ahzab : ayat 59)

Bukankah Nabi s.a.w juga mengajar kita bahawa mencegah lebih baik daripada merawat dalam apa jua aspek kehidupan? Jadi…

“Sebelum termengandung, maka mukaddimah zina mestilah dibendung.”

Jika tidak, ini yang akan berlaku dalam kehidupan kita.

~ Pergaulan bebas semakin berleluasa. Hidup bebas seperti tiada lagi dosa dan pahala. Pasangan bercinta pegang tangan jalan sana sini tanpa segan silu lagi. Remaja perempuan menjual maruah diri dengan sesuka hatinya tanpa memikirkan akibat yang bakal ditanggung.

[caption id="attachment_673" align="aligncenter" width="360" caption="pergaulan bebas muda mudi"]

Thursday, June 17, 2010

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs541.snc3/29652_121181057914998_100000693143315_144089_2640713_n.jpg

Wanita telah ditinggikan kemuliaannya dengan kedatangan agama Islam melalui wahyu yang telah diturunkan kepada para rasul. Anda tentu sudah tidak asing dengan cerita khalifah Islam yang kedua iaitu Saidina Umar Al-Khattab yang menanam hidup-hidup anak perempuannya kerana kepercayaan pada zaman tersebut bahawa anak perempuan hanya akan membawa nasib malang pada keluarga dan anda juga tentu biasa melihat bagaimana kemelut dalam filem-filem tamil apabila seorang ayah yang ingin mengahwinkan anak perempuannya terpaksa memikirkan tentang wang hantaran yang perlu diberi pada pihak pengantin lelaki. Segalanya tidak lain tidak bukan, hanya meletakkan wanita sebagai serendah-rendah makhluk yang berada di muka bumi ini. Namun, kedatangan syariat Islam menenggelamkan segala kezaliman yang sekian lama wujud ini.

Menurut Profesor Dr Yusof Al-Qardhawi dalam kitabnya yang bertajuk Sistem Masyarakat Islam dalam Al-Quran Sunnah, beliau menyebut bahawa Islam telah menghargai kewanitaan wanita dan Islam menganggap wanita sebagai unsur penyempurna bagi kaum lelaki, sebagaimana lelaki juga penyempurna bagi wanita. Maka bukanlah antara satu sama lain dari mereka itu sebagai musuh, bukan pula sebagai saingan, akan tetapi wanita sebagai penolong bagi kaum lelaki untuk menyempurnaan keperibadian dan jenisnya, dan sebaliknya. Oleh kerana perkaitan yang erat antara lelaki dan wanita inilah Islam memperlakukan wanita dengan baik tanpa merendahkan dan menghina mereka.

Sesuai dengan kesucian dan kesempurnaan ajaran Islam, maka wujudlah garispanduan yang perlu diikuti oleh kaum wanita itu sendiri bagi melindungi diri mereka daripada terlibat dengan fitnah bahkan menjadi sumber fitnah dalam menjalani kehidupan mereka sebagai seorang muslimah. Walaupun dikatakan agama Islam telah menyusunatur kehidupan seorang wanita supaya dilindungi sepenuhnya sepanjang usia mereka, (bermula daripada menjadi tanggungjawab bapa, kepada menjadi tanggungjawab suami, sehinggalah menjadi tanggungjawab anak-anak lelaki mereka), kaum wanita seharusnya bijak membezakan antara perkara yang menjadi tanggungjawab dan apabila diri mereka menjadi tanggungjawab orang lain. Saya ingin katakan di sini adalah kaum wanitalah seharusnya peka dengan tuntutan-tuntutan syariat Islam sekiranya ingin menjalani kehidupan yang tenang di dunia dan di akhirat, walaupun ada insan lain yang dipertanggungjawabk an menjaga diri mereka.

Bagi membantu para muslimah sekalian, di sini saya cuba menyenaraikan apakah adab-adab atau garispanduan yang perlu diikuti oleh seorang muslimah dalam kehidupan mereka terutamanya apabila berada jauh daripada penjagaan keluarga ataupun suami berdasarkan penulisan Profesor Yusof Al-Qardhawi.

Pertama. Memelihara pandangan matanya dan memelihara kesuciannya, sebagaimana firman Allah SWT

“Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya. ..’” (An Nur: 31)

Kedua. Menutup aurat dan perhiasannya dengan baik, tidak berpakaian terlalu sempit dan menjolok mata. Allah SWT berfirman

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya, dan hendaklah mereka menutupkan kain jilbabnya ke dadanya.”
(An Nur: 31)

Ketiga. Hendaknya jangan menampakkan perhiasannya yang tersamar, seperti rambut, leher, kedua lengan dan kedua betis kecuali kepada suaminya atau muhrimnya. Allah SWT berfirman

“Dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. . .” (An-Nur: 31)

Keempat. Hendaklah bersopan dalam berjalan dan berbicara. Allah SWT berfirman.

“Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan … ” (An-Nur: 31)

“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (Al Ahzab: 32)

Kelima. Hendaklah ia menjauhi segala sesuatu yang menarik perhatian lelaki dari dirinya seperti berdandan (tabarruj) dengan dandanan ala jahiliyah. kerana ini bukanlah akhlaq seorang wanita yang bersih. Rasulullah SAW bersabda:

“Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian, kemudian keluar dari rumahnya agar dicium baunya oleh orang maka ia berzina.” (HR. Abu Dawud)

Maksudnya seakan ia berbuat zina, meskipun ia tidak berbuat demikian, maka wajib atas wanita menjauhi perilaku seperti itu

Keenam. Wanita dilarang berduaan dengan lelaki lain yang bukan suaminya dan bukan muhrimnya, hal itu untuk memelihara dirinya dan diri orang lain dari bisikan-bisikan dosa dan memelihara dirinya dari berita-berita bohong. Nabi SAW bersabda

“Jangan sekali-kali seseorang itu bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali dengan muhrimnya” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)

Ketujuh. Jangan berikhtilath dengan kaum lelaki lain kecuali kerana keperluan yang terpaksa dan kemaslahatan yang dibenarkan dan dilakukan dengan seperlunya, seperti solat di masjid, menuntut ilmu, berta’awun untuk kebaikan dan ketaqwaan, yang tidak terlarang bagi wanita itu untuk ikut serta dalam memberi pelayanan kepada masyarakat, tetapi jangan lupa batas-batas syari’at dalam bertemu dengan lelaki.

Begitulah antara adab-adab yang perlu diamalkan dalam kehidupan seorang wanita muslimah. Islam telah mengatur kehidupan muslimah dengan sempurna agar terhindar dari sebarang tipu daya. Jadi kepada para muslimah sekalian, saya ingin berpesan kepada anda dan diri saya sendiri, jagalah maruah anda kerana maruah merupakan cermin diri kita.

Friday, June 11, 2010

Hukum Berdoa Selepas Solat

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs464.snc3/25484_105345622819995_100000336726443_120245_4528318_n.jpg

Hukum Berdoa Selepas Solat

Hukumnya adalah sunat.

Hadith Sahih

1. Riwayat daripada Muaz bin Jabal yang menyatakan (yang bererti) :”Wahai Muaz! Demi ALlah! Sesungguhnya aku menyayangimu. Janganlah kamu meningalkan doa berikut setiap kali selepas solat iaitu :

ALlahumma a’inni ‘ala zikriKa wa syukriKa wa husni ‘ibadatik

Hadith ini telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, al Nasa’ie dan telah dihukumkan sahih Imam Ibnu Hibban dan al Hakim.

2. Hadith Zaid bin Arqam yang berbunyi : “Aku telah mendengar RasuluLlah sallaLlahu ‘alaihi wasallam telah berdoa setiap kali selepas solat : “ALlahumma Robbana wa robbi kulli syai in (Hadith ini telah diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan al Nasaie

3. Hadith Suhaib daripada RasuluLlah sallaLlahu ‘alaihi wasallam , katanya : “Adalah Rasulullah sallaLlahu ‘alaihi wasallam apabila selesai daripada solat, akan berdoa : “ALlahumma aslih li dini – (Hadith riwayat Imam al Nasa’ie dan telah dihukumkan sahih oleh Imam Ibnu Hibban dan lainnya.

Sumber : Fathul Bari li Ibni Hajar (Jilid 18/m.s 96)

Wednesday, June 9, 2010

Orang Yang Paling Menyesal

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs346.ash1/29451_118409634867184_115359668505514_93446_5295327_n.jpg

Sabda Rasulullah s.a.w. yang bermaksud : “Orang yang paling menyesal (berdukacita) pada hari Kiamat ialah orang yang ada peluang menuntut ilmu di dunia, tetapi dia tidak mengambil kesempatan menuntutnya, dan orang yang mengajar ilmu kepada orang lain; lalu yang belajar darinya mendapat faedah dari ilmu itu sedangkan dia sendiri tidak mendapat apa-apa.(Riwayat Ibnu As-Sakir dari Anas r.a.)”

Dalam hadith ini diterangkan tentang 2 orang yang paling menyesal dan berdukacita pada hari Kiamat.

1. Orang yang mempunyai peluang dan kesempatan untuk belajar tetapi tidak belajar.

Pada hari Kiamat Allah akan tanya “kenapa tidak belajar?”. Sekurang-kurangnya kalau kita melakukan sesuatu yang tidak betul, kita dimaafkan kerana masih belajar. Ambillah kesempatan untuk belajar dan ilmu tidak habis untuk dipelajari.

2. Orang yang diberi ilmu, orang lain mendapat faedah daripada ilmunya tetapi dia sendiri tidak mengambil faedah daripada ilmunya.

Janganlah jadi seperti lilin yang hanya membakar dirinya untuk orang lain, tanpa sebarang faedah kepadanya. Sama-samalah mencerahkan diri sendiri dan orang lain dan belajarlah untuk diamalkan.

Solat Rasulullah SAW Yang Terakhir Sebelum Baginda SAW Wafat

http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs311.ash1/27695_121330141236816_100000794910208_104568_5246938_n.jpg

أَنَّ رَسُولَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ : صَلَّى بِنَا، النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ، فِي آخِرِ حَيَاتِهِ، فَلَمَّا سَلَّمَ، قَامَ فَقَالَ أَرَأَيْتَكُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ، فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا، لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ

(صحيح البخاري)

Sungguh Abdullah bin Umar ra berkata :
Nabi saw mengimami kami shalat Isya yang terakhir dalam hidup beliau saw, ketika selesai shalat, beliau saw berdiri dan bersabda: “Kalian lihatkan malam kalian ini?, maka sungguh 100 tahun yang akan datang, tak tersisa satupun di daratan bumi” (Shahih Bukhari)

Assalamu’alaikum warahmtullahi wabarakatuh

حَمْدًا لِرَبٍّ خَصَّنَا بِمُحَمَّدٍ وَأَنْقَذَنَا مِنْ ظُلْمَةِ الْجَهْلِ وَالدَّيَاجِرِ اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ هَدَاناَ بِعَبْدِهِ الْمُخْتَارِ مَنْ دَعَانَا إِلَيْهِ بِاْلإِذْنِ وَقَدْ ناَدَانَا لَبَّيْكَ ياَ مَنْ دَلَّنَا وَحَدَانَا صَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ وَبَارَكَ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ، اَلْحَمْدُلِلّهِ الَّذِيْ جَمَعَنَا فِي هَذَ الْجَمْعِ اْلعَظِيْمِ

Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Maha Penguasa tunggal dan Maha membangkitkan keluhuran pada jiwa hamba-hambaNya untuk mencapai keluhuran yang lebih luhur, meninggalkan kehinaan menuju kemuliaan, meninggalkan kemuliaan menuju kemuliaan yang lebih mulia lagi, terus menuju gerbang-gerbang keluhuran Ilahi di dalam kenikmatan dan di dalam kesusahan, di dalam siang ataupun malam, dalam segala keadaan gerbang kedekatan kepada Allah selalu terbuka dari Al Qariib ( Yang Maha dekat ), sebagaimana firmanNya:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

( البقرة : 186 )

“ Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku menjawab permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi seruan Ku dan hendaklah mereka beriman kepada Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran ”. ( QS. Al Baqarah: 186 )

Sungguh Allah Maha dekat, Maha cepat menjawab dan mendekatkan Dzat Nya kepada hamba yang ingin mendekat kepada Nya dengan kedekatan yang cepat dan dahsyat. Diriwayatkan didalam riwayat yang shahih: “ Bahwa pengampunan Allah itu datang secepat hambaNya beristighfar atau bertobat ”, secepat itulah pengampunan Allah muncul. Jika seorang hamba berbuat dosa, dan dalam kesempatan itu ia langsung menyesal dan menangis, merintih dan memohon maaf, maka secepat itulah pengampunan Allah datang.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Aku dan kalian dimana siang dan malam tiada henti-hentinya berlumur dosa, jatuh dalam hal-hal yang makruh, hal yang syubhat atau yang haram, semoga Allah subhanahu wata’al selalu mengikis dosa-dosa kita dan menghapusnya sepanjang siang dan malam, dan kita memohon kepada Allah agar pengampunanNya terus mengikuti setiap nafas kita di dalam kesalahan dan dosa-dosa kita, karena tiada sesuatu yang lebih menghalangi kita dari kelembutan Ilahi melebihi dosa, hanya dosalah yang merupakan hijab yang menutup hamba dari penciptaNya hingga ia tersulitkan untuk rindu kepada Allah. Namun ketika sudah muncul keinginan bertobat, menyesal dan merasa hina karena telah berbuat dosa, maka di saat itu Allah membuka pintu cahaya di dalam jiwanya , maka ia pun bergetar ingin mendekat kepada Yang Maha Suci, ia ingin suci dan tidak ingin hina, ia ingin mulia dan tidak ingin nista, ia ingin dekat dengan Rabbul ‘alamin dan rindu ingin berjumpa dengan Yang Maha Indah. Dimana ketika Nabiyullah Musa merintih, dalam firmanNya:

رَبِّ أَرِنِي أَنْظُرْ إِلَيْكَ

( الأعراف : 143 )

“ Ya tuhanku, tampakkanlah (diriMu) kepadaku agar aku dapat melihatMu”. ( QS. Al A’raf: 143)

Allah menjawab dengan firmanNya:

قَالَ لَنْ تَرَانِي وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الْجَبَلِ فَإِنِ اسْتَقَرَّ مَكَانَهُ فَسَوْفَ تَرَانِي فَلَمَّا تَجَلَّى رَبُّهُ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَى صَعِقًا فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ سُبْحَانَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُؤْمِنِين

( الأعراف: 143 )

“ Allah berfirman: engkau tidak akan ( sanggup ) melihatKu, namun lihatlah ke gunung itu jika ia tetap di tempatnya niscaya engkau dapat melihatKu, maka ketika tuhannya menampakkan (keagunganNya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan ”. ( QS. Al A’raf: 143 )

Firman Allah: “ Sungguh engkau tidak akan mampu melihatKu ”, maksudnya adalah penglihatan nabi Musa tidak akan mampu Allah. Ketika Allah membuka tabir cahaya kewibawaanNya kepada gunung, maka gunung itu hancur lebur dan tidak lagi terlihat. Diriwayatkan di dalam tafsir Imam Ibn Katsir, tafsir Imam thabari, tafsir Imam Qurthubi dan lainnya, bahwa keadaan gunung yang demikian tinggi dan besar itu, ketika Allah menunjukkan cahaya kewibawaanNya maka tiba-tiba gunung itu terpendam ke dalam bumi. Dan bahwa gunung itu tidak muncul lagi hingga hari kiamat karena takutnya dari cahaya kewibawaan Rabbul ‘alamin.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Diriwayatkan di dalam tafsir Imam Ibn Katsir bahwa Allah menutup dzatNya dengan 70.000 tabir, dan setiap tabir itu adalah paduan dari cahaya, kegelapan dan air. Ketiga komponen itu, air, cahaya, dan kegelapan itu dipadu menjadi satu tabir yang demikian dahsyat, dan terdapat 70.000 tabir yang menutup antara makhluk dan Sang Khaliq, dijelaskan oleh Al Imam Ibn Katsir menukil salah satu riwayat yang shahih, bahwa apabila manusia mendengar suara gemuruh air yang menjadi salah satu tabir yang menutup makhluk dengan Allah maka hatinya akan lepas dan terlempar dari tubuhnya karena takut mendengar dahsyatnya gemuruh air dari salah satu 70.000 tabir yang membentengi antara makhluk dengan Allah. Diriwayatkan dalam riwayat yang tsiqah bahwa jika tabir itu terbuka satu saja dan tersingkaplah sedikit cahaya Rabbul ‘alamin kepada gunung maka gunung itu lebur tidak tersisa dan tidak akan muncul lagi hingga hari kiamat. Dan dalam riwayat lain gunung itu hancur menjadi debu karena takutnya dari kewibawaan Ilahi, maka ketika itu robohlah nabiyullah Musa ‘alaihissalam.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Demikianlah cahaya keagungan Ilahi yang tertup dengan tabir air, cahaya dan kegelapan. Air, cahaya dan kegelapan itu berpadu dan tidak bisa terbayangkan bagaimana dahsyatnya. Diriwayatkan oleh Al Imam At Тhabari dalam menafsirkan ayat ini bahwa ketika nabiyullah Musa meminta untuk melihat Allah maka Allah berfirman : “ Wahai Musa engkau tidak akan melihatKu bahkan melihat pasukan-pasukanKu pun engkau tidak akan mampu ”, maka Allah perlihatkan para tentaraNya di bumi dan berdatanganlah seluruh halilintar yang berada di bumi, seluruh awan hitam dan seluruh malaikat yang ada di bumi mengelilingi nabiyullah Musa dan bertakbir dan bertasbih, yang mana takbir dan tasbih mereka lebih dahsyat dari gemuruhnya ombak yang besar, kemudian Allah memerintahkan malaikat yang di langit pertama untuk turun dan diperlihatkan kepada Nabiyullah Musa, maka nabi Musa as melihat para malaikat yang demikian besar dan dahsyat dengan bentuk-bentuk yang belum pernah dilihat, dengan warna warni yang belum pernah terlihat mereka bergemuruh dengan takbir dan tasbih mengagungkan nama Allah, dan suara satu dari mereka lebih dahsyat dari gemuruhnya guntur dan jumlah mereka yang demikian banyak mengelilingi nabiyullah Musa As. Maka Allah perintahkan malaikat yang berada di langit kedua untuk turun dan diperlihatkan kepada nabiyullah Musa, demikian pula malaikat yang ada di langit ketiga, keempat, kelima dan keenam turun untuk menghadap Nabi Musa As yang sudah tidak mampu lagi berdiri, sehingga ia roboh berdiri dengan lututnya, dan ia menyesal karena telah meminta untuk melihat Allah dan ia pun jatuh dan terduduk, maka Jibril As berkata : “ Bertahanlah wahai Musa, karena kau akan melihat yang lebih dahsyat dari hal ini sebgaimana permintaanmu ”, maka nabiyullah Musa pun merapatkan tubuhnya di dinding pegunungan seraya berkata : “ Wahai tuhanku, aku tidak berani berbuat apa-apa, jika aku diam niscaya aku akan mati karena ketakutan dan kerisauan, dan jika aku bergerak maka aku akan terbentur dengan triliyunan malaikatMu yang sedang mengelilingiku ”, maka disaat itulah Allah membuka langit ketujuh dan membuka salah satu dari 70.000 tabir yang menutupNya dengan makhlukNya, kemudian diperlihatkan kepada gunung maka gunung itu terpendam kedalam bumi dan tiada akan muncul lagi hingga hari kiamat.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Rahasia kewibawaan Ilahi Yang Maha menguasai seluruh jagad raya, Dia Allah subhanahu wata’ala Yang Maha mengenalkan dzatNya, Maha Pengampun, Maha dekat, Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha berwibawa dan Maha berkuasa Yang berfirman:

مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآَمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا

( النساء : 147 )

“ Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah Maha berterimakasih lagi Maha Mengetahui ”. ( QS. An Nisa’: 147 )

Sungguh Allah Maha berterima kasih dan Maha mengetahui perbuatan kita dan getaran pemikiran kita, dan Allah Maha berterima kasih dan membalas setiap kebaikan kita dengan sepuluh kali lebih besar dari kebaikannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda riwayat Shahih Al Bukhari :

مَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ

( صحيح البخاري )

“ Barangsiapa yang (peduli) terhadap kebutuhan saudaranya, maka Allah ( peduli ) pada hajatnya ”. ( Shahih Al Bukhari )

Hadirin hadirat, jika hajat ( kebutuhan ) orang lain kita pedulikan maka Allah akan peduli kepada hajat kita dan terlebih lagi jika kita peduli pada hajat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, apa hajat beliau?, Hajat beliau adalah tersebar luasnya dakwah beliau, dan banyak cara untuk menyebarkannya, mungkin dengan ucapan, perbuatan, internet, SMS, email, surat, harta, jabatan, bahkan dengan doa dan munajat. Hadirin hadirat, berkhidmahlah untuk hajat sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka siang dan malam Allah subhanahu wata’ala akan menyelasaikan segala hajat kita . Rabbi, jadikanlah kami selalu berkhidmah kepada nabi yang paling Engkau cintai, sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Hadirin hadirat, terbuka segenap hijab di malam Isra’ dan Mi’raj untuk sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika 70.000 tabir dibuka maka Jibril pun mundur seraya berkata : “ Aku tidak akan melanjutkan lagi, jika aku melanjutkannya maka aku akan terbakar oleh cahaya Allah”, maka Allah subhanahu wata’ala membuka 70.000 tabir itu hingga sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berhadapan dengan Allah. Allah subhanahu wata’ala yg berfirman:

ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّى ، فَكَانَ قَابَ قَوْسَيْنِ أَوْ أَدْنَى

( النجم : 8-9 )

“ kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat, sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi) ”. ( QS. An Najm: 8-9 )

Saat itu nabi Muhammad sangat dekat dengan Allah, sebgaiamana dijelaskan di dalam kitab As Syifaa oleh hujjatul islam wabarakatul anam Al Imam Qadhi ‘Iyadh Ar (Ar : alaihi rahmtaullah : semoga baginya Rahmat Allah), bahwa Allah subhanahu wata’ala befirman kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ketika ketika Rasulullah melihat langit pertama yang begitu dahsyat dengan gemuruh para malaikat yang bertasbih kepada Allah, demikian pula di langit kedua, ketiga, dan seterusnya, nabi berjumpa dengan para rasul dan para malaikat dan disetiap langit disambut oleh para malaikat, maka sampailah ke muntaha al khalaiq, yang batas itu tidak bisa ditembus, tetapi beliau menembusnya dan disaat itu hilanglah semua suara, dan segala bentuk pemandangan, dan disaat itulah nabi Muhammad berhadapan dengan Rabbul ‘alamin Allah subhanahu wata’ala, dan nabi saw mendengar suara yang sangat berwibawa namun penuh dengan kelembutan : “ mendekatlah wahai Muhammad dan singkirkan ketakutanmu wahai Muhammad ”, maka beliau bersujud dan mengucapkan kalimat:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلّه

Kemuliaan, kesucian, keluhuran, keberkahan, milik Allah, dan beliau saw pun mendengarkan jawaban Allah :

السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

“ Salam sejahtera, serta rahmat dan keberkahan Allah untukmu wahai nabi ”

Allah bersalam kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan nabi menjawab:

اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

“ Salam sejahtera untuk kami, dan para hamba yang shalih ( nabi dan para malaikat )”.

Rasul membawa seluruh nama malaikat dan nama ummatnya untuk mendapatkan dan termuliakan dengan salam Allah kepada beliau, Rasul membagikan salam itu kepada seluruh nabi, rasul, malaikat dan ummatnya dengan jawaban : “ salam sejahtera untuk kami ( bukan untukku semata) dan para hamba Allah yang shalih ”, semua dibawa oleh Rasul didalam keagungan salam Allah subhanahu wata’ala, oleh sebab itulah sudah sepantasnya kita selalu bersalam kepada sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, maka shalawat dan salam kepada nabi Muhammad saw merupakan rukun didalam shalat. Ucapan yang kita ucapkan didalam tahiyyat itu adalah rahasia kemuliaan mi’raj disaat terbukanya 70.000 tabir, Rasul berhadapan dengan Allah. Ucapan yang diucapkan antara Allah dan RasulNya itulah yang selalu kita ulang-ulang disaat kita shalat, betapa agungnya shalat itu.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ ثَوَابَ الدُّنْيَا فَعِنْدَ اللَّهِ ثَوَابُ الدُّنْيَا وَالْآَخِرَةِ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا بَصِيرًا

( النساء: 134 )

“ Barangsiapa menghendaki pahala di dunia, maka ketahuilah bahwa di sisi Allah ada pahala dunia dan akhirah, dan Allah Maha mendengar lagi Maha Melihat ”. ( QS. An Nisa’: 134 )

Barangsiapa yang menginginkan balasan di dunia atas amalan pahalanya, ia ingin kesuksesan di dunia, ia ingin kemakmuran dan kebahagiaan di dunia, Allah mengatakan agar niatnya disempurnakan karena sungguh Allah memiliki balasan di dunia dan di akhirah. Jadi, orang-orang yang beramal shalih yang mengikuti tuntunan sang pembawa keluhuran dari Yang Maha Luhur maka ia akan mendapatkan balasan kemuliaan di dunia dan di akhirah, demikian janji Rabbul ‘alamin. Namun ajakan-ajakan syaitan itulah yang membuat kita terjauhkan dari keluhuran, sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

( البقرة:268 )

“Syaitan itu menjanjikan ( menuntun pada ) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji ( kikir ), sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia Nya kepadamu, dan Allah Maha Luas lagi Maha mengetahui ”. ( QS.Al Baqarah: 268 )

Sungguh syaitan selalu mengajak dan menuntun kepada kesusahan dan kefakiran, orang sudah susah ingin dijadikan lebih susah lagi oleh syaitan, dan syaitan juga selalu mengajak kepada kejahatan. Meskipun kau sudah terjebak oleh ajakan syaitan, tetapi Allah tetap mengajakmu kepada anugerah-anugerah dan pengampunan di sisiNya, dan Allah Maha Luas dan Maha Mengetahui. Maha Luas pemberianNya dan Maha mengetahui kebutuhan hamba-hambaNya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Pada hakikatnya kekayaan dan kemiskinan bukanlah ukuran senang dan susah, bukanlah ukuran kenikmatan dan kesengsaraan, karena apa?, karena jika Allah subhanahu wata’ala mencabut kenikmatannya maka si pemilik harta itu akan merasa lebih susah dari orang yang miskin, banyak orang-orang yang kekayaannya dan hartanya berlimpah ruah tetapi ia sakit tidak bisa makan ini dan itu. Rumahnya, mobilnya, kantornya semua ber AC, tetapi ia tidak boleh menikmati makanan yang enak-enak, makan daging tidak boleh, makanan ini dan itu tidak boleh, makanan yang manis-manis tidak boleh, harus selalu makan yang pahit-pahit, maka ia akan iri dengan para petani atau para kuli, karena mereka sesukanya bisa makan nasi tiga kali sehari sebanyak-banyaknya dengan semua lauk yang di inginkan karena dia tidak sakit apa-apa, maka ia akan iri pada petani atau kuli itu dengan makanan-makanannya tetapi ia tidak boleh menyentuh dan memakannya karena takut gula darahnya akan naik, kolesterolnya naik dan lain sebagainya, ia seperti di penjara padahal ia dalam kekayaan, namun orang yang susah melihat orang kaya dengan pikirannya : “enak sekali ia tidak kepanasan di pagi, siang, sore atau malam, selalu sejuk dengan AC sedangkan kita selalu kepanasan, malam diserang nyamuk, siang diserang lalat terus kita dalam kesusahan ”, padahal kesemuanya dalam kesusahan jika tidak diberi kenikmatan oleh Allah, tetapi jika Allah memberi kenikmatan maka orang yang di penjara pun tetap bisa tertawa terbahak- terbahak, orang miskin atau gelandangan yang di jalanan pun bisa tersenyum dan tertawa, namun kenikmatan sempurna yang diberikan oleh Allah adalah kecukupan. Jika ia membutuhkan suatu hajat maka dicukupi oleh Allah, apalagi yang ia butuhkan selain hajatnya?, kalau hajatnya dikabulkan dan diberi oleh Allah sebelum ia meminta, apalagi yang ia butuhkan selain terus mendekat kepada Allah?!, ini adalah balasan Allah untuk para pengikut sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَآَمَنُوا بِمَا نُزِّلَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَهُوَ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَأَصْلَحَ بَالَهُمْ

( محمد: 2 )

“ Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan kebajikan serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad, dia itulah kebenaran dari tuhan mereka, Allah menghapus kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka ”. ( QS. Muhammad: 2 )

Mereka yang beriman dan beramal shalih dan mengikuti apa-apa yang dibawa oleh sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang mana beliau adalah Al Haqq ( kebenaran ) dari tuhan mereka maka Allah akan menghapus dosa-dosa mereka dan Allah perbaiki keadaan mereka di dunia dan di akhiratnya. Jika masalah akhiratnya masih berantakan maka Allah yang memperbaiki, nafkahnya masih berantakan maka Allah yang akan memperbaiki, masalah keluarganya berantakan maka Allah yang memperbaiki, usahanya berantakan Allah yang akan memperbaiki, jasadnya berantakan Allah yang memperbaiki, wafatnya Allah pula yang mengurusnya, ruhnya Allah juga yang mengurusnya, dan surganya Allah pula yang menyiapkannya, demikian keadaan para pecinta sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga Allah menjadikan aku dan kalian ada diantara mereka, dipelihara dengan seindah-indah bimbingan Allah subhanahu wata’ala.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sampailah kita pada hadits yang mulia ini, dimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikatakan oleh sayyidina Abdullah bin Umar bahwa ketika itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengimami shalat isya’ dan itu adalah shalat Rasulullah yang terakhir sebelum wafatnya beliau, setelah itu beliau tidak lagi mengimami shalat karena terus sakit dan akhirnya wafat. Setelah beliau mengimami shalat maka beliau berdiri dan menoleh kepada jama’ah seraya bersabda: “ sungguh seratus tahun yang akan datang tidak ada lagi yang tersisa di muka bumi ini ”, maksudnya yang hidup di masa itu, 14 abad yang silam ketika beliau mengatakan hal itu beliau sudah melihat usia semua penduduk yang ada di daratan permukaan bumi dan tidak satu pun yang akan hidup lebih dari 100 tahun mulai dari beliau mengucapkan bahwa semua penduduk bumi yang ada pada saat itu akan wafat 100 tahun kemudian. Dijelasakan oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari, menukil dari syarah Al Imam An Nawawy bahwa yang dimaksud adalah di masa itu ketika beliau mengucapkan 100 tahun kemudian tidak ada lagi yang tersisa hidup dari yang hidup di saat itu, tapi setelah beliau berucap, dan barangkali ada yang lahir, maka bisa saja usianya melebihi dari 100 tahun, tetapi mereka yang ada di saat nabi berucap , maka mulai dari bayi hingga orang yang paling tua tidak ada yang akan hidup melebihi 100 tahun, hadits ini mengandung hikmah yang sangat dalam, diantaranya banyak hal-hal ghaib yang diperlihatkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahkan beliau melihat usia seluruh penduduk di daratan permukaan bumi akan berakhir berapa usia mereka. Demikian Allah subhanahu wata’ala singkapkan tabir-tabir rahasia yang tidak diketahui oleh makhluk tetapi diketahui oleh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yang kedua adalah kita renungkan bagaimana luasnya pemikiran Rasulullah saw bisa menguasai dan mengetahui seluruh usia penduduk bumi akan berakhir sebelum 100 tahun dari ucapan beliau. Dan salah satu hikmah yang perlu kita renungkan juga, barangkali di majelis ini juga hanya tersisa satu atau dua orang saja yang akan berusia sampai 100 tahun lagi, dan sisanya mungkin sudah tiada lagi, sebagian besar barangkali sudah dikubur dalam makamnya, semoga kita semua dalam husnul khatimah.

Kita yang berkumpul di malam hari ini mudah-mudahan selalu berkumpul bersama dengan Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam di alam barzakh. Acara ini juga disiarkan secara langsung di www.majelisrasulullah.org, seluruh dunia bisa melihatnya. Semoga yang menyaksikan dari kejauhan menonton juga dilimpahi keberkahan oleh Allah, amin.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketahuilah bahwa dosa dan kesalahan sesungguhnya ada pada manusia, dan syaitan adalah hamba yang sangat takut kepada Allah, syaitan tidak pernah berbuat dosa, maksudnya kesalahannya adalah iblis, dan perbuatan dosa syaitan adalah menggoda, syaitan tidak berbuat dosa (berbeda dg Iblis pimpinan mereka yg menolak perintah Allah swt). Para Syaitan tidak minum arak tetapi dia hanya menggoda orang untuk meminumnya, syaitan tidak berzina tetapi menggoda manusia untuk berzina, dan syaitan tidak berjudi tetapi menggoda manusia untuk berjudi, demikian perbuatan syaitan. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

كَمَثَلِ الشَّيْطَانِ إِذْ قَالَ لِلْإِنْسَانِ اكْفُرْ فَلَمَّا كَفَرَ قَالَ إِنِّي بَرِيءٌ مِنْكَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ

( الحشر: 16 )

“ (bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, “ membangkanglah kamu! ”, kemudian ketika manusia itu menjadi kufur ia berkata, “ sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, tuhan semesta alam ”. ( QS. Al Hasyr: 16 )

Dan jika orang itu telah kufur dan berpaling dari agama Allah dan kelak ketika bertemu di hari kiamat, maka syaitan itu berkata : “ aku berlepas diri darimu, aku takut kepada Allah ”. Syaitan takut kepada Allah, kesalahannya hanya menggoda, namun Allah jadikan syaitan itu bersama dengan yang digodanya, demikian pula makhluk yang mengajak kepada kebaikan maka Allah jadikan dia bersama dengan orang yang diajaknya dan yang mengikutinya, dan orang yang mengajak kepada kejahatan, akan bersama dengan orang-orang yang diajaknya, dan semoga kita termasuk orang-orang yang terajak oleh tuntunan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan bersama nabi Muhammad bukan bersama syaitan.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Sisakan hari-hari kita di dalam keluhuran, sisakan hari-hari kita dalam rindu kepada Allah subhanahu wata’ala. Kita telah dengar Allah subhanahu wata’ala begitu dahsyat kewibawaannya dan tabir yang menutup antara makhluk dengan khaliq adalah hijab jasadiah, tetapi kalau sanubari, sungguh sanubari itu bisa melihat atau merasa dilihat Allah subhanahu wata’ala, karena dikatakan oleh hujjatul islam wabarakatul anam Al Imam An Nawawy AR di dalam syarah nawawiyah ‘ala Shahih Muslim, bahwa bukanlah hal yang mustahil seseorang di dunia melihat Allah, namun tentunya dengan perasaan dan hatinya bukan dengan matanya.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Ketika ditanyakan kepada sayyidina Ali bin Abi Thalib Ra : “ Wahai Ali, apakah engkau telah melihat Allah?, sampaikah derajatmu untuk melihat Allah? ”, maka sayyidina Ali menjawab: “ bagaimana aku beriman kepada yang tidak aku lihat, aku sudah melihat Allah ”, bagaimana engkau melihatNya?, sayyidina Ali berkata: “ Aku melihatNya dengan sanubari dan kekuatan iman ”, karena Rasul telah bersabda:

اَلْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإنَّهُ يَرَاكَ

“ Ihsan adalah menyembah Allah seakan-akan engkau melihatNya, jika engkau tidak melihatNya maka sungguh Allah melihamu ”

Ingat Allah tidak sama dengan segala sesuatu, jika muncul hayalan dalam perasaan kita tentang bentuk-bentuk Allah, sungguh hal itu adalah bisikan syaitan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam riwayat Shahih Al Bukhari, ketika syaitan berkata : “ ini ciptaan siapa, itu ciptaan siapa, maka hati kita akan terus menjwab: “ Allah, Allah, Allah ”, lalu syaitan akan berkata: “ Lalu siapa yang menciptakan Allah?”, maka Rasul bersabda : “ jika kalian sampai pada hal itu maka berlindunglah kepada Allah karena hal itu sudah berada di jurang kekufuran ”.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Hati-hati dengan lintasan perasaan keraguan dengan Allah, karena itu adalah bisikan syaitan. Allah itu ada sebelum segala sesuatu ada, pertanyaan yang akan muncul sejak kapan Allah itu ada? Sudah sejak ribuan tahun alam semesta ada, maka sejak kapan Allah ada? Apakah ada begitu saja?. Maka jawabannya adalah Allah itu ada sebelum kalimat “kapan” itu ada. Kalimat “kapan” belum ada, Allah subhanahu wata’ala sudah ada. Jadi Allah tidak bisa diikat dengan kalimat “kapan”, karena kalimat “kapan” yang ditanyakan adalah waktu, sedangkan Allah lah yang menciptakan waktu dan menciptakan kalimat “kapan” itu. Demikianlah Allah subhanahu wata’ala yang maha luhur, membukakan bagi kita rahasia keluhuran setiap waktu dan saat.

Muncul pertanyaan kepada saya tentang foto-foto wali Allah bagaiamana hukumnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan di dalam Shahih Al Bukhari : “ Wahai Umar, apabila syaitan berjalan dan berhadapan denganmu maka syaitan akan menghindar darimu dan mencari jalan lain ”, diperkuat dengan riwayat lain bahwa syaitan itu lari ketika melihat bayangan sayyidina Umar ra. Dijelaskan oleh hujjatul islam wabarakatul anam Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari bahwa tidak hanya sayyidina Umar yang mencapai derajat ini, tapi banyak dari para sahabat, para tabi’in dan para imam-imam dan shalihin setelahnya yang mencapai derajat ditakuti oleh syaitan, berlandaskan firman Allah:

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ إِلَّا مَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْغَاوِينَ

( الحجر:42 )

“ Sesungguhnya kamu (iblis) tidak mampu berkuasa atas hamba-hambaKu, kecuali mereka yang mengikutimu yaitu orang-orang yang sesat ”. ( QS.Al Hijr: 42 )

Ini menunjukkan bahwa tidak hanya sayyidina Umar yang ditakuti oleh syaitan, tetapi hamba-hamba Allah yang shalih pun tidak bisa terkecohkan oleh syaitan, dan juga berdasarkan sabda Rasulullah kepada para sahabat riwayat Imam Al Bukhari di dalam kitabnya Adab Al Mufrad : “ Maukah kalian kukabarkan tentang orang-orang yang terbaik diantara kalian?”, maka para sahabat menjawab: “ betul wahai Rasulullah, saya ingin mendengar siapa orang-orang yang terbaik diantara kami ”, Rasulullah menjawab: “ mereka adalah orang-orang yang ketika kalian memandangnya maka kalian akan mengingat Allah, membuat kalian ingin dekat kepada Allah, membuat kalian malu kepada Allah, membuat kalian enggan berbuat dosa ”. Wajah-wajah yang seperti itulah wajah yang terbaik diantara kalian.

Hadirin hadirat, lalu bagaimana dengan foto-foto para shalihin?, segala sesuatu yang bisa membuat kita semakin dekat dan ingat kepada Allah maka hal itu baik dipandang. Bagaimana dengan Ka’bah manakah yang lebih afdhal, bangunan batu atau wajah seorang shalih? Tentunya wajah orang yang shalih lebih afdhal. Sebagaimana hajar al aswad yang mana sayyidina Umar bin Khattab berkata:

إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْلَا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“ Sesungguhnya aku mengetahui kau adalah batu yang tidak memberi bahaya dan manfaat, kalau bukan karena aku melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak menciummu ”(Shahih Bukhari)

Berbeda dengan orang-orang shalih karena Allah turunkan malaikat dengan keberadaan mereka, dimanapun mereka berada maka Allah turunkan malaikat disana. Hadirin hadirat, boleh dibuktikan orang-orang yang asyik hadir di maulid nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan bersih dari makanan yang syubhat maka mereka tidak akan melihat jin atau syaitan yang menakutkan, bukan mereka tidak melihat tetapi jin atau syaitan tidak berani memperlihatkan dirinya kepada mereka karena mereka diikuti para malaikat, tetapi orang-orang yang terus makan makanan haram, jarang hadir maulid nabi, jarang berdzikir, jarang shalat, maka jin dan syaitan akan terus menampakkan dirinya dengan bentuk yang berbeda-beda, mungkin berambut panjang, dengan rupa nenek-nenek atau kakek-kakek atau dengan rupa bayi dan lain sebgainya agar manusia takut, tetapi jika ia adalah orang yang beriman dan mencintai sayyidina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, cahaya para malaikat muqarrabin mengelilinginya, maka jin atau syaitan tidak berani mendekat atau menampakkan dirinya.

Hadirin hadirat, sampaikanlah dirimu pada derajat itu, maka engkau akan tenang dari semua gangguan, di saat seorang hamba berdzikir mengingat Allah maka Allah jaga dia dari segala sesuatu.

Hadirin hadirat yang dimuliakan Allah
Betapa mulianya orang-orang yang merindukan Allah, oleh sebab itu wajah-wajah mereka dipajang. Al Imam Ibn Hajar Al Asqalany di dalam kitabnya Fathul Bari bisyarh Shahih Al Bukhari mencantumkan satu riwayat yang tsiqah bahwa salah satu istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika didatangi oleh salah seorang sahabat dan berkata: “ wahai ummul mu’minin, aku belum sempat memandang wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam karena ketika itu aku masih kecil, maka gambarkanlah kepadaku seperti apa wajah beliau ”, berkatalah ummul mu’minin Ra: “ apakah engkau ingin melihat wajah Rasulullah?”, sahabat itu berkata: “iya, wahai ummul mu’minin”, maka ummul mu’minin mengeluarkan sebuah cermin kecil dan di cermin itu tergambarkan wajah wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Cermin itu ketika dipakai bercermin oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam maka cermin itu tidak mau lahi memunculkan wajah yang lainnya kecuali wajah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam maka cermin itu tidak mau menangkap pemandangan yang lain selain wajah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, ummul mu’minin berkata: “ Jika aku merindukan Rasulullah maka aku buka cermin ini dan aku melihat wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ”. Kita tidak bisa melihat wajah Rasulullah, maka dipajanglah wajah-wajah orang yang dicintai oleh Rasulullah dari para shalihin dan para awliyaa’, karena hal itu akan mengingatkan kita kepada Allah, bukan membuat kita musyrik justru membuat kita semakin taat, hanya saja syaitan tidak suka karena syaitan terbakar jika melihat wajah-wajah mereka. Maka syaitan berkata singkirkan foto-fotonya karena hal itu musyrik, kalau foto artis dipajang di rumah tidak apa-apa, atau foto gedung-gedung yang mengingatkan kepada hal-hal keduniawian dipajang di rumah tidak apa-apa, tapi kalau foto orang shalih maka musyrik..!, hal yang seperti ini ajaran seorang muslim atau ajaran syaitan?!. Hadirin hadirat, ada logika yang menjelaskannya. saya tidak berpanjang lebar menjelasakan.

Kita bermunjat semoga Allah memuliakan kita dalam keluhuran, semoga Allah subhanahu wata’ala terus memberikan keindahan dzatnya kepada sanubari kita sehingga kita selalu merasa dekat kepada Allah. Rabbi, singkapkan 70.000 tabir yang menutup antara kami dan diriMu, bukakan seluruh tabir itu untuk sanubari kami sehingga kami selalu asyik dan rindu padaMu , kami mendengar dari sang nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “ Barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah, maka Allah pun rindu berjumpa dengannya ”. Dan kami mendengar sabda nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, Engkau berfirman dalam hadits qudsy riwayat Shahih Al Bukhari :

مَنْ أَحَبَّ لِقَائِيْ أَحْبَبْتُ لِقَاءَهُ مَنْ كَرِهَ لِقَائِيْ كَرِهْتُ لِقَاءَهُ

“ Barangsiapa yang ingin perjumpaan denganKu maka Aku pun rindu berjumpa dengannya, barangsiapa yang benci untuk berjumpa denganKu Akupun benci berjumpa dengannya ”.

Pastikan kami adalah orang yang selalu rindu berjumpa denganMu wahai Rabbi, munculkan kerinduan di dalam sanubari kami untuk berjumpa denganMu wahai Rabbi. Wahai Yang Maha Indah, wahai yang maha melimpahkan anugerah, wahai yang maha menyiapkan surga terindah bagi hamba-hamba yang merindukanMu, dari cahaya kerinduan yang terbit dari jiwa kami Engkau munculkan keberkahan dan kemudahan di dunia dan akhirah, pengabulan hajat dunia dan akhirah…

فَقُوْلُوْا جَمِيْعًا …

Ucapkanlah bersama-sama

يَا الله…يَا الله… ياَ الله.. ياَرَحْمَن يَارَحِيْم …لاَإلهَ إلَّاالله…لاَ إلهَ إلاَّ الله مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَةٌ حَقٌّ عَلَيْهَا نَحْيَا وَعَلَيْهَا نَمُوتُ وَعَلَيْهَا نُبْعَثُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى مِنَ اْلأمِنِيْنَ

Hadirin hadirat, tidak lupa kita terus berdoa untuk kesuksesan acara agung kita pada tanggal 17 Juni bersama guru mulia kita Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafizh, semoga acara ini sukses dengan gemuruhnya dzikrullah memanggil nama Allah, doa dan munajat dengan itu terangkat segala kesulitan kita dan segala musibah terjauhkan dari kita dan dari kota Jakarta, dan seluruh wilayah di barat dan timur dengan berkumpulnya sebanyak-banyaknya muslimin untuk berdoa bersama di Majelis Rasulullah.

Hadirin hadirat, saya mohon yang tidak ada udzur jangan berdiri dulu sampai acara selesai, karena malaikat belum kemana-mana masih di tempat ini, tetapi bagi yang ada udzur tidak ada larangannya. Kita teruskan dengan mendengarkan qasidah Ya Arhamar Rahimin dari guru kita Fadhilah As Sayyid Ibrahim Aidid diiringi hadrah, kemudian kalimat talqin dan doa penutup oleh Al Habib Hud bin Baqir Al Atthas, falyatafaddhal.

Tuesday, June 8, 2010

10 Makanan Pencegah Gigi Berlubang yang Wajib Anda Ketahui

http://www.voa-islam.com/timthumb.php?src=/photos/mumtaz/buah-gigi.jpg&h=235&w=355&zc=1

LANGKAH umum menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah: periksa ke dokter gigi secara teratur, menggosok gigi dan flossing.

Selain ketiga langkah ini, Anda juga bisa mencegah gigi berlubang dengan mengonsumsi makanan tertentu. Makanan apa saja? Berikut 10 makanan yang bisa menjadi pilihan Anda:

Sayuran

Mengonsumsi sayuran segar dan renyah tidak hanya bagus untuk kesehatan tubuh secara umum tapi juga membantu membersihkan gusi. Beberapa jenis sayuran kaya akan vitamin A, yang penting untuk pembentukan email gigi. Sayuran tersebut termasuk ubi jalar, brokoli, wortel dan labu.

Buah segar

Penyakit gusi seringkali disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga kesehatan sel-sel dalam tubuh dan menghentikan gangguan gusi. Anda bisa mendapatkan vitamin ini dari buah-buahan seperti kiwi, strawberry dan apel.

…Penyakit gusi seringkali disebabkan oleh kekurangan vitamin C. Anda bisa mendapatkan vitamin ini dari buah-buahan seperti kiwi, strawberry dan apel…

Bawang putih

Jika bisa, mengonsumsi bawang putih mentah merupakan cara bagus untuk membunuh barbagai jenis bakteri dalam mulut. Makanan satu ini mengandung komponen sulfur antibakteri.

Seledri

Sama seperti sayuran segar, mengonsumsi seleri mentah membantu memijat gigi dan gusi. Selain itu, cara ini juga membantu memproduksi air liur yang berfungsi menetralkan bakteri penyebab lubang gigi.

Daging dan telur

Daging mengandung fosfor dan kalsium yang sangat penting dalam perkembangan tulang dan gigi sehat. Produk hewan seperti kalkun, ayam, daging sapi dan telur bisa menjadi pilihan Anda. Akan tetapi, hindari konsumsi daging berlebih. Konsumsi berlebih justru buruk bagi kesehatan.

Biji wijen

Selain kaya kalsium, biji wijen juga membantu membangun email gigi dan mengangkat plak.

Teh hijau

Teh ini dinyatakan sangat efektif melindungi gigi. Manfaat positif ini berasal dari kandungan fluorida dan polifenol (antioskdian tumbuhan) yang membantu mengurangi kejadian gigi berlubang dan penyakit gusi.

…Teh hijau sangat efektif melindungi gigi. Karena kandungan fluorida dan polifenol membantu mengurangi kejadian gigi berlubang dan penyakit gusi…

Air

Selain menjaga kebutuhan cairan tubuh dan gigi, air juga mengangkat partikel-partikel makanan dari sela-sela gigi. Di samping itu, minum air juga membantu produksi air liur. Air liur mengandung mineral penting untuk gigi.

Keju

Selain mengandung kalsium, keju juga mengandung fosfat yang membantu menyeimbangkan pH dalam mulut. Keseimbangan pH bermanfaat dalam mempertahankan dan membangun lapisan email gigi.

Susu dan yogurt

Kedua makanan ini juga kaya akan kalsium. Di samping itu, susu dan yogurt mempunyai tingkat keasaman dan kandungan gula rendah. Kedua faktor ini mencegah kerusakan gigi.

Sumber :
Artikel Muslimah Indonesia